Anak saya mimisan?

0

mimisan.jpgMimisan dapat terjadi pada siapa saja, terlebih pada anak-anak. Biasanya, mimisan bukanlah suatu keadaan yang berbahaya, walaupun kadang-kadang darah yang keluar dari hidung cukup banyak sehingga kelihatannya sedikit menakutkan.

Mengapa mimisan bisa terjadi? Apa penyebabnya?

Pembuluh darah pada hidung berperan pada proses menghangatkan dan melembabkan udara yang kita hirup. Karena peranannya yang demikian, pembuluh darah hidung terletak di bagian permukaan lapisan lendir hidung. Oleh karena itu pembuluh darah ini mudah pecah bahkan oleh trauma yang minimal. Pada anak-anak, jalinan pembuluh darah ini mempunyai dinding yang lebih tipis, itulah sebabnya mimisan lebih sering terjadi pada anak-anak.

Pada anak-anak, mimisan sering terjadi akibat trauma, misalnya akibat mengorek hidung, trauma di sekitar hidung pada saat bermain, atau akibat benda asing yang sengaja dimasukkan oleh anak ke dalam hidungnya saat bermain.

Mimisan juga sering terjadi pada musim atau cuaca panas, akibatnya lapisan lendir hidung menjadi kering sehingga pembuluh darah teriritasi.

Kadang-kadang bau bahan kimia yang sangat menyengat juga dapat menimbulkan iritasi pada selaput lendir dan pembuluh darah hidung.

Anak yang sedang pilek atau mengalami alergi pada hidung (Rhinitis alegi) juga sering mengalami mimisan. Bersin yang terlalu kuat kadang-kadang juga dapat mengakibatkan mimisan.

Kelainan bentuk anatomi hidung, penyakit kronik, penyakit darah adalah beberapa keadaan yang juga menyebabkan mimisan, hanya saja angka kejadian kelainan-kelainan ini amat jarang.

Bagaimana cara menangani anak yang mengalami mimisan?

  1. Tidak perlu panik. Bersihkan darah di sekitar lubang hidung dan darah yang mengalir menggunakan tissue atau sapu tangan yang dibasahi dengan air.
  2. Katakan pada anak untuk duduk. Jangan sandarkan kepala anak ke belakang karena hal ini mengakibatkan darah dari hidung mengalir ke arah tenggorokan, dan darah akan masuk ke lambung. Adanya darah dalam lambung dapat menyebabkan anak mual, muntah, atau diare.
  3. Berikan kompres menggunakan wadah berisi es batu pada daerah puncak batang hidung.
  4. Tekan hidung anak pada daerah antara tulang hidung dan cuping hidung menggunakan ibu jari dan telunjuk selama 5 menit. Jika setelah penekanan ini darah masih mengalir, ulangi penekanan dengan cara yang sama selama 10 menit.
  5. Jika mimisan juga tidak kunjung berhenti dengan cara-cara tersebut di atas, segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

 

Referensi:

  1. American Academy of Pediatrics: Revised article of “Nosebleeds”
  2. American Academy of Family Physicians: Reviewed article of “Nosebleeds: What to do when your nose bleeds”

Share.

About Author