Keluhan Saluran Cerna Selama Kehamilan

0

Mual, muntah-muntah, tidak bisa buang air besar, sepertinya keluhan ini bukan hal yang langka dijumpai saat Anda hamil.

Beberapa wanita malah mempunyai kelainan  yang khas saat kehamilan, yang lainnya mungkin mengeluhkan hal yang serius yang sudah terjadi secara kronis.

Mual dan muntah

Mual, baik dengan atau tanpa muntah, umum terjadi pada awal kehamilan. Mual-mual terjadi pada 50-90% kehamilan, sedangkan yang disertai dengan muntah lebih sedikit. Mual-mual merupakan keluhan yang bisa hilang sendiri, dan 91% terjadi pada trimester pertama, biasanya pada 6-8 minggu pertama. Penyebabnya hingga saat ini masih menjadi perbincangan, ada ahli yan gmengatakan akibat hormon, kelainan gerakan saluran cerna, atau faktor psikologis. Bila keluhan ini berlanjut ke trimester dua atau tiga, perlu dicari penyebab lain. Pada kehamilan akhir, mual-mual bisa juga terjadi, misalnya karena rahim yang sangat membesar, cairan ketuban yang terlalu banyak, preeklampsia, atau sudah masuk persalinan.

Tip atasi mual dan muntah

  1. Menghindari faktor-faktor yang mencetuskan rasa mual
  2. Makan lebih sering namun sedikit
  3. Perbanyak karbohidrat (biskuit, krakers), dan kurangi asupan lemak
  4. Bila keluhan lebih berat, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang bisa mengurangi gejala.

Hiperemesis gravidarum

Keluhan mual dan muntah yang tidak berhenti-henti pada awal kehamilan disebut hiperemesis gravidarum, bila tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan cairan. Hiperemesis gravidarum merupakan keluhan mual muntah derajat berat yang untungnya cukup jarang terjadi (3-10 kasus per 1000 kehamilan).

Mengatasi hiperemesis gravidarum

  1. Bila Anda tak bisa makan atau minum sama sekali, sebaiknya Anda mendapat infus untuk menggantikan cairan, eleektrolit, vitamin, dan mineral. Pada beberapa kasus, pemberian nutrisi lewat infus atau langsung ke saluran cerna (melalui selang NGT) bisa ikut membantu mengurangi gejala.
  2. Makan dengan pola sedikit-sedikit, dalam porsi kecil, dengan porsi tinggi karbohidrat dan rendah lemak.
  3. Dokter juga bisa memberikan obat-obatan anti muntah bahkan meminta Anda untuk dirawat inap apabila gejala cukup berat.

Penyakit refluks gastroesofagus

image : simplehomemade.net

Penyakit refluks gastoesofagus (gastroesophageal reflux disease/GERD) yang umum disebut dengan heartburn, sebenarnya cukup sering terjadi yaitu 45-80% dari seluruh wanita hamil. Sekitar 52%-nya terjadi pada trimester pertama, 24-40% terjadi pada trimester kedua, dan 9% terjadi pada trimester ketiga. Terjadi akibat melemahnya katup antara kerongkongan ke lambung.

Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah rasa panas di dada dan aliran makanan dari lambung ke kerongkongan.

Tip mengatasi heartburn

  1. Untuk gejala ringan, heartburn bisa dikurangi dengan makan dalam porsi kecil, tidak makan terlambat pada malam hari, posisi tidur tegak dan mencegah makanan atau obat-obatan yang menyebabkan gejala tersebut.
  2. Mengunyah permen karet dapat merangsang kelenjar ludah dan membantu menetralkan asam akibat keluarnya makanan dari lambung.
  3. Stop rokok atau minum minuman yang mengandung alcohol
  4. Untuk gejala berat, mungkin perlu dipertimbangkan obat-obatan yang harus dikonsultasikan dengan dokter Anda.
  5. Menu makan malam sebaiknya tiga jam sebelum Anda tidur agar perut tidak terlalu penuh.

Diare

 

Diare terjadi pada 34% wanita hamil, yang disebabkan oleh kuman bakteri, virus, atau protozoa. Penyebab lain adalah keracunan makanan ataupun obat-obatan. Biasanya pengobatan sama dengan saat tidak hamil, yaitu mengganti cairan yang hilang. Obat-obatan untuk diare tidaklah dianjurkan.

Konstipasi:

Konstipasi terjadi pada 11-38% kehamilan, terjadi lebih sering dibanding saat tidak hamil. Pada saat hamil, faktor hormonal mempengaruhi gerakan usus, termasuk gerakan usus halus ataupun usus besar. Penyerapan air juga meningkat, apalagi ibu hamil kerap mengonsumsi zat besi yang meningkatkan risiko konstipasi.

Tip mengatasi konstipasi

  1. Ubahlah pola makan menjadi kaya sayur dan buah
  2. TIngkatkan aktivitas fisik. Ketika Anda hamil tak berarti acara berolahraga diliburkan.
  3. Pada kondisi konstipasi yang berat, Anda bisa mencoba obat penambah volume feses seperti psyllium. Obat-obatan lain seperti pencahar sebaiknya dihindari.

Referensi :

  1. Winkjosastro. Alternative treatments of Nausea Vomiting in Pregnancy. Disampaikan dalam: Pertemuan Ilmiah Early Pregnancy Medicine. Gran Melia Jakarta, 12-15 November 2007.
  2. Cunningham GF, Macdonald PC, Gant NF, et al. William Obstetrics. 20th ed. Appleton and Lange, USA. 1997.
Share.

About Author