Sering seperti kejang setelah bangun tidur

Discussion in 'Kejang demam, kejang, epilepsi' started by sheni, 28/1/12.

  1. sheni Member Baru

    Message Count:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Dok, mau tanya
    anak saya zaskia umur 2th 8 bln, sejak bayi dia sering seperti kejang setelah bangun tidur, saya kira itu normal pada bayi, karenabayi2 lain juga seperti itu.

    Dia tidak melotot dan masih sadar bila diajak bicara, gerakan menyerupai kejang itu kebanyakan disertai menguap atau seperti mengunyah, tapi sepertinya semua badannya kaku, apakah perlu cek dengan EEG atau test darah?

    pernah ke dokter saraf di sardjito dan mereka bilang respon saraf semua dalam keadaan normal, tapi belum tes EEG, apa yang harus saya lakukan dok?

    Terimakasih
  2. Hardiono Pusponegoro Administrator

    Message Count:
    2.649
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Jakarta
    Saya tidak bisa memperkirakan dari ceritanya. Rasanya di EEG saja. Ada Dr. Siti Herini dan Prof. Sunartini di Sardjito.
  3. Qanitaku Member Baru

    Message Count:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Dok, anak saya Qanita umur 20 bln berat 12 kg. sejak 25/2/12 sering mengalami kejang sesaat setelah bangun tidur.
    Cirinya :
    1. mata terbuka tp tidak melotot, masih bisa bergerak berwarna merah
    2. masih bisa bersuara eh eh atau he he
    3. tangan & kaki kaku tp masih bisa saya tekuk
    4. suhu normal antara 35,7 - 36,9. pernah 37,3
    5. tangan & kaki kadang dingin & basah
    6. kadang mulutnya biru beberapa saat
    7. banyak lendir putih kental kadang seperti buih saat di suction
    8. sehari bisa 3x. biasanya kejang berhenti setelah bisa menguap lebar.
    Tiap kejang saya beri oksigen + nebule/oksigen + suction (saya lakukan sendiri). Menurut dr. tidak apa-apa, ini karena skuel dari sakit sebelumnya 7 tdk usah dibawa di rs. sudah diminumi depakene 2 x 2ml, batuk-pilek puyer (alloris, ventolin dll), luminal, neotropil, TF. tapi kok masih kejang terus? apa tidak ada cara mencegahnya? sebenarnya anak saya sakit apa dok? saya sampai stres karena tidak tega melihatnya.
    Riwayat sakit :
    • lahir minum air ketuban & tidak disedot sama sekali, kata bidan & dr. anaknya bisa hilang sendiri. sejak itu bunyi grok-grok & kembung sampai sekarang
    • dari umur 1,5 bl di uap sedot di rs. kata dr. air ketuban masuk paru-paru. sempat opname 8 hr tidak ada perubahan.
    • 13/12/2010 badan mulai sumer. sampai februari 2011 menjadi 39 - 40. tumbuh kembang terhambat, tp anak tetap ceria tidak pernah rewel. sempat opname 12 hr tidak ada perubahan.
    • bulan juni 2011 dites+ cmv & hipo tiroid
    • 11/11/2011 tidur lalu muntah, mulut biru tidak bernafas. opname di RS. dr. Soetomo. dahak-darah-urine-cairan otak-ct scan tidak ada apa-apa, sempat 1 dokter bilang kena selaput radang otak. T3 T4 TsHs sudah normal. pulang suhu bisa normal, tp dahak tetap banyak.
    Terima kasih Dok untuk jawabannya. maaf kalau terlalu panjang.
  4. adimaryanto Anakku Magz

    Message Count:
    64
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    Location:
    Jakarta
    Rumah di jawa timur / surabaya yah bund...? kalau di jakarta... dibawa ke klinik aja bund....
  5. sheni vidian Member Baru

    Message Count:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    dok saya sudah tes eeg anak saya dan dokter bilang bahwa anak saya terkena epilepsi sudah lama minum obat sekitar 3 bln, depakene 4 ml, dan trileptal 75 mg,saat ini anak saya ditangani oleh dokter Herini di sardjito, tapi setelah ditingkatkan dosis trileptalnya kok malah tambah kejang,lalu saya bilang sama dr Herini dan katanya itu belum masuk setengah dosis,jd dinaikkan lg dosis trileptalnya,saya jd takut dok,apa yang harus saya lakukan kalo kejangnya bertambah lagi?trimakasih dok

Share This Page