Awas, Meningitis Mengancam Buah Hati Anda

Awas, Meningitis Mengancam Buah Hati Anda

Penyakit meningitis merupakan ancaman terhadap anak-anak karena dapat menyebabkan kematian pada penderitanya sampai angka 50 % dan apabila dapat sembuh, sering terjadi gejala sisa dari penyakit meningitis berupa lumpuh, tuli, epilepsi serta retardasi mental.

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak (meninges) yang mengelilingi sumsum otak dan tulang belakang, biasanya disebabkan oleh infeksi. Peradangan yang terkait dengan meningitis sering memicu gejala penyakit, termasuk sakit kepala, demam dan leher kaku pada anak di atas usia 2 tahun. Sebagian besar kasus meningitis disebabkan oleh infeksi virus, namun bisa juga disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur. Tergantung dari penyebabnya, meningitis dapat sembuh dalam beberapa minggu, atau bisa jadi darurat yang mengancam nyawa.

Jika Anda mencurigai adanya gejala meningitis, segera hubungi dokter. Semakin cepat ditangani dapat mencegah terjadinya komplikasi yang buruk.

Gejala meningitis

Mereka yang berusia di atas 2 tahun:

  1. Demam tinggi
  2. Sakit kepala parah disertai leher kaku
  3. Mual muntah
  4. Sulit berkonsentrasi
  5. Kejang
  6. Mengantuk dan malas bangun
  7. Sensitif terhadap cahaya
  8. Hilang nafsu makan dan minum
  9. Kadang disertai ruam kulit

Pada bayi baru lahir

Pada bayi tidak ada gejala khas seperti sakit kepala dan kaku leher. Gejala yang ada antara lain:

  • demam tinggi
  • sering menangis dan susah berhenti
  • kelihatan mengantuk
  • tidak aktif dan kelihatan lesu
  • ubun-ubun tampak menonjol
  • tubuh cenderung kaku
  • tangisan melengking
  • kelihatan tidak nyaman

Apabila orang tua mendapati anak dengan gejala tersebut disertai demam yang tidak juga turun  walaupun sudah diberi obat penurun panas, ditambah lagi anak tampak lemas, sebaiknya segera membawa sang buah hati ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang intensif. Karena penyakit meningitis perlu segera mendapat pertolongan. Jika berdasarkan pemeriksaan ternyata anak terbukti positif menderita meningitis, maka pemberian antibiotik adalah tindakan terbaik.

Penularan meningitis terutama yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri dapat melalui pernapasan, sekresi tenggorokan (seperti batuk atau mencium), walaupun tidak semenular penyakit influenza.  Penyakit ini lebih rentan diderita bayi < 2 tahun ataupun lansia > 65 tahun, karena mereka biasanya mempunyai daya tahan tubuh yang lebih rendah.

Tidak ada cara lain untuk memastikan penyebab meningitis, kecuali dengan melakukan spinal fluid testing yang disarankan dokter.

  • jika penyebabnya virus, maka penyakit akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari
  • jika disebabkan oleh bakteri, ini berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Dokter biasanya segera meresepkan antibiotik. Jika terlambat ditangani dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, bahkan menyebabkan kematian.

Kebanyakan meningitis disebabkan oleh infeksi virus tetapi waspadai infeksi bakteri karena menyebabkan banyak kerusakan otak. Beberapa kasus meningitis juga dapat disebabkan oleh jamur. Mengidentifikasi penyebab meningitis merupakan langkah penting penanganan meningitis.

Untungnya saat ini telah tersedia vaksinasi untuk mencegah penyakit meningitis. Vaksin yang telah dikenal di Indonesia sebagai pencegahan terhadap penyakit meningitis antara lain : Haemophilus influenza type B (Hib) serta Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7). Pemberian vaksin meningitis sendiri mulai dapat diberikan sejak bayi berusia 2 bulan serta diberikan berbarengan dengan pemberian vaksinasi lainya. Untuk informasi lebih jelas mengenai vaksin meningitis ini dapat menghubungi dokter anak terdekat.

  • Tiwul71

    Dokter, kalau belum pernah imunisasi HIB, bagaimana dok, apa perlu imunisasi bila anak sudah berusia 7 thn? tq

  • Marshalie88

    info yang sangat bermamfaat..thx u…