Margarin untuk bayi

Discussion in 'Tumbuh besar' started by detta, 23/5/07.

  1. detta

    Message Count:
    390
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Dear All,
    udah pernah coba memberikan margarin ke anak dibawah 1 th belon?
    maksudnya dicampur ke nasi tim / kentang ?
    boleh ga ya?

    dengar2 sih margarin tidak boleh dipanaskan?
    ada yang punya artikel/ bahasan mengenai kegunaan margarin?

    makasih sebelumnya.
    detta
  2. Bunda_Mytha

    Message Count:
    508
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    " dengar2 sih margarin tidak boleh dipanaskan? "

    wah baru denger nih???:confused:

    karena anak saya suka sekali kalo makan nasinya dicampur dengan margarin,...
    soalnya saya sendiri kalo memberi lauk orak-arik telur untuk mytha tidak menggunakan minyak goreng tapi menggunakan margarin....

    mohon penjelasannya dong...
  3. mama_kesia

    Message Count:
    422
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Jangan TAKUT Mengonsumsi Mentega & Margarin !
    Oleh Prof. DR. Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB

    Sebagian dari kita menghindari mentega dan margarin karena takut pada kandungan lemaknya. Padahal, banyak zat gizi lain yang terdapat pada bahan makanan itu. Selain vitamin A dan D, juga terdapat zat besi, fosfor, natrium, kalium serta omega-3 dan omega-6.

    Lemak dan minyak merupakan zat gizi penting untuk menjaga kesehatan manusia. Selain itu, lemak dan minyak merupakan sumber energi yang lebih efektif dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Sumbangan energi per gram lemak, protein, dan karbohidrat masing-masing 9, 4, dan 4 kkal.

    Mentega dan margarin tergolong lemak yang siap dikonsumsi tanpa dimasak (edible fat consumed uncooked). Keduanya memiliki fungsi sama, yaitu sebagai sumber energi, meningkatkan daya terima makanan, membentuk struktur, serta memberikan cita rasa enak.

    Namun, ada perbedaan mendasar pada kedua produk tersebut. Mentega merupakan produk alami susu. Pembuatannya dengan mengocok dan mengguncangkan krim susu, hingga tercapai keadaan semipadat.

    Margarin umumnya dibuat dari minyak nabati. Kedua jenis bahan pangan ini merupakan emulsi dengan tipe yang sama, yaitu fase air yang berada dalam fase minyak (water in oil).

    Air dan minyak merupakan cairan yang tidak saling berbaur karena memiliki berat jenis yang berbeda. Untuk menjaga agar butiran minyak tetap tersuspensi di dalam air, pada mentega dan margarin diperlukan suatu zat pengemulsi (emulsifier).

    Bahan yang dapat berperan sebagai pengemulsi antara lain kuning telur, kasein, albumin, atau lesitin. Daya kerja emulsifier didukung oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat pada minyak maupun air.

    Pada pembuatan mentega dan margarin, penambahan emulsifier berfungsi untuk (1) mengurangi daya percik produk apabila digunakan untuk menggoreng karena air yang ada di dalam produk diikat oleh lemak, (2) memperpanjang daya simpan, sebab produk dinyatakan rusak apabila terjadi pemisahan komponen lemak dan air, (3) memperkeras tekstur agar tidak meleleh pada suhu kamar, dan (4) mempertinggi titik didih untuk memenuhi tujuan penggorengan.

    Lemak Susu

    Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3744-1995), mentega adalah produk makanan berbentuk padat lunak yang dibuat dari lemak atau krim susu atau campurannya, dengan atau tanpa penambahan garam (NaCl) atau bahan lain yang diizinkan, serta minimal mengandung 80 persen lemak susu.

    Selain garam dapur, ke dalam mentega juga ditambahkan vitamin, zat pewarna, dan bahan pengawet (misalnya sodium benzoat). Emulsi pada mentega merupakan campuran 18 persen air yang terdispersi pada 80 persen lemak, dengan sejumlah kecil protein yang bertindak sebagai zat pengemulsi.

    Mentega dapat dibuat dari lemak susu (terutama lemak susu sapi) yang manis (sweet cream) atau asam. Mentega dari lemak susu yang asam mempunyai cita rasa lebih kuat.

    Lemak susu dapat dibiarkan menjadi asam secara spontan atau melalui penambahan inokulum murni bakteri asam laktat (proses fermentasi). Mula-mula lemak susu dinetralkan dengan garam karbonat, kemudian dipasteurisasi dan diinokulasi dengan bakteri yang dapat menghasilkan asam laktat selama proses fermentasi.

    Bila perlu, ditambahkan zat pewarna ke dalam lemak susu, umumnya berupa karoten, yaitu zat pewarna alamiah yang merupakan sumber vitamin A.

    Lemak Nabati

    Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3541-1994), margarin adalah produk makanan berbentuk emulsi padat atau semipadat yang dibuat dari lemak nabati dan air, dengan atau tanpa penambahan bahan lain yang diizinkan.

    Margarin dibedakan atas margarin dapur dan margarin meja. Pada margarin dapur tidak dipersyaratkan adanya penambahan vitamin A dan D Margarin merupakan produk makanan berbentuk emulsi campuran air di dalam minyak, yaitu sekitar 16 persen air di dalam minimal 80 persen minyak atau lemak nabati. Fase lemak umumnya terdiri dari minyak nabati, yang sebagian telah dipadatkan agar diperoleh sifat plastis yang diinginkan pada produk akhir.

    Margarin dimaksudkan sebagai pengganti mentega dengan rupa, bau, konsistensi, rasa, dan nilai gizi yang hampir sama dengan mentega.

    Minyak nabati yang umum digunakan dalam pembuatan margarin adalah minyak kelapa, minyak inti sawit, minyak biji kapas, minyak kedelai, minyak wijen, minyak kapuk, minyak jagung, dan minyak gandum.

    Agar dapat diolah menjadi margarin, minyak nabati berbentuk cair tersebut dikristalisasi terlebih dahulu menjadi lemak padat melalui proses hidrogenasi (penjenuhan asam lemak). Komponen lain yang sering ditambahkan adalah air, garam flavor mentega, zat pengemulsi (berbentuk lesitin, gliserin, atau kuning telur), zat pewarna (minyak sawit merah atau betakaroten sintetik), bahan pengawet (sodium benzoat, asam benzoat atau potassium sorbat), serta vitamin A dan D.

    Ciri-ciri margarin yang menonjol adalah bersifat plastis, padat pada suhu ruang, agak keras pada suhu rendah, teksturnya mudah dioleskan, serta segera dapat mencair di dalam mulut.

    Kaya Lemak

    Komposisi gizi margarin hampir sama dengan mentega, hanya sedikit berbeda dalam jumlah. Seperti halnya pada mentega, komposisi gizi terbesar dalam margarin adalah lemak (sekitar 80 persen).

    Lemak memiliki komposisi terbesar dalam mentega dan margarin jika dibandingkan dengan protein dan karbohidrat. Kandungan protein dan karbohidrat pada mentega dan margarin sangat rendah, yaitu sekitar 0,4-0,8 gram per 100 gram. Lemak mentega berasal dari lemak susu hewan, dikenal sebagai butter fat. Mentega mengandung sejumlah asam butirat, asam laurat, dan asam linoleat. Asam butirat dapat digunakan oleh usus besar sebagai sumber energi, juga dapat berperan sebagai senyawa antikarsinogenik (antikanker).

    Asam laurat merupakan asam lemak berantai sedang yang memiliki potensi sebagai antimikroba dan antifungi. Asam linoleat pada mentega dapat memberikan perlindungan terhadap serangan kanker.

    Jumlah asam lemak jenuh, asam lemak tidak jenuh tunggal, dan asam lemak tidak jenuh majemuk pada mentega masing-masing 47,35; 26,10; dan 2,24 g per 100 gram. Jumlah asam lemak jenuh, asam lemak tidak jenuh tunggal, dan asam lemak tidak jenuh majemuk pada margarin masing-masing 29,02; 34,61; dan 13,78 g per 100 gram.

    Dari perbandingan tersebut jelaslah bahwa mentega mengandung kadar asam lemak jenuh lebih tinggi, tetapi memiliki asam lemak tidak jenuh yang lebih rendah dibandingkan margarin. Dari titik pandang kesehatan, tentu saja asam lemak tidak jenuh, yaitu omega-3 dan omega-6, yang terdapat pada margarin lebih menguntungkan daripada asam lemak jenuh yang terdapat pada mentega.

    Meski sedikit, mentega juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6. Selain itu, mentega mengandung glycospingolipid, yaitu suatu asam lemak yang dapat mencegah infeksi saluran pencernaan, terutama pada anak-anak dan orangtua.

    Karena terbuat dari krim susu, tentu saja kandungan kolesterol mentega lebih tinggi dibandingkan dengan margarin yang terbuat dari minyak nabati. Kadar kolesterol tinggi tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan sebaliknya, kolesterol memegang peran penting dalam fungsi organ tubuh.

    Kolesterol berguna untuk menyusun empedu darah, jaringan otak, serat saraf, hati, ginjal, dan kelenjar adrenalin. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon steroid, yaitu progestron, estrogen, testosteron, dan kortisol.

    Hormon-hormon tersebut diperlukan untuk mengatur fungsi dan aktivitas biologis tubuh. Kadar kolesterol yang sangat rendah dapat mengganggu proses menstruasi dan kesuburan, bahkan menyebabkan kemandulan, baik pada pria maupun wanita.

    Kaya Vitamin dan Mineral

    Mentega kaya vitamin yang mudah diserap, yaitu vitamin A yang sangat dibutuhkan tubuh dalam fungsi fisiologis dan pemeliharaan sistem endokrin.
    Mentega juga mengandung semua vitamin larut lemak lainnya, yaitu vitamin D, E, dan K. Vitamin A bersumber dari betakarotenoid atau pigmen karoten lainnya yang sengaja ditambahkan sebagai pewarna kuning.

    Supaya dapat menyamai kadar vitamin A dan D yang ada pada mentega, ke dalam margarin dipersyaratkan adanya penambahan kedua jenis vitamin tersebut . Standar Nasional Indonesia tentang margarin telah dengan tegas mensyaratkan penambahan vitamin A dan D ke dalam margarin, khususnya untuk margarin meja. Kadar vitamin A yang diharuskan pada mentega dan margarin 1.400-3.500 IU per 100 gram, sedangkan kadar vitamin D 250-350 IU per 100 gram.

    Komposisi gizi mentega asin dan mentega manis sama saja. Satu-satunya pembeda yang paling mencolok adalah kadar natrium yang pada mentega asin jauh lebih banyak (843 mg per 100 g) dibandingkan dengan mentega manis (8 mg/100 g). Hal tersebut sangat terkait dengan adanya penambahan garam dapur (NaCl) pada pembuatan mentega asin.

    Selain natrium, mineral yang banyak terkandung pada mentega adalah besi, kalium, dan fosfor. Seperti halnya pada mentega, margarin juga kaya mineral tersebut, bahkan nilainya relatif lebih banyak daripada yang terdapat pada mentega.

    Natrium berguna untuk menjaga keseimbangan asam dan basa di dalam tubuh serta terlibat dalam permeabilitas sel. Kalium berguna untuk pengaturan keseimbangan cairan sel, kontraksi sel otot, dan terlibat dalam permeabilitas sel. Fungsi besi adalah untuk pembentukan sel darah merah, transpor oksigen, serta mencegah anemia. Fosfor berperan untuk pembentukan tulang dan gigi, terlibat dalam absorpsi glukosa dan gliserol, serta dalam transpor asam lemak.

    Semoga berguna
  4. nimas

    Message Count:
    309
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    ada margarin khusus balita gak..........:confused:
    ato bisa pake margarin merk apa aja..................:confused:
  5. mama_kesia

    Message Count:
    422
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    nimas, untuk bayi/balita sebaiknya pakai margarine yg tawar (unsalted) banyak kog dijual di supermarket
  6. florensia

    Message Count:
    58
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    margarin tawar yg gimana mama kesia?

    trus yg dicampur nasi tuh pa langsung di campur gitu aja,langsung dimakan, ato dimasak lagi? share nya donk, maklum ga terlalu pinter masak sih...hehehehe

    thx........
  7. mama_kesia

    Message Count:
    422
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    bunda reva,
    biasanya di kemasan margarin ada tulisan unsalted (tawar) dan salted (asin), utk yg unsalted aku prnh beli merk orchid butter (warna bungkusnya biru), sorry sebut merk produk ;)
  8. florensia

    Message Count:
    58
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    o gitu ya mama kesia, maklum kalo beli margarine ga pernah teliti rasa.hehehe.....
    ok deh kapan2 aku coba di menu si kecil, moga2 aja dia doyan yah.......

    thx ya mama kesia....
  9. lucky

    Message Count:
    6
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Menurut dokter Kyzha anakku alergi, jadi pantangannya banyak banget. Jujur bingung juga nyusun menu makannya. Untungnya dokter kasih daftar makanan relatif aman untuk Kyzha. Di dalamnya margarine..bukan mentega lho! Sorry kalo harus sebut mereknya blueband atau palmbom merupakan margarine. Karena kyzha agak kurus, aku kasih aja margarine hangat dicampur ke bubur saringnya...kelihatannya dia suka tuh..dan syukurnya..berat badan dia juga nambah lumayan cepet juga.:)
  10. irene

    Message Count:
    223
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Ikutan nanya dong...
    Jadi yang boleh untuk baby itu margarin atau mentega ya?
    Kalo yang merek orchid butter (sorry sebut merek) termasuk margarin atau mentega?
    Boleh mulai umur berapa bulan baby dikasih margarin?
    thanks
  11. Euis

    Message Count:
    292
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    yang boleh untuk Bayi itu margarine yang unsalted termasuk juga orchid butter.aku mulai kasih margarine untuk masakan anak sejak 7 bulan (tapi yang unsalted ya...)

    euis
  12. Ummu Sumayyah

    Message Count:
    39
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    berarti boleh ya bayi di bawah setahun makan tumis2an yang pakai margarine? atau dilarutkan di makanannya yang panas?
  13. bunda_AcaAya

    Message Count:
    361
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Pada dasarnya kalau dibawah 1 th jangan terlalu banyak bumbu, mungkin sedikit saja supaya rasanya gak terlalu hambar.

Share This Page