Gangguan Saluran Napas Tersering pada Anak

Gangguan Saluran Napas Tersering pada Anak
Dikatakan batuk yang akut apabila batuknya berlangsung kurang dari 14 hari, sedangkan bila lebih 14 hari disebut batuk khronik.

 

Paru merupakan salah satu organ yang penting dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai alat pernapasan. Melalui hidung dan pipa saluran napas, paru mengatur masuknya oksigen dari udara dan mengeluarkan gas karbondioksida sebagai sisa pembakaran. Melihat fungsi paru dan saluran napas yang begitu penting, maka pengenalan terhadap gangguan pada area tersebut menjadi penting untuk diketahui.

 

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan adalah infeksi dan bukan infeksi. Penyakit infeksi yang sering terjadi adalah pnemonia (radang paru-paru) dan TB (tuberkulosis, flek). Sedangkan penyakit bukan infeksi yang terkenal adalah asma (bengek). Gejala kelainan saluran napas dapat bervariasi yaitu dari ringan sampai berat. Gejala ringan yang sering timbul adalah batuk-pilek, sedangkan yang berat dapat sampai terjadi sesak napas bahkan berhenti napas sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit karena membutuhkan alat bantu napas.

 

Batuk yang sering merupakan gejala gangguan saluran napas tidak dapat dianggap ringan. Banyak contoh yang memperlihatkan bahwa batuk merupakan hal serius antara lain bila sampai terjadi batuk darah, batuk rejan, dan lain-lain.

Batuk yang berlangsung lama dan/atau berulang harus dicari penyebabnya. Hal ini penting sebagai upaya untuk penanggulangannya. Dalam istilah medis yang cukup terkenal adalah BKB (batuk kronik dan/atau berulang) yaitu batuk yang timbul hampir setiap hari selama 2 minggu berturut-turut dan/atau 3 kali sakit batuk dalam 3 bulan berturut-turut. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan berikut ini.

 

Apakah batuk itu?

Batuk adalah refleks tubuh untuk mengeluarkan sesuatu benda asing yang dapat berupa lendir atau benda dari luar mulut. Sebenarnya rekleks tersebut merupakan suatu hal yang normal pada semua anak. Yang tidak normal adalah apabila batuk tidak hilang-hilang sehingga seorang anak  batuk terus menerus sampai penyebabnya hilang. Di dalam medis batuk dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan lamanya seorang anak batuk. Dikatakan batuk yang akut apabila batuknya berlangsung kurang dari 14 hari, sedangkan bila lebih 14 hari disebut batuk khronik.

Batuk akut

Penyebabnya adalah infeksi saluran napas akut (ISPA) seperti flu (selesma), radang tenggorok,  amandel, dan angina.

ISPA

ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut termasuk penyakit yang sering terjadi pada anak. Ada 2 pembagian yaitu ISPA atas dan ISPA bawah. Yang termasuk ISPA atas antara lain radang tenggorok, selesma, dan sinusitis, sedangkan ISPA bawah antara lain bronkitis akut dan pnemonia.

ISPA Atas

a. Radang tenggorok

Penyebab terbanyak radang tenggorok adalah virus sehingga antibiotika tidak perlu diberikan. Selain batuk gejala lain yang ada adalah demam, nyeri saat menelan dan rasa tidak nyaman di mulut. Pemberian obat panas, obat batuk hitam dan minum yang banyak dapat membantu penanganan radang tenggorok.

b. Selesma (influensa)

Gejala selesma hampir sama dengan radang tenggorok. Pada yang ringan gejala panas tidak timbul. Gejala yang dapat timbul adalah batuk, pilek, dan hidung tersumbat. Virus merupakan penyebab tersering, sehingga penggunaan antibiotika tidak pada tempatnya. Pengobatan bersifat suportif seperti obat penurun panas, dan minum yang banyak. Biasanya berlangsung kurang dari 2 minggu.

c. Sinusitis

 

Sinusitis  merupakan penyakit ISPA yang harus ditangani secara hati-hati. Penyebabnya dapat bakteri atau virus. Dalam hal ini pemberian antibiotika pada tempatnya. Pemberian antibiotika memerlukan waktu yang lama bahkan bisa sampai 3-4 minggu. Selain itu sinusitis dapat mempengaruhi saluran napas bawah sehingga pada pasien asma perlu difikirkan sinusitis turut berperan dalam terjadinya serangan asma.

 

ISPA Bawah

a. Bronkitis akut

Penyebab bronkitis terutama virus. Gejala batuk sangat menonjol. Batuk disertai lendir yang pada awalnya sedikit tetapi lama kelamaan lendir bertambah banyak dan kemudian menghilang dalam 2 minggu. Bila dalam waktu 2 minggu belum hilang, maka perlu difikirkan penyebab lain yang tergolong dalam BKB.

b. Pnemonia

Penyakit pnemonia (radang paru-paru) merupakan penyakit ISPA bawah yang serius dan perlu penanganan secara seksama. Penyebab tersering adalah bakteri. WHO dalam program pemberantasan ISPA (dalam hal ini pnemonia) sampai mengeluarkan dana yang  tidak sedikit dan melibatkan seluruh tenaga kesehatan yang ada. Hal ini dapat dimengerti karena angka kematian akibat pnemonia masih tinggi.

 

Di Indonesia, angka kesakitan dan kematian karena pnemonia masih tinggi. Untuk tujuan tersebut WHO membuat penyederhanaan dalam hal penemuan dini pnemonia. Ada 2 hal penting dalam diagnosis dini pnemonia yaitu nafas cepat dan tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam (retraksi). Disebut napas cepat yaitu bila anak usia di bawah 2 bulan bernapas > 60 kali per menit, 2 bulan – 1 tahun bernapas > 50 kali permenit dan di atas 1 tahun bernapas > 40 kali per menit.

Metode di atas dipergunakan oleh kader dan tenaga kesehatan di daerah sebagai patokan untuk memberikan antibiotika atau merujuk ke pusat kesehatan  yang lebih tinggi. Artinya adalah apabila kader (guru) atau orang tua yang mendapatkan anaknya sesak (frekunsi napasnya lebih tinggi dari data di atas), maka segera langsung dikirim ke pusat kesehatan terdekat (PUSKESMAS). Selain gejala di atas dapat timbul pula panas, batuk, dan nafsu makan yang berkurang. Bila penyakitnya berat dapat timbul kejang, tidak sadar, dan bahkan kematian.