Apakah Alergi Penyakit Keturunan ?

0

Masalah alergi pada anak masih sering diperbincangkan, banyak yang mempertanyakan penyakit yang satu ini. Apakah benar alergi hanya disebabkan oleh makanan tertentu, obat-obatan dan debu semata? Atau mungkinkan alergi merupakan penyakit keturunan? Berikut penjelasannya.

Apa yang dimaksud dengan alergi ?

Alergi berasal dari bahasa Yunani, Allon argon artinya reaksi yang berbeda atau menyimpang dari normal terhadap berbagai rangsangan/zat dari luar tubuh misalnya terhadap makanan, debu, obat-obatan dan sebagainya. Bagaimana dengan alergi atopik, apakah itu? Atopik berasal dari bahasa Yunani topos, artinya tempat, A-topos artinya tidak pada tempatnya. Dalam dunia kedokteran istilah ini artinya bakat terhadap terjadinya alergi yang diturunkan.

Siapa saja yang berisiko tinggi alergi ?

Bayi berisiko tinggi alergi dan menurut definisi AAP, bayi dengan risiko tinggi alergi adalah bayi dengan riwayat alergi yang kuat dalam keluarga, yaitu alergi pada kedua orangtua atau alergi pada salah satu orangtua dan minimal 1 saudara kandung. Bayi yang memenuhi kriteria tersebut memiliki risiko 40-60% untuk mengalami alergi di kemudian hari.

Berikut faktor risiko alergi:

  1. Bila memiliki riwayat keluarga alergi
  2. Bila seorang ibu hamil yang merokok atau berada di lingkungan perokok
  3. Anak tidak mendapat ASI atau hanya sebentar mendapatkannya
  4. Polusi
  5. Diet

Gejala Klinis


Gejala reaksi alergi biasanya muncul pertama kali pada masa kanak-kanak  dan dapat berlanjut hingga dewasa. Sekitar 20% anak usia < 1 tahun pernah mengalami reaksi terhadap makanan termasuk reaksi alergi. Dan disadari bahwa hal-hal yang terjadi pada masa anak-anak termasuk alergi, dapat mempengaruhi proses perkembangan anak sampai dewasa.

Sebagian besar  gejala alergi pertama kali mengenai saluran cerna, hal ini disebabkan saluran cerna merupakan tempat pertama kali kontak dengan makanan. Selain itu adalah bengkak dan gatal di bibir sampai lidah dan orofarings, nyeri dan kejang perut, muntah sampai diare berat dengan tinja berdarah.

Golongan makanan yang sering menimbulkan alergi:

  1. Susu sapi
  2. Telor
  3. Kacang-kacangan
  4. Seafood

Golongan makanan yang jarang menimbulkan alergi:

  1. Ayam
  2. Daging sapi
  3. Sayur-sayuran

Pengobatan dan pencegahan alergi makanan:

  1. Eliminasi makanan alergen. Ganti dengan makanan yang senilai untuk mencegah malnutrisi, dan umumnya alergi makanan akan menghilang dalam jangka waktu tertentu.
  2. ASI eksklusif. ASI merupakn produksi dari ibu, sehingga umumnya tidak mengandung protein asing yang dapat memicu reaksi alergi. Disamping itu, ASI memiliki kandungan IgA yaitu antibodi yang berguna melapisi dan melindungi saluran cerna bayi sehingga protein asing tidak mudah menembus ke aliran darah bayi. ASI juga mengandung bermacam-macam antibodi lain yang mampu melindungi bayi dari infeksi.
  3. Makanan pengganti ASI /susu formula, formula susu sapi yang sudah diproses: Hipoalergenik (untuk pencegahan), Non alergenik (untuk yang sudah alergi susu sapi).
  4. Menghindari asap rokok pada ibu hamil dan menyusui.
  5. Penggunaan obat anthistamin H1 dan H2.
Share.

About Author

Dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) - Divisi Imunologi-Alergi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM