Jadwal Imunisasi

0
Imunisasi merupakan satu bentuk intervensi kesehatan yang efektif dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita. Sebenarnya dengan melakukan imunisasi terhadap seorang anak, bukan hanya memberikan perlindungan pada anak tersebut, tetapi juga berdampak kepada anak lainnya, karena terjadi tingkat imunitas umum yang meningkat serta mengurangi penyebaran infeksi.

Berkenaan dengan imunisasi terkadang mengundang beberapa pertanyaan di benak orang tua. Apa saja?

T: Mengapa jadwal imunisasi di beberapa praktek dokter, klinik atau rumah sakit berbeda-beda?

J: Perbedaan jadwal imunisasi pada kurun waktu yang berbeda di beberapa praktek dokter antara lain karena sumber rujukan yang berbeda, adanya modifikasi untuk memudahkan orangtua, atau pertimbangan khusus berdasarkan keadaan bayi dan anak pada saat itu. Sebaiknya gunakan jadwal imunisasi terbaru yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), karena dievaluasi secara periodik dengan mempertimbangkan perubahan pola penyakit, adanya vaksin baru yang beredar di Indonesia, serta memperhatikan anjuran WHO.

T: Jadwal imunisasi mana yang terbaik?

J: Jadwal yang terbaik adalah yang masih di dalam rentang umur Jadwal Imunisasi PPI Depkes maupun Rekomendasi Satgas Imunisasi PP IDAI. Namun harus dipertimbangkan pula hal lain seperti; keadaan dan riwayat bayi/anak yang berkaitan dengan indikasi kontra atau risiko kejadian ikutan pasca-imunisasi, serta permintaan orangtua. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut dokter dapat melakukan penyesuaian untuk kepentingan bayi/anak, disertai penjelasan kepada orangtua.

T: Jika umur bayi atau anak sudah lebih dari umur yang dianjurkan, apakah tetap boleh divaksin?

J: Boleh. Anak yang belum mendapat imunisasi sesuai jadwal, berarti belum mempunyai kekebalan terhadap penyakit tersebut. Tetapi kalau umurnya sudah terlewat jauh beberapa tahun untuk beberapa penyakit tertentu mungkin kurang penting, karena kemungkinan tertular semakin kecil. Tetapi ada penyakit tertentu yang tetap penting, walaupun sudah terlewat jauh. Untuk itu diskusikan dengan dokter, untuk mengejar imunisasi yang terlewatkan.

T: Jika sudah diimunisasi lengkap pada usia balita, apakah di sekolah perlu diimunisasi lagi?

J: Imunisasi yang perlu diberikan ulangan pada sekolah dasar yaitu imunisasi campak dan DT (kelas1), dan TT (kelas 2, 3, dan 6). Banyak anak yang sudah divaksinasi campak ketika bayi ternyata pada umur 5-7 tahun 28,3% masih terkena campak. Pada umur >10 tahun masih banyak dijumpai kasus difteri. Untuk pemberantasan tetanus neonatorum sedikitnya dibutuhkan 5 kali suntikan teanus toksoid sejak bayi sampai dewasa, sehingga kekebalan pada umur dewasa akan berlangsung sekitar 20 tahun lagi.

T: Pada bayi prematur, apakah imunisasi harus ditunda?

J: Ya. Vaksin polio oral sebaiknya diberikan sesudah bayi prematur berumur 2 bulan, demikian pula DTP, hepatitis B, dan Hib.

Sumber:
Pedoman Imunisasi di Indonesia. Edisi Ketiga Tahun 2008. Penyunting I.G.N. Ranuh, Hariyono Suyitno, Sri Rezeki S. Hadinegoro, Cissy B. Kartasasmita, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Satgas Imunisasi-Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Share.

About Author

Dr. Alan R. Tumbelaka, SpA(K) - Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)