Sunday, March 14, 2010

Site Search

Archive for the ‘pendidikan, psikologi dan psikiatri’ Category

Skrining untuk mengetahui autisme

cmclogo100.jpgBila anak mengalami gejala yang mengarah ke Autisme, jangan tunggu. Segera cari pertolongan. Terapi sebaiknya dilakukan walau diagnosis belum ditegakkan dengan pasti. Bila terapi dilakukan sejak dini, hasilnya akan jauh lebih baik dibandingkan bila anak sudah berumur 5 tahun lebih.

Kriteria diagnosis ADHD

malas-makanADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

A.    1 atau 2

1.    Enam (atau lebih) gejala inatensi/ gangguan konsentrasi yang menetap 6 bulan atau lebih dengan derajat berat dan tidak sesuai dengan umur perkembangan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter

Skrining untuk sindrom Asperger

mogok-sekolah2Sindrom Asperger makin lama makin banyak dijumpai. Umur diketahuinya sindrom Asperger lebih tua dibandingkan anak yang mengalami autisme, biasanya pada saat anak mulai bersekolah di pre-school atau SD. Jadi kira-kira umur 4-7 tahun. Pada anak yang masih lebih kecil, sindrom Asperger sulit diketahui.

Anak yang mengalami sindrom Asperger menunjukkan gangguan interaksi sosial dan gangguan perilaku seperti pada autisme, tetapi kemampuan komunikasinya jauh lebih baik. Anak-anak ini seringkali memperlihatkan gangguan motorik, misalnya clumsy, sering jatuh sendiri, kurang mampu berolahraga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter

Seimbangkan Otak Kanan dan Kiri

Tahukah Anda bahwa kedua belahan otak kita mengatur fungsi yang berbeda?

Profesor Robert Orsntein dari Universitas California menyelesaikan penelitian yang hasilnya mempertegas perbedaan aktivitas-aktivitas yang dikendalikan oleh kedua belahan otak tersebut.
Ornstein menemukan bahwa apabila belahan otak yang “sering dipakai” dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang “jarang dipakai”, maka akan tercipta kemampuan dan efektifitas otak yang jauh lebih besar (tinggi).