Apakah Si Kecil Butuh Vitamin ?

0
[quote type=”center”]Si kecil susah makan atau terlalu kurus? Jangan-jangan karena kekurangan vitamin…[/quote]

Vitamin merupakan zat organik penting yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Vitamin terutama disuplai dari makanan dan diperlukan untuk berbagai reaksi metabolisme serta mempertahankan kesehatan tubuh. Melalui reaksi metabolisme, makanan dan minuman yang dikonsumsi akan dibentuk menjadi zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain untuk tumbuh dan mengganti sel-sel yang rusak. Pada anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh-kembang, kebutuhan akan zat-zat tersebut menjadi lebih besar. Oleh karena itu, agar proses metabolisme yang terjadi lebih cepat, maka dibutuhkan katalisator dan di sinilah vitamin diperlukan.

Pada dasarnya, vitamin dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Vitamin yang larut dalam air disimpan tubuh dalam jumlah terbatas dan sisanya dibuang. Pemberian vitamin larut dalam air dengan jumlah berlebihan, selain merupakan pemborosan juga mungkin akan menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Sedangkan vitamin yang larut dalam lemak dapat disimpan tubuh dalam jumlah banyak, namun apabila terlalu berlebih kemungkinan terjadinya toksisitas jauh lebih besar daripada vitamin larut air.

Vitamin vs nafsu makan

Dewasa ini, orang sering berpikir bahwa anak yang kekurangan vitamin akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan mudah terkena penyakit. Pandangan inilah yang mendorong banyak orang tua memberikan aneka macam vitamin pada sang buah hati. Bahkan sering kita temui para orang tua yang memberikan vitamin pada anaknya yang sulit makan. Padahal, hilangnya nafsu makan anak bisa disebabkan banyak hal, seperti karena sakit tenggorokan, sariawan, gigi tumbuh, atau karena flu. Terkadang, pemberian vitamin yang berlebihan justru bisa membuat anak kehilangan nafsu makan misalnya vitamin C atau asam askorbat. Konsumsi asam yang berlebih akan menyebabkan perut perih dan jika anak makan tidak teratur bisa terjadi luka di lambung. Tetapi hal ini lebih sering dialami oleh orang dewasa dan jarang terjadi pada anak kecil.

Makanan, sumber vitamin terbaik

Manusia tidak dapat mensintesa vitamin dalam tubuhnya kecuali vitamin D pada kulit, nicotinamide, dan tryptophan. Hampir semua vitamin didapat dari luar dan sumber vitamin terbaik adalah makanan. Oleh karena itu, anak yang makanannya bergizi dan bermutu baik tentunya sudah mendapat cukup asupan vitamin. Dalam bahan makanan, vitamin pun ada yang masih berbentuk calon vitamin (provitamin) dan yang sudah jadi vitamin. Apabila masih dalam bentuk provitamin, maka enzim dan hormon dalam tubuh, atau bakteri dan zat lain di luar tubuh (sinar matahari) akan mengubahnya menjadi vitamin.

vegetable

image : womenover40health.com

Sayur dan buah-buahan merupakan sumber vitamin terbaik. Sayangnya banyak anak-anak sering menyisihkan keduanya dari piring. Hal ini tentunya kerap membuat orang tua bingung. Tapi cobalah bertanya pada buah hati Anda apa penyebab mereka menolak “makanan hijau” tersebut. Jika jawaban mereka karena tidak menyukai bentuknya, orang tua bisa mengkreasikan ke bentuk lain misalnya dihaluskan kemudian dicetak dengan bentuk yang lucu.

Jika masalahnya karena rasa atau warna, maka orang tua dapat menambahkan rasa dari makanan lain atau mengkombinasikan warna sayuran tersebut dengan sayuran lain. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahannya. Vitamin yang terkandung dalam sayuran bisa rusak karena proses pemanasan waktu memasak atau karena pengolahan yang tidak benar. Buah-buahan juga jangan lupa dicuci terlebih dahulu sebelum dikupas.

Apabila untuk sementara waktu si kecil belum mau mengkonsumsi sayuran, orang tua dapat memberikan mereka multivitamin. Jangan lupa perhatikan komposinya. Namun, jangan jadikan suplemen vitamin sebagai kebutuhan primer bagi anak. Vitamin memang penting, namun kebutuhannya tidaklah banyak. Yang utama, penuhilah kebutuhan masa tumbuh-kembang sang buah hati dengan makanan alami yang bermutu dan bergizi seimbang.

Referensi :

  1. Anonim, 1999, 10 Reasons Why you Need to Take Vitamin Supplements, American Journal of Clinical Nutrition (Am. J Clin Nutr), 69.
  2. Simon, H., 2006, What are vitamin and carotenoid and what are the edverse effect of deficiencies and overdose, Nidus Information Service Inc.
Share.

About Author