Jahe – Obat Antiradang Alami yang Mujarab

Seperti halnya sebagai bumbu dapur, jahe juga banyak digunakan di berbagai peradaban, bangsa dan suku bangsa sebagai obat tradisional. Jahe mengandung zat-zat yang bermanfaat dalam menghambat kerja enzim siklooksigenase dan menekan prostaglandin. Karena bersifat sebagai antiradang dan analgetik (penghilang rasa sakit), jahe banyak digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, baik penyakit infeksi maupun karena sebab lain, seperti arthritis.

Selain itu sebagai antiradang, jahe juga sebagai bersifat ekspektoran (peluruh dahak), karminatif (mengeluarkan gas dari dalam perut), dan menurunkan kolesterol. Jahe sering digunakan untuk pengobatan dyspepsia (gangguan pencernaan), mual, mabuk perjalanan, morning sickness (mual muntah saat hamil muda), konstipasi. Sari jahe segar bersifat hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah). Jahe juga berkhasiat meningkatkan metabolisme lemak dan protein.

Minuman jahe baik diminum saat batuk, flu, demam, mual, perut kembung, dan sakit kepala. Dapat diminum oleh anak-anak maupun dewasa. Namun, konsumsi jahe harus diperhatikan pada kondisi seperti dibawah ini:

Batu empedu. Jahe sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita batu empedu karena sifatnya dapat meningkatkan produksi empedu.

Wanita hamil tak boleh mengonsumsi jahe melebihi 1 gram perhari. Nyeri ulu hati. Jahe juga dapat memicu heartburn (rasa panas di dada) Kekurangan vitamin. Jahe mengganggu penyerapan zat besi dan vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E dan K.

 

Referensi

Sayyid AB Muhammad. Rahasia Kesehatan Nabi.Tiga Serangkai, cetakan ke-4 2008, Solo.
Faroqii. Terapi Herbal Cara Islam. Manfaat Tumbuhan Menurut Al-Quran dan Sunah Nabi. Penerbit Hikmah, cetakan ke- 1, 2005, Jakarta.
Jahe. Serial Tanaman Obat. Badan POM, 2006, Jakarta.
Budhwaar V. Khasiat Rahasia Kunyit dan Jahe. PT. Bhuana Ilmu Populer, 2006, Jakarta.
Kumar V. Rahasia Kesehatan Rempah dan Bumbu Dapur. PT. Bhuana Ilmu Populer, 2009, Jakarta.