Anak tersedak, bisa berbahaya

Anak tersedak, bisa berbahaya

Melihat anak megap-megap atau batuk-batuk karena tersedak, tentu membuat orangtua panik dan kadang tak tahu apa yang mesti dilakukan. Anak-anak dengan reflek menelan yang belum sempurna lebih mudah tersedak benda kecil, saat mereka tengah asyik mengeksplorasi dunia sekitarnya. Bisa jadi, Anda tak sedang mengawasinya saat ia memasukkan benda ke mulutnya, tiba-tiba Anda hanya melihatnya sedang terbatuk-batuk, sulit bernapas, atau pucat hingga kebiruan. Bagi anak yang lebih besar, mereka biasanya memegang tenggorokan sambil berusaha bernapas. Lebih berat lagi, mereka bisa tak sadarkan diri.

 

Oksigen berkurang

heiminfant0.jpgKetika seseorang tersedak, wajahnya akan berubah merah dan tampak berusaha untuk mengatur napas, pembuluh darah wajah juga akan terlihat jelas. Biasanya ia akan memegangi tenggorokan, sementara kulitnya makin pucat, bibir dan ujung telinga serta hidung menjadi kebiruan. Ini disebabkan jumlah oksigen yang dihirup berkurang

Yang harus dilakukan

Sebelum melakukan pertolongan pertama, katakan pada si anak setenang mungkin langkah apa yang akan Anda lakukan.

Pertama, perintahkan anak untuk membatukkan benda yang menyebabkan tersedak. Batuk yang cukup kuat diperlukan untuk mengeluarkan benda penyebab tersedak. Bila anak masih bisa bicara, Anda bisa lebih tenang karena umumnya mereka bisa mengeluarkan benda hanya dengan membatukkannya.

Jika dengan batuk, benda penyebab tersedak tidak juga bisa keluar. Mintalah ia batuk sambil membungkuk atau posisi kepala lebih rendah agar gaya gravitasi membantu ia mengeluarkan benda tersebut. Jika tidak berhasil juga, lakukan tindakan pertolongan dengan manuver Heimlich. Manuver Heimlich adalah tindakan yang dikenal dapat menolong orang yang tersedak

Manuver Heimlich untuk bayi kurang dari 1 tahun

  1. Baringkan bayi dengan wajah menghadap ke bawah dan jari-jari tangan kanan Anda menahannya di bahu dan leher bayi, dengan lengan bawah kiri sebagai landasan.
  2. Lalu berilah lima kali tepukan di punggungnya dengan tangan yang satunya.
  3. Jika ini gagal, balikkan badannya hingga wajahnya menghadap Anda, lalu dengan dua jari Anda, tekan sebanyak lima kali di tulang dada bagian bawah, kurang lebih satu jari dari garis yang dibentuk oleh kedua puting susu bayi.
  4. Periksa mulut dan ambil semua benda yang dapat Anda lihat.
  5. Ulangi sesering mungkin jika diperlukan.
  6. Bila bayi tidak sadar, mulailah resusitasi dan bawalah ke rumah sakit.

www.webmd.com heim-infant2.jpg

sumber: www.webmd.com

Manuver Heimlich untuk anak lebih dari 1 tahun dan dewasa

  1. Berdiri di belakang anak, carilah bagian bawah iganya.
  2. Letakkan telapak anda di perut anak di atas pusarnya dan buat kepalan. Bagian jempol berada pada perut anak.
  3. Letakkan telapak tangan sisi lain di atas kepalan.
  4. Tekan perut ke arah atas sampai benda terpental ke luar. Perhatikan kekuatan tekanan sesuai keadaan fisik anak.

heim-adult1.jpg heim-adult2.jpg

sumber: www.webmd.com

Referensi

  1. Choking: First aid. First Aid Guidelines available at HYPERLINK “http://www.mayoclinic.com” www.mayoclinic.com
  2. Buku pelatihan resusitasi untuk bayi dan anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia.2003
  3. Choking. Available at www.merck.com.

 

  • http://www.facebook.com/people/Titin-Prasetyo/100003100284361 Titin Prasetyo

    Penanaganan pertama dirumah sangat penting untuk keberhasilan penanangan selanjutnya di RS

  • http://www.facebook.com/people/Titin-Prasetyo/100003100284361 Titin Prasetyo

    Yang terdekat dengan korban harus bisa memberikan pertolongan pertama sebelum ke RS karna  sangat penting agar tdk terlambat dalam menyelamatkan nyawa….