Anak Kurus, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Anak Kurus, Apa yang Harus Saya Lakukan?

“Anak saya kok kurus ya? Sudah saya beri bermacam-macam vitamin tapi tetap saja kurus.. Saya harus bagaimana lagi supaya dia gemuk?” Apakah ini juga menjadi pertanyaan anda?

Jika kita cermati, anak kurus yang dimaksud oleh orangtua itu seperti apa? Ada ibu yang membandingkan anaknya dengan anak lain yang jauh lebih gemuk, tentu saja anaknya akan terlihat lebih kurus. Tetapi hati-hati, kurus juga bisa berarti kurang gizi. Lalu, kapan seorang anak disebut kurang gizi?

Anak disebut bergizi baik jika berat badan berdasarkan tinggi badannya lebih dari 80 persen atau jika berat badan berdasarkan umurnya lebih dari 70 persen. Jika berat badan anak anda menurut umurnya kurang dari 70 persen maka disebut gizi kurang. Orangtua dapat melihat apakah pertumbuhan anaknya mengikuti jalur yang benar dengan menggunakan kurva pertumbuhan berat badan yang ada di KMS atau kartu berobat lain.

Untuk memudahkan anda dapat menghitung kondisi gizi anak anda, dengan menggunakan: Rumus BB ideal menurut umur = 8+2n (n=umur dalam tahun). Rumus ini dapat digunakan untuk anak di atas 2 tahun. Misalnya, anak anda berusia 4 tahun maka berat badan ideal menurut umurnya adalah 8+(2×4)= 16 kg. Jika kurang dari ini maka gizi anak anda kurang.

Bagaimana menyiasati anak kurus?

Ciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak.

Agar anak belajar bahwa makan adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan cepat menyerah jika dia tidak menyukai makanan yang kita tawarkan. Coba ulangi dengan suasana berbeda.Sajikan makanan yang cukup bervariasi kepada anak.

Hindari cemilan yang mengenyangkan.

Jangan biarkan anak sering jajan di luar makanan utama karena menyebabkan anak kenyang. Jika sering jajan dia tidak akan merasa lapar saat tiba waktu makan, selain itu gizi dalam jajanan belum tentu mencukupi kebutuhan anak.

Untuk memenuhi keinginan ngemilnya berikanlah buah-buahan segar.

Tambahkan susu.
Jangan berikan susu pada anak dalam jumlah berlebihan. Cukup 2-3 gelas susu sehari. Jumlah susu yang berlebihan menyebabkan anak kekenyangan sehingga anak tidak mau makan lagi.

Saat ini tersedia susu yang kandungan energinya lebih tinggi daripada susu biasa. Susu ini sering disebut makanan cair karena tidak hanya mengandung susu tetapi ditambahkan zat-zat lain sehingga kandungan energinya cukup tinggi. Setiap 1 gelas (200 ml) susu ini mengandung 200 kalori. Jadi dengan memberikan tiga kali sehari maka anak sudah mendapat 600 kalori. Susu jenis ini dapat diperoleh di pasaran harga cukup terjangkau, misalnya Vitaplus. Tersedianya susu jenis ini cukup membantu orangtua yang sering mengeluhkan anaknya susah makan.

Jika anda sudah mencoba namun si kecil tetap susah makan, konsultasikan dengan dokter anak anda, mungkin terdapat gangguan kesehatan tertentu yang mendasarinya.

Referensi :

  • Feeding Children. www.HealthTopics.com. Diunduh tanggal 16 Juli 2006.

 

  • Vitrinila

    kalo anak kurus jangan buru2 nge-judge bahwa dia kurang gizi.. selama perkembangan dia baik, ga gampang sakit, aktif dan ceria… saya rasa ga ada yang perlu di khawatirkan