Bayi perlu sekolah?

Bayi perlu sekolah?

Bukan jamannya lagi bayi menghabiskan waktu di boks tidurnya atau bermain-main di rumah bersama eyangnya. Kini si kecil pun bersekolah. Wah!

“Sayang sekali, kalau hari Senin dan Kamis aku nggak bisa diganggu, aku harus antar Dion ke sekolah,” kata Riri saat sahabat SMA-nya mengajaknya bertemu.

Bukan hal aneh memang seorang ibu mengantar anaknya ke sekolah, namun tak perlu heran jika kemudian kita mengetahui bahwa usia anaknya ternyata masih hitungan bulan.

Sewaktu kita masih kecil, usia sekolah biasanya dimulai pada usia 4 atau 5 tahun yaitu Taman Kanak-kanak (TK), bahkan sebagian orang malah langsung ke Sekolah Dasar sebagai jenjang pendidikan awal. Hanya saja, beberapa tahun ke belakang ini marak institusi pendidikan prasekolah yang menawarkan berbagai macam program, salah satunya adalah kelas untuk bayi, dimulai dari bayi berusia 6 bulan hingga dua tahun. Timbul pertanyaan bagi orangtua, apa sih yang diajarkan pada bayi yang masih sebegitu kecil? Apakah perlu menyekolahkan bayi?

Masa bayi adalah dua tahun pertama dalam kehidupan anak. Mengapa dua tahun, karena biasanya setelah dua tahun anak sudah lebih mandiri dan relatif telah berhasil menguasai dirinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa setelah ulang tahunnya yang kedua, bayi sudah dapat dikatakan masuk ke masa kanak-kanak awal.

sekolah-bayi.jpgSatu tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan masa perkembangan yang pesat, baik dalam perkembangan fisik, sosial maupun emosional. Dari segi fisik diharapkan bayi sudah dapat memenuhi setiap tahap perkembangannya seperti mulai dapat tengkurap pada usia 4-5 bulan, merangkak di usia 8-9 bulan kemudian sudah mulai berjalan di usia 1 tahun dan seterusnya. Di usia ini, bayi juga sudah mulai menampilkan keterampilan bahasanya seperti babbling, bayi sedang melatih alat-alat bicaranya. Oleh karena itu, penting memberikannya stimulasi dengan mengajaknya berbicara.

Dari sisi sosial, bayi sudah mulai memperlihatkan ketertarikannya bersosialisasi dengan bayi lain, mulai merasa tidak nyaman jika berada di lingkungan atau didekati orang yang tidak ia kenal. Bayi merasa nyaman jika berada di dekat orang yang dikenalnya, perasaan nyaman ini membuatnya bebas untuk bereksplorasi dengan lingkungannya. Terdapat sejumlah pola emosional tertentu yang umum pada bayi. Seperti marah, takut, rasa ingin tahu dan juga gembira. Bayi dengan dominasi emosi senang akan berada dalam kondisi yang lebih baik dan memiliki penyesuaian diri yang juga lebih baik.

Bermain, belajar, stimulasi

Biasanya sekolah bayi menekankan pada pelatihan otot-otot kaki untuk mempersiapkan bayi berjalan melalui permainan. Orangtua pun mendapat tips mengenai permainan-permainan apa yang dapat diterapkan di rumah. Sekolah bayi juga biasanya diringi oleh musik ceria yang dapat membangkitkan semangat anak. Oleh karena itu, bayi yang bersekolah selalu didampingi oleh orangtua atau pengasuhnya selain membuat bayi tetap merasa nyaman, ini merupakan juga sarana bagi orangtua dan pengasuh untuk belajar bagaimana menstimulasi anak.

Sekolah bayi hanyalah salah satu pilihan untuk dapat membantu anak bereksplorasi namun itu bukanlah hal yang utama. Yang terpenting adalah bagaimana stimulasi dan lingkungan yang edukatif yang bisa diterima bayi di rumah. Kehidupan bayi berpusat di sekitar rumah, maka di rumahlah diletakkan dasar perilaku dan sikap sosialnya kelak.

Di rumah juga bisa

Sekolah bayi bukan satu-satunya sarana untuk membuat si kecil lebih pandai dalam kemampuan sensorik dan motoriknya. Anda bisa juga melakukan stimulasi di rumah:

  1. Ajaklah bayi bermain permainan yang melatih motoriknya seperti memanjat tangga untuk melatih visual motornya. Terbukti bahwa latihan akan membawa dampak positif.
  2. Berilah semangat dan respon positif pada tingkah laku eksploratifnya, hal ini menjadikannya lebih percaya diri dan berani untuk mengeksplorasi dunianya.
  3. Ajaklah bayi Anda ke acara atau tempat di mana ia bisa bertemu orang lain. Kenalkan pula ia pada bayi lain, bayi sudah memiliki minat dan ketertarikan pada bayi lain.
  4. Sering-seringlah membacakan cerita pada bayi, selain menumbuhkan minat baca, kemampuan bahasanya juga bertambah dengan mendengarkan berbagai macam kosakata baru. Selain itu jangan lupa untuk mengajaknya bicara.
  5. Berikanlah mainan-mainan yang menstimulasi panca inderanya, seperti mainan berwarna-warni, bertekstur, berbagai bentuk dan ukuran. Berikan pula mainan yang merangsangnya untuk bergerak, seperti mengejar bola yang menggelinding.

Sekolah bayi bukanlah satu-satunya pilihan untuk menciptakan anak yang sehat dan eksploratif. Bagi bayi sendiri setiap hal yang ia temui setiap hari adalah pengalaman yang sangat berharga dan dari orangtuanya lah bayi belajar berbagai macam hal.

Referensi

  1. Hurlock, Elizabeth. B.:  Developmental Psychology “A Life span approach”, fifth Ed, Mc. Graw-Hill. Inc, 2000.
  2. Armstrong, Thomas: Setiap anak cerdas. “Panduan membantu anak belajar dengan memanfaatkan Multiple Intelligencenya”, PT. Gramedia, Jakarta, 2003