Kapan Pemeriksaan EEG harus dilakukan?

Discussion in 'Kejang demam, kejang, epilepsi' started by Laksitawati, 24/7/07.

  1. Laksitawati

    Message Count:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    dear,
    Perkenalkan saya mama anggie (13 bulan) dari palembang, Beberapa hari yang lalu Anggie kejang sampai beberapa menit, wajahnya pucat sekali dan bibir sampai kebiruan.
    Setelah konsultasi dengan dokter Anak, dia menyarankan secepatnya dilakukan EEG. Kemudian 2 hari setelah kejadian kami lakukan pemeriksaan EEG dan hasilnya adalah ada yang <B>ABNORMAL</B> pada syaraf otak Anggie, kemudian diHARUSkan minum obat untuk epilepsi (lupa namanya) selama 1 tahun berturut-turut.
    Kami punya dokter anak langganan di Semarang, dan Coba konsultasi mengenai Kejang yang terjadi pada Anggie, Kata Dokter Yang diSemarang Untuk Pemeriksaan EEG, waktunya harus lebih dari 1 minggu dari Kejadian (Kejang), dan direkomendasikan untuk lakukan EEG ulang setelah satu minggu.

    Jadi kira-kira gimana Dok, Apakah perlu dilakukan EEG Ulang?

    Terima kasih.
    Best Regards
    Mama Anggie
  2. Hardiono Pusponegoro Administrator

    Message Count:
    2.649
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    Hi mama Anggie,

    Saya dr. Hardiono Pusponegoro. Sehari-hari saya bekerja di Divisi Saraf Anak, Departemen Aak FKUI/ RS Cipto Mangunkusumo.

    Kejang bisa didahului demam atau tanpa didahului demam (mama Anggie tidak menjelaskan dengan lengkap).

    1. Kalau didahului demam, namanya kejang demam.<LIST>
    <*>Kejang demam justru tidak perlu EEG.
    <*>Advis dari Semarang mengacu pada kejang demam. Dahulu, kejang demam memang perlu EEG. EEG baru dilakukan setelah satu minggu demamnya turun karena: 1. Demam bisa merubah gambaran EEG dan 2. kalau anak sedang demam sulit melekatkan elektroda di kepala yang sedang panas.
    <*>Kejang demam jarang sekali perlu pengobatan kecuali:<LIST=1>
    <*>Kejangnya lebih dari 15 menit
    <*>Kejangnya sebelah tubuh saja
    <*>Sarafnya abnormal, misalnya ada kelumpuhan dll.
    <*>Kejang pertama terjadipada anak berumur kurang dari 12 bulan
    <*>Kejang sering, lebih dari 4 kali per tahun</LIST> </LIST>2. Kalau kejang tanpa didahului demam:<LIST>
    <*>Kalau sudah 2 kali atau lebih, memang tergolong epilepsi. Kalau baru satu kali belum disebut sebagai epilepsi.
    <*>Dalam hal ini memang boleh dilakukan EEG, tetapi bila kejangnya baru satu kali biasanya belum diberi pengobatan. Jadi menunggu saja.Mengapa harus menunggu?<LIST>
    <*> Banyak anak yang seumur hidupnya hanya kejang satu kali, ya tidak perlu obat
    <*>Bahkan bila kejang dua kali, tetapi jarak antar kejang lebih dari 6 bulan, tetap tidak diberi obat.</LIST>
    <*>Kalau tidak diberi obat bagaimana risikonya Apakah akan kejang kembali? Sayangnya risiko cukup tinggi, mungkin sekitar 50%.</LIST>Sorry, makin bingung ya... Moga2 tidak kejang lagi. EEG ulang tidak perlu.
    dr. Saraf Anak di Palembang: Dr. Rita, Dr. Darwin Ansori, Dr. Ziske Machmudi. Dr. Saraf Dr. Chris dan Dr. Alwi Usman, saya kenal semua.
  3. Laksitawati

    Message Count:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    maaf ya dok kalau infonya kurang jelas,

    Anggie (<B>13 Bulan</B>) kejang pada kondisi badan sehat (<B>Tidak demam</B>), kejang kali ini adalah yang kedua. Sebelumnya Anggie pernah kejang pada usia <B>8 Bulan</B>. (Jadi jaraknya sekitar 5 bulan dari kejadian yang pertama).

    Kejang yang pertama dan kedua ini terjadi sewaktu Kami (Ayah & Bundanya) sedang bekerja.

    1. Apakah ada faktor lain yg membuat anggie Kejang (Benturan atau stress atau yang lain) ?

    2. Obat dari Dokter (Depakene, ABBOTT) yang harus diminum 2x sehari selama 1 tahun apakah terus diminum? apakah ada efeknya dok?


    Terima kasih atas penjelasannya.
    -mama anggie-
  4. Hardiono Pusponegoro Administrator

    Message Count:
    2.649
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    Kalau begitu dokternya betul sekali. EEG dan beri obat. EEG tidak perlu di ulang.
    Kejangnya spontan, tidak disebabkan benturan atau stress.

    Depakene adalah salah satu obat terbaik. Biasanya anak nafsu makannya bertambah sehingga menjadi agak gemuk. Bila mengkonsumsi Depakene sebaiknya melakukan pemeriksaan fungsi hati: SGOT dan SGPT setelah 3 bulan untuk melihat apakah ada efek samping terhadap hati (SGOT dan SGPT meningkat).
  5. Laksitawati

    Message Count:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Kebetulan yang menangani Anggie Kemaren adalah Dokter Darwin Ansori.

    Terima kasih banyak Dokter
    -mama anggie-
  6. Nina karlina

    Message Count:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Sore dok,

    anak saya usia 4 bulan 5 hari BB 7 Kg TB 65 cm, pada hari kamis pagi tgl 01 Nov jam 02.30 mengalami kejang dengan kondisi bola mata keatas kedip-kedip, mulut nganga, tangan keatas, kaki keatas, nafas bunyi grok grok grok(kejadian kurang lebih 3 menit tiba-tiba sudah kejang) setelah sadar nangis normal kembali(tersenyum) tapi tangandan kaki terlihat biru serta muka pucat. Dan kejadian lagi pada hari minggu pagi jam 08.30 pada saat itu pembantu lagi bersih-bersih teras terdengar dia narik kursi greeeek anak saya dalam keadaan sedang tidur langsung melek matanya melotot lalu saya kipas-kipas maksudnya biar tidur lagi tp tidak. Lalu saya hampiri dia dan matanya tidak fokus ke saya tapi malah melihat kekanan dan langsung matanya keatas kedip-kedip langsung saya gendong lalu tangan dan kakinya gemetar (kejadian setelah sama seperti diatas tapi cuma dalam waktu 1 menit).

    Dokter anak saya menyarankan apabila ada kejadian ke 2 beliau minta saya datang kembali untuk dikasih surat rujukan dan saya kembali kesana serta diberi surat rujukan ke dokter Hardiono Pusponegoro. Pertanyaan saya:

    1. apakah berbahaya kejangnya karna tidak disertai demam dengan jarak yang sangat dekat?
    2. apakah perlu ada tindakan seperti EEG,MRI, atau CT-Scan?
    3. Tindakan apa yang harus segera dilakukan apabila terjadi lagi?

    terima kasih dok dan sampai ketemu untuk konsultasi dengan dokter.
  7. Nina karlina

    Message Count:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    pagi dok,

    mau tanya ni dok kok pertanyaan saya belum dijawab, sibuk ya dok

    trims
  8. madif

    Message Count:
    676
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    dear nina,

    Apakah sebelumnya ada keluhan muntah dan diare pada anak? jika ya, keadaan ini harus diatasi dulu, karena gangguan keseimbangan elektrolit jga dapat menyebabkan kejang.

    Apakah ada riwayat kejang dalam keluarga? terutama orangtuanya? faktor keturunan, dalam hal ini, epilepsi dapat menjadi penyebab. oleh karena itu, patut diwaspadai, terlebih si kecil, kejang sebelum usia 6 bulan sehingga kemungkinan epilepsi cukup besar.

    Pemeriksaan EEG dapat dilakukan, asal dengan syarat, si kecil mau bekerja sama. bila tidak, saat pemeriksaan dapat diberikan obat penenang pada anak.

    Yang penting, saat terjadi kejang adalah JANGAN PANIK,
    dan coba lakukan hal berikut dengan tenang,
    <LIST>
    <*>kendurkan pakaian anak, jika ada sesuatu di mulut (misal saat lagi makan, tiba-tiba kejang), coba keluarkan denga menggunakan bantuan kain kassa (jangan menggunakan jari telanjang, utk mengurangi tergigit anak - yang sudah tumbuh gigi).
    <*>miringkan kepala/ tubuh anak, untuk mengurangi risiko tersedak (misal akibat produksi air liur)
    <*>segera bawa ke dokter/ rumah sakit terdekat
    </LIST>

    ada kepercayaan di masyarakat (yg salah), yakni memberikan kopi saat kejang. Ini berbahaya sekali. Hal ini bisa memicu tersedak, dan menyumbat jalan napas, sehingga dapat menimbulkan kematian.

    Sekali lagi, sebaiknya segera dibawa saja ke dokter ahlinya, agar dapat lebih jelas, dinilai keadaan anak ibu.

    Semoga membantu
  9. Nina karlina

    Message Count:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    tidak ada gejala muntah atau diare tiba-tiba saja langsung kejang dok,dan tidak ada riwayat keluarga yang terkena epilepsi.

    nah setelah kejadian ini dia sering bengong dan kagetan tu dok.
  10. mamiandrew Moderator

    Message Count:
    1.415
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Dear Nina,

    Kalau saya baca anaknya mulai kejang tgl 01 November, apakah anaknya sudah dibawa ke dokter ?

    Nina tinggal di Jakarta nya dimana ya ?
    Kalau memang anaknya mau dibawa ke Dr. Hardiono, saya rasa tanpa surat rujukan pun bisa kok... yang penting buku catatan/riwayat medis anak atau hasil test/lab yang pernah dilakukan dibawa saat ke klinik.

    Untuk informasi jadwal praktek Dr. Hardiono bisa lihat <url=http://forum.anakku.net/showthread.php?t=1350&highlight=jadwal+praktek>disini</url>

    Artikel kejang tanpa deman sudah pernah saya posting, silahkan lihat <url=http://forum.anakku.net/showthread.php?t=1929&highlight=kejang+tanpa+demam>disini</url>

    Semoga membantu ya :)
  11. Nina karlina

    Message Count:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    waktu kejadian pertama besoknya langsung dibawa kedokter, dan perkiraan dokter itu hanya tersedak karna bunyi suara nafasnya itu, dokter saranin apabila ada kejadian ke dua diminta segera datang lagi untuk di beri rujukan ke dokter syaraf karna kemungkinan itu epilepsi.

    trims
  12. mamiandrew Moderator

    Message Count:
    1.415
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Jadi setelah kejang ke 2 (minggu pagi) apa anaknya sudah dibawa ke dokter lagi ?

    Untuk mencegah kejang berulang, tidak ada salahnya anaknya cepat dibawa ke dokter supaya cepat ditemukan apa penyebabnya dan bisa ditentukan apakah anaknya memang perlu di EEG,MRI, atau CT-Scan.

  13. Nina karlina

    Message Count:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    pada waktu kejang ke 2 langsung saya datang kedokter anak dan diberi surat rujukan ke dokter ahli syaraf. dan besok saya akan datang ke dokter Hardiono.
  14. Hardiono Pusponegoro Administrator

    Message Count:
    2.649
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    Dear Nina,

    Putrinya jelas memerlukan EEG. Jadi EEG saja dulu sebelum datang.
    Rumah sakit yang dekat rumah dimana?


    <quote=Nina karlina;15222]pada waktu kejang ke 2 langsung saya datang kedokter anak dan diberi surat rujukan ke dokter ahli syaraf. dan besok saya akan datang ke dokter Hardiono.</quote]
  15. Nina karlina

    Message Count:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    dok EEG itu apa harus ada surat rujukan dari dokter atau tidak? saya ada surat rujukan dari Dr. anak saya. apa bisa tetap dilakukan EEG dok?

    trims
  16. mamiandrew Moderator

    Message Count:
    1.415
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Dear Nina,

    Harusnya dengan surat rujukan EEG dari dokter anaknya bisa ya, nanti kalau dapat hasilnya baru dibawa ke Dr. Hardiono.

    Apakah hari ini keburu EEG ? kalau tidak berarti besok dan hari Jumat baru bisa dibawa ke Dr. Hardiono.
  17. Ratu Uswatun Chasanah

    Message Count:
    137
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Dokter Yoni,

    Saya mau tanya mengenai kejang yang dialami oleh Gavin, anaknya Nina yang disebabkan karena kaget. Kejang pertama tgl 1 Nov gak diketahui kejang krn apa, tgl 4 Nov kejang krn dengar kursi ditarik, dan hari ini, 7 Nov anaknya kejang lagi krn mendengar alarm hp. Sekarang anaknya sedang di EEG.

    Kejang karena kaget disebabkan karena apa ya dok, apa sebabnya dari otak atau jantung ?

    Apakah hal tsb sangat berpengaruh kepada perkembangan anak tsb mengingat anak tsb masih berumur 4 bln ?

    Mohon pencerahannya ya dok...
  18. mamiandrew Moderator

    Message Count:
    1.415
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Dear Ratu,

    Postingannya saya gabungin disini ya, biar tetap nyambung dengan postingan Nina sebelumnya.

    Btw Ratu dan Nina satu kantor atau gimana ya ?
    Kalau pagi ini anaknya Nina sedang di EEG, mudah2an nanti sore hasilnya bisa langsung dibawa ke Dr. Yoni.
    Mudah2an cepat ketahuan apa penyebab anaknya sampai kejang berulang.
    Dan sebaiknya sekarang langsung daftar dulu ke Klinik Anakku dulu biar tidak dapat nomor yang terlalu malam.
  19. Ratu Uswatun Chasanah

    Message Count:
    137
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Dear mami,

    Yap benar sekali, saya dengan Nina satu kantor. Teman2 di kantor penasaran banget mengenai kejang yang dialami oleh Gavin, anaknya Nina. Dah gitu anaknya sekarang sering kagetan, kalo lagi tidur ada suara sedikit, lgsg kaget dan bangun, gak sampe kejang sih. Padahal sepengetahuan aku, kalo anak lagi tidur sangat berpengaruh dengan perkembangan otaknya, bagaimana kalo ini terjadi dengan anak yang masih di bawah umur 6 bulan, kalo sebentar2 harus bangun karena suara2 (tidur tidak berkualitas).
  20. mamiandrew Moderator

    Message Count:
    1.415
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    38
    Dear Ratu,

    Turut prihatin dengan keadaan Gavin, mohon maaf tidak bisa bantu banyak.
    Mudah2an setelah EEG dan ditagani Dr. Yoni cepat ketahuan penyebabnya.

    Nanti tolong di update perkembangannya ya...
  21. Ratu Uswatun Chasanah

    Message Count:
    137
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Ok, Insya Allah nanti dikabarin lagi perkembangan selanjutnya.
  22. Hardiono Pusponegoro Administrator

    Message Count:
    2.649
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    Tadi sudah datang, tetapi ceritanya dan hasilnya kok lupa lagi ya?
  23. Nina karlina

    Message Count:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Pagi dok,

    waduh dokter baru kemarin sore d ketemu Gavin ko sudah lupa (dimaklumi pasiennya banyak).

    Hasil EEG nya bagus normal tidak menunjukan apa-apa (epilepsi), Dan secara fisik Gavin pun normal, jantungnya bagus (tidak lemah) waktu diperiksa dokter Gavin keliatan lincah, ngoceh-ngoceh, dan merespon apa yang dokter Yoni beri ke Gavin. Tapi kata Dr. Yoni bisa jadi karna asam lambungnya tinggi karna Gavin kadang-kadang suka gumoh (tidak sering). Dr. tidak memberikan obat kejang dulu tapi dicoba dengan Zantac 3x17,5 mg. Apabila kejang lagi Dr. Yoni baru mulai kasih Trileptal 2x25 s/d 2x 50 mg (mudah mudahan tidak terjadi lagi ya).Dan ada obat yang untuk dimasukkin ke anus apabila kejang lagi saya lupa nama obatnya.

    begitu lho ibu-ibu dan mudah-mudahan Dr. Yoni bisa menambahkan penjelasan yang lebih.

    Oiya dok saya lupa tanya kemarin, apakah dengan kejang yang dialami Gavin merusak sel otaknya. Berbahaya atau tidak ya dok? (maklum saking serunya nanya yang lain jadi kelupaan dech).

    Dengan hasil EEGnya bagus wah saya lega sekali ternyata anak saya normal-normal saja. Dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi.

    trim's
  24. Hardiono Pusponegoro Administrator

    Message Count:
    2.649
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    He..he.. maklum deh.
    Tidak bisa janji, tidak kejang lagi. Moga2 dengan zantac ada gunanya.
    Otak tidak rusak apa2 kok, Gavin OK saja.
  25. Nina karlina

    Message Count:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    sore dok,

    mau tanya ne dok sehubungan dengan kondisi gavin, rencananya kami sekeluarga bulan ini mau berlibur ke Bali selama 1 minggu. Apakah gavin boleh pergi atau tidak dok kalo boleh, apakah dr. ada kolega di Bali prepare apabila terjadi sesuatu sama Gavin.

    trims
  26. ekoayahnyarafa Member Baru

    Message Count:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Maaf sebelumnya sy baru ikut web ini, apa bisa sy bagi pengalaman disini???
    Anak laki2 saya lahir dengan berat 4kg, panjang 50cm, smuanya berjalan lancar namun setelah umur 8 bulanan hari 16 juli 2013 selasa dia terkena kejang, dari penjelasan ibunya si habis mandi pagi dia agak rewel, dokter anaknya memberikan obat kalo tidak salah ibuprofen dengan 2 obat lainnya lagi sya lupa,ada pamol yg lewat dubur yang diberikan juga.
    di hari minggu 21 juli 2013 jam 9 pagi dy kejang lagi, kemudian jam 1 siang, dan jam 5 sore.setelah kejang ke tiga sy bawa dia ke RS di kota yg dimana dia diputuskan dirawat inap, keesokan harinya anak sy di CT scan kemudian di rencanakan untuk di EEG keesokan harinya. Setelah keesokan harinya Dokter anak di RS menyatakan untuk tidak perlu EEG, setelah membaca CT Scannya diagnosa dokternya ialah Gejala Meningitis, kemudian anak sy di berikan obat yg harus di konsumsinya sampai umurnya 1 tahun yang nanti akan 1 thn tgl 4 november 2013 kalo tidak salah ibuprofen,valeptik,sporetik sampai pada detik ini tgl 01 agustus 2013 anak sy msh tidak pernah kejang lagi.

    yang ingin sy tanyakan:
    1. Kalo di lihat dari kejangnya yg berkali-kali dengan interval 4 jam yg pada hari minggu itu apa bukan kemungkinan epilepsi?
    2. sy konsultasi dengan DSA yg lain katanya harus proses EEG dulu, takutnya kalo salah diagnosa obat yg diberikan saat ini jika di minum 6 bulan berturut2 bisa menyebabkan anak hiperaktif.
    3.Apakah Epilepsi bisa di sembuhkan secara total pak Dokter??apakah ada pasien anda yang pernah sembuh total dalam menghadapi epilepsinya..

    terimakasih, mohon maaf sy salah tulis di tempat yg tidak semestinya.

Share This Page