Cara Cerdas Kenalkan Makanan Padat Pertama

0
[quote type="center"]Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan pertama bayi.[/quote]

 

Sejak tahun 2001, Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Setelah 6 bulan, si kecil mulai membutuhkan makanan padat, seiring  dengan mulai matangnya sistem pencernaan.

Kebanyakan bayi mulai memperhatikan apa yang dimakan oleh orang-orang di sekitarnya sejak usia 6 bulan. Kapan saat tepat untuk memulai makanan padat ?

  1. bayi mulai mencoba menggapai makanan di sekitarnya,
  2. dapat duduk dan mengendalikan kepala dan leher,
  3. tidak terdapat refleks mendorong makanan keluar mulut.

Makanan padat yang diberikan sebelum usia 6 bulan dapat mengakibatkan bayi kelebihan makan dan konsumsi ASI menjadi rendah. Sebaliknya bila diberikan terlalu lambat, bayi akan sulit belajar untuk mengonsumsi makanan dengan berbagai tekstur dan rasa.

Pelajaran pertama bagi bayi saat memakan makanan padat pertamanya adalah tekstur dan rasa makanan tersebut. Pada dasarnya tidak ada aturan mengenai rasa dan konsistensi makanan apa yang harus diberikan, namun hindari makanan yang harus dihaluskan di dalam mulut sebelum bayi mempunyai gigi geraham. Bayi yang terbiasa mendapatkan ASI lebih mudah menerima berbagai rasa makanan dibandingkan dengan mereka yang terbiasa mendapat susu formula.

Unsur makanan yang penting ditambahkan pada saat ini ialah zat besi. Untuk memperkenalkan makanan padat pertama kali, sebaiknya menggunakan sereal karena lebih jarang menimbulkan reaksi alergi. Sereal yang paling baik ialah yang telah difortifikasi dengan zat besi. Sereal dapat mulai diberikan dengan mencampurkan bubur susu dengan ASI atau susu formula.

Dalam beberapa bulan pertama, upayakan bayi telah mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan. Namun, upayakan mengenalkan makanan satu per satu, setidak-tidaknya dengan interval waktu 2 hari sehingga mudah mengetahui makanan yang menimbulkan alergi. Tanda dan gejala alergi yang sering timbul ialah diare, muntah, nyeri perut, eksim, atau bayi pilek yang berlangsung terus menerus. Jika bayi alergi terhadap suatu jenis makanan, catat makanan tersebut, hindari memberikannya, dan konsultasikan kepada dokter anak.

Hal yang perlu dipersiapkan oleh orang tua saat mengenalkan makanan pertama kali ialah siapkan kesabaran serta pilih waktu yang cukup luang. Ibu yang menyusui umumnya memilih sore hari saat produksi ASI-nya paling sedikit. Lihat pula keadaan anak, orang tua harus melihat keadaan anak saat memilih waktu yang tepat.

Jika anak terlihat rewel atau lelah, orang tua harus menunda pemberian makanan hingga anak terlihat senang dan bersemangat. Yang harus diingat ialah perut bayi berukuran kecil sehingga membutuhkan makanan dalam jumlah sedikit namun sering. Mulai dengan memberikan 1 – 2 sendok teh (5-10ml) lalu tingkatkan perlahan saat bayi mulai menerimanya.

Persiapan untuk waktu makan

Berhadap-hadapan dengan bayi saat memberi makan Letakkan bayi di kursi yang agak tinggi, duduk tegak, menghadap ke depan. Gunakan sabuk pengaman untuk menjaga bayi tetap pada posisinya di kursi yang tinggi tersebut. Duduk sehingga anda saling berhadapan
Biarkan bayi yang memimpin Biarkan bayi yang memimpin saat makan. Tunggu bayi membuka mulutnya saat anda menawarkan makanan
Bayi yang mengatur kecepatan makan Biarkan bayi mengatur ritme makannya. Makan sesuai dengan kecepatan yang diinginkan bayi. Berhenti memberikan makan saat bayi menunjukkan tanda kekenyangan. Jangan paksakan bayi untuk makan
Bayi bermain dengan makanan Bayi suka memegang dan merasakan makanan baru untuk mengenal makanan tersebut. Biarkan bayi membuat sedikit kekacauan saat belajar makan dengan jari
Perlahan-lahanlah saat memberikan makanan yang baru Jangan merasa khawatir jika bayi menolak, atau tampak tidak menyukai mkananan tersebut saat pertama kali. Coba lagi memberikan makanan tersebut beberapa hari kemudian. Beberapa bayi berhati-hati saat makan dan membutuhkan waktu untuk percaya bahwa makanan itu baik-baik saja untuk dimakan. Terus perkenalkan bayi dengan makanan yang baru namun jangan lupakan makanan yang ia sukai sebelumnya.

 

Tanda seorang anak lapar
  • Bersemangat saat diletakkan di kursi tinggi
  • Menghisap atau mengecapkan bibir
  • Membuka mulut saat melihat makanan
  • Meletakkan tangan ke dalam mulut atau menangis
  • Bergerak maju atau berusaha menggapai makanan

 

Tanda seorang anak kenyang
  • Memalingkan muka saat melihat sendok
  • Menutup mulut saat melihat sendok
  • Menutup mulut dengan tangan
  • Menolak sambil menangis
  • Tertidur

 

Referensi :

  1. Feeding baby solid foods – From 6 to 12 months of ages. Alberta publication. 2008.
  2. Starting solid foods. American Academy of Pediatrics. 2008
Share.

About Author