bayi kuning...

Discussion in 'Jual beli dan promosi' started by Jobaja3raja, 31/8/07.

  1. Jobaja3raja Moderator

    Message Count:
    1.314
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    Ikterus neonatorum (bayi baru lahir berwarna kuning) adalah kondisi munculnya warna kuning di kulit dan selaput mata pada bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaput mata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia).

    :: :: :: ANGKA KEJADIAN :: :: ::
    Warna kekuningan pada bayi baru lahir adakalanya merupakan kejadian alamiah (fisologis), adakalanya menggambarkan suatu penyakit (patologis).
    Bayi berwarna kekuningan yang alamiah (fisiologis) atau bukan karena penyakit tertentu dapat terjadi pada 25% hingga 50% bayi baru lahir cukup bulan (masa kehamilan yang cukup), dan persentasenya lebih tinggi pada bayi prematur.

    Disebut alamiah (fisiologis) jika warna kekuningan muncul pada hari kedua atau keempat setelah kelahiran, dan berangsur menghilang (paling lama) setelah 10 hingga 14 hari.Ini terjadi karena fungsi hati belum sempurna (matang) dalam memproses sel darah merah.
    Selain itu, pada pemeriksaan laboratorium kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah tidak melebihi batas yang membahayakan (ditetapkan).

    :: :: :: PARAMATER :: :: ::
    Ada beberapa batasan warna kekuningan pada bayi baru lahir untuk menilai proses alamiah (fisiologis), maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit (patologis), agar kita lebih mudah mengenalinya.

    Secara garis besar, batasan kekuningan bayi baru kahir karena proses alamiah (fisiologis) adalah sebagai berikut:

    * Warna kekuningan nampak pada hari kedua sampai hari keempat.
    * Secara kasat mata, bayi nampak sehat
    * Warna kuning berangsur hilang setelah 10-14 hari.
    * Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah kurang dari 12 mg%.


    Adapun warna kekuningan pada bayi baru lahir yang menggambarkan suatu penyakit (patologis), antara lain:

    * Warna kekuningan nampak pada bayi sebelum umur 36 jam.
    * Warna kekuningan cepat menyebar kesekujur tubuh bayi.
    * Warna kekuningan lebih lama menghilang, biasanya lebih dari 2 minggu.
    * Adakalanya disertai dengan kulit memucat (anemia).
    * Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah lebih dari 12 mg% pada bayi cukup bulan dan lebih dari 10 mg% pada bayi prematur.


    Jika ada tanda-tanda seperti di atas (patologis), bayi kurang aktif, misalnya kurang menyusu, maka sebaiknya segera periksa ke dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

    Disamping itu, beberapa kondisi yang dapat beresiko terhadap bayi, antara lain:

    * Infeksi yang berat.
    * Kekurangan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase(G 6 PD).
    * Ketidaksesuaian golongan darah antara ibu dan janin
    * Beberapa penyakit karena genetik (penyakit bawaan atau keturunan).


    :: :: :: BAGAIMANA TERJADINYA ? :: :: ::
    Tentu kita bertanya-tanya, bagaimana warna kekuningan dapat terjadi, baik pada proses alamiah (fisiologis) maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit?
    Pada dasarnya warna kekuningan pada bayi baru lahir dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain:

    * Proses pemecahan sel darah merah (eritrosit) yang berlebihan.
    * Gangguan proses transportasi pigmen empedu (bilirubin).
    * Gangguan proses penggabungan (konjugasi) pigmen empedu (bilirubin) dengan protein.
    * Gangguan proses pengeluaran pigmen empedu (bilirubin) bersama air.


    Gangguan pada proses di atas (dan proses lain yang lebih rumit) menyebabkan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah meningkat, akibatnya kulit bayi nampak kekuningan.

    :: :: :: PENGOBATAN :: :: ::
    Pada bayi baru lahir dengan warna kekuningan karena proses alami (fisiologis), tidak berbahaya dan tidak diperlukan pengobatan khusus, kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya.
    Prinsip pengobatan warna kekuningan pada bayi baru lahir adalah menghilangkan penyebabnya.
    Cara lain adalah upaya mencegah peningkatan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah. Hal ini dapat dilakukan dengan:

    * Meningkatkan kemampuan kinerja enzim yang terlibat dalam pengolahan pigmen empedu (bilirubin).
    * Mengupayakan perubahan pigmen empedu (bilirubin) tidak larut dalam air menjadi larut dalam air, agar memudahkan proses pengeluaran (ekskresi), dengan cara pengobatan sinar (foto terapi).
    * Membuang pigmen empedu (bilirubin) dengan cara transfusi tukar.

    :: :: :: ANJURAN :: :: ::
    Meski disebutkan bahwa bayi kuning sebagian besar diantaranya karena proses alami (fisiologis) dan tidak perlu pengobatan, seyogyanya para orang tua tetap waspada, mengingat bayi masih dalam proses tumbuh kembang. Karenanya, konsultasi kepada dokter atau dokter spesialis anak adalah langkah bijaksana.
  2. LoveBaby

    Message Count:
    151
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Yup obatnya ada yang paling gampang, d i j e m u r !
  3. nimas

    Message Count:
    309
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    <FONT="Comic Sans MS">sepertinya kalo cuman dijemur kurang efektif deh, yang lebih efektif lagi bayi disinar selama 2 ato 3 minum asi sebanyak2nya baru bilirubin bisa bener2 turun.( ini sih menurut pengalaman 2 anakku ). maaf kalo tidak berkena.




    <U>Nimas</U>
    Emaknya Atha</FONT>
  4. mama_kesia

    Message Count:
    422
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
  5. Maharanie23

    Message Count:
    4
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Betul itu Nimas...

    Waktu Kenji lahir kondisinya tidak "bayi kuning"...tapi karna musim hujan n otomatis jarang dijemur sinar matahari jadi memang kelihatan kuning... lalu waktu kontrol ke DSA, Dokter juga bilang begitu (waktu itu usianya 6 hari mau imunisasi BCG,Hepatitis&Polio)...trus sy kan bingung...dimana mo' ngejemurnya?...lalu DSA-nya bilang "kasih ASI aja sesering mungkin"...saya ikuti anjurannya,akhirnya kondisi bayi saya baik-baik aja..n kuningnya hilang dengan sendirinya...

    Salam dari Mamanya Kenji...:)
  6. LoveBaby

    Message Count:
    151
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
  7. nimas

    Message Count:
    309
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    <FONT="Comic Sans MS">maaf2, masalahnya ke2 anakku bilirubinnya udah rendah banget dan harus dirawat untuk terapi sinar selama 3 hari. dijemur sudah gak mempan lagi.




    <U>Nimas</U>
    Emaknya atha</FONT>
  8. ecila

    Message Count:
    24
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Dear Nimas,

    Maksudmu mungkin bilirubinnya udah tinggi banget kali ya? :)

    Ketiga anakku juga begitu semua. Yang kedua paling parah sampai 16,9.

    Kata DSAnya semua itu karena gol darah mereka tidak sama dgnku.
    Sebenarnya ini salah satu faktor, tapi faktor lain kayaknya tidak relevan untuk kasusku, misalnya: minum jamu2an waktu hamil, ada kelainan darah spt thalasemia dlm keluarga.

    cheers ;)
  9. nimas

    Message Count:
    309
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    maap2, salah tulis lagi.............:swoon:



  10. Hardiono Pusponegoro Administrator

    Message Count:
    2.649
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    Nimas.. maumu diterima:senyum

    mau sharing aja.. dulu olive gak pernah dijemur... jadi deh sekarang tiap kena sinar matahari langsung meleleh alias berkeringat:senyum
  11. yolan

    Message Count:
    492
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Nah, mau nanya donk ke dokter dan mama2 disini.

    Empat tahun yang lalu waktu keponakanku masih bayi, dia lahir prematur, lalu bilirubin tinggi, kuning, disinar tiap hari di RS. Lalu untuk mengurangi kuningnya sebaiknya khan pasokan air ke anak banyak, so dikasih ASI terus oleh mamanya. Nah, semakin dikasih ASI semakin kuning si bayi. Lalu DSA nya waktu itu mengatakan bahwa ada ASI yang bisa menyebabkan anak menjadi kuning. Akhirnya keponakanku dikasih sufor dech, kasian ya, dan herannya memang kuningnya lama2 hilang.

    Nah, pertanyaanku, apakah memang bisa terjadi demikian, ASI untuk sebagian orang bisa menyebabkan anak menjadi kuning ? Ilmiahnya bagaimana ya ?

    Thanks
  12. Bunda_Mytha

    Message Count:
    508
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    Yolan,..

    Sorry,..mau tanya,..saudaranya minum jamu2an gak?

    Soalnya kalo iya,..berarti asinya sudah terkontaminasi dengan jamu2 tersebut,... yang aku tahu, jamu2an ini sering mengakibatkan bayi menjadi kuning,...

    Dulu waktu melahirkan mytha aku dikasih tahu oleh dokter maupun perawat agar tidak meminum jamu2an tersebut...

    Justru,..Asi sangat bagus untuk mengatasi masalah bayi kuning tersebut,.. Mytha dulu juga sempat kena kuning,..Alhamdulillah setelah diberikan Asi, bilirubinnya menjadi turun...

    Maaf,..kalo belum bisa jawab secara ilmiah...:senyum
  13. mamiandrew Moderator

    Message Count:
    1.415
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Masa sih, ASI bisa menyebabkan bayi kuning :confused:

    Yang saya pernah dengar, kalau Ibu menyusui tidak boleh minum jamu katanya sih bisa menyebabkan bayinya kuning.
    Kan biasanya Ibu2 yang habis melahirkan suka minum jamu 40 hari bersalin.

    Dulu habis melahirkan kedua jagoan, saya tetap minum jamu dan tetap kasih ASI. Sampai sekarang kedua jagoan baik2 saja.

  14. yolan

    Message Count:
    492
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Bener juga Bumyth & Mami....makasih yach.....tampaknya kuning bukan karena ASI tuh tapi karena bayinya lahir prematur.
    Ngepasin aja d kayaknya karena memang kuningnya lama hilangnya meski udah disinar dan sampe keluar masuk RS.
    Klo minum jamu sih kayaknya gak, tapi kayaknya minum obat cina pien che huang itu d. Itu juga semacam jamu kali ya.....
    Wah, untung donk aku kagak percaya begitu aja saat Michelle bayi, jadi aku tetep kasih ASI dan memang setelah rutin dijemur sih udah gak kuning lagi.
    So... ASI tetap yang terbaik untuk bayi yach.... HIDUP ASI.
  15. shishie

    Message Count:
    563
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    ini jabaran dari postingan majo di atas....

    <B]* Infeksi berat</B]
    Infeksi yang berat dapat meningkatkan proses pemecahan sel darah merah hingga bayi tampak kuning. Infeksi berat yang dimaksud adalah infeksi di mana kuman atau mikroorganisme penyebab infeksi tersebut sudah menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Jadi, bukan infeksi yang terbatas di satu area saja, semisal di tenggorokan atau telinga.

    <B]* Kekurangan enzim G 6 PD (glukosa-6-fosfat dehidrogenase).</B]
    Enzim ini dibutuhkan oleh rangkaian reaksi yang berfungsi menghasilkan sumber energi bagi sel darah merah agar bisa menjalankan fungsi metabolismenya. Bila sel darah merah kekurangan enzim ini, energi pun berkurang. Akibatnya, sel darah merah akan mudah pecah atau rusak.

    <B]* Beda golongan darah dengan ibu</B]
    Ketidakcocokan golongan darah dapat terjadi bila ibu rhesus negatif dan anaknya rhesus positif atau bila ibu golongan darah O dengan bayi golongan darah non-O. Namun demikian biasanya perbedaan ini sudah sejak awal diketahui dokter kandungan hingga dapat dilakukan antisipasi yang diperlukan guna mencegah terjadinya peningkatan bilirubin indirek yang drastis. Di lain pihak, pada ketidakcocokan golongan darah O, bila perlu dokter mempertimbangkan transfusi tukar/ganti darah (exchange transfusion).

    <B]* Penyakit genetik</B]
    Ada beberapa penyakit karena genetik di mana organ hati tak punya enzim untuk mengubah bilirubin indirek menjadi bilirubin direk. Namun kondisi seperti ini relatif jarang terjadi.
  16. yolan

    Message Count:
    492
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Menyambung obrolan ttg ASI bisa buat bayi kuning...... *yang akhirnya gak diketahui ilmiahnya bagaimana sehingga aku pun tak bisa percaya*

    Nah, aku dikasih tau kakakku bahwa ternyata diagnosanya waktu itu adalah BREAST MILK JAUNDICE. Jadi bener2 bayi kuning karena ASI Ibu.
    Katanya ini biasa terjadi pada Etnis Tionghoa.

    Apa memang ada hal semacam itu ya doc ? Tolong dibantu kasih pencerahan yach...

    Thanks
  17. loli106

    Message Count:
    111
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    mgkn karena org china banyak makan obat pas abis melahirkan?yg namanya ciak po lah atau pen tzhe huang lah,,,,?
  18. Jobaja3raja Moderator

    Message Count:
    1.314
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    ciak po = artinya mengkonsumsi sesuatu yg po (panas) guna mengembalikan energi yang hilang, disini berarti tidak makan makanan yang membuat badan dingin

    pen tzhe huang = bisa mengencerkan darah, biasa digunakan untuk orang yang hendak dioperasi atau pasca operasi

    diduga memang karena ibu2 dari etnis tionghoa banyak mengkonsumsi jamu atau ramuan obat sehingga ketika bayi lahir, birilubin nya tidak dapat terurai sehingga menyebabkan bayi kuning

    tapi sekali lagi itu baru praduga tak bersalah sebabnya ada yang tidak mengkonsumsi pien tze huang, an ta yo, suhap pho liong dsb dst tetap saja bayinya kuning...
    dan ini tidak terjadi dikalangan etnis tionghoa tapi juga dari kalangan etnis mana saja

    <U]untuk loli106</U], lebih baik posting dengan bahasa baku / bahasa indonesia yang benar, apabila ada istilah2 yang tidak biasa dipergunakan, harap beri keterangan, guna mencegah kesalahpahaman yang bisa terjadi

    disini adalah forum komunitas segala etnis, kami para admin dan momod berusaha sebaik mungkin mencegah terjadinya posting yang menjurus ke arah S.A.R.A , untuk itu bagi para member diharap membaca dan menjalankan <url=http://www.anakku.net/forum/showthread.php?t=682]peraturan forum </url]
  19. Hardiono Pusponegoro Administrator

    Message Count:
    2.649
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    Bayi kuning penyebabnya banyak seperti yang sudah ditulis Majo.
    Prinsipnya:
    <LIST=1>
    <*>Kalau kuning terjadi hari pertama atau kedua, agak berbahaya bagi bayi apalagi kalau kenaikan bilirubin sangat cepat. Misalnya hari pertama bilirubin sudah 5, hati2 akan naik terus, kadang perlu ditukar darahnya (tentunya sesuai penyebabnya, misalnya ketidak cocokan golongan darah, kurang enzim G6PD dll.)
    <*>Bahaya bilirubin terutama pada hari-hari pertama. Kalau bilirubin masuk otak, terjadi kern icterus. Bayi kejang2 dan cacat permanen.
    <*>Kuning hari ke 3-5 dengan bilirubin kurang dari 15 paling sering disebabka "ikterus fisiologis." Terjadi secara alamiah karena pemecahan Hb yang alamiah menghasilkan bilirubin. Seringkali tidak di-apa2kan juga baik sendiri. Dokter lebih senang memberi terapi lampu biru.
    <*>Yang cukup sering ditemukan adalah kekurangan enzim G6PD. Bayi dipulangkan dari rumah sakit, lalu di rumah terpapar kamper, jadi kuning deh. Kalau ada kekurngan G6PD, atau pulang dari RS dengan keadaan masih kuning sedikit, hati2 dengan kamper.
    <*>Kalau masih kuning setelah umur 2 minggu bisa serius (misalnya ada gangguan fungsi hati), bisa juga karena "Breast Milk Jaundice." Bayi yang masih kuning setelah 2 minggu memerlukan evaluasi dulu sebelum dapat disebut sebagai breast milk jaundice.
    <*>Kalau karena breast milk jaundice, bilirubin tetap tinggi misalnya 15 setelah minggu kedua, ASI terpaksa dihentikan sebentar. Dalam beberapa hari bilirubin akan turun, lalu beri ASI lagi. Kadang setelah ASI diberikan lagi, bilirubinnya naik lagi tapi tidak apa-apa. Anaknya sehat saja.
    <*>Tidak ada bukti bahwa dijemur sinar matahari dapat menurukan bilirubin. Ini pendapat turun temurun yang tidak benar.
    <*>Apa jamu dll bisa menyebabkan bilirubin tinggi? Tidak ada bukti yang jelas. Tetapi buat apa minum jamu tersebut?</LIST>
  20. Jobaja3raja Moderator

    Message Count:
    1.314
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta

Share This Page