Mengapa Si Buah Hati Tak Kunjung Hadir ?

0

Infertiltas adalah suatu kondisi di mana pasangan suami istri telah berusaha hamil selama 12 bulan secara teratur, tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun. 

Pasangan suami istri harus diperiksa ketika mereka merasakan ada sesuatu masalah, karena seringkali terdapat faktor-faktor lain, seperti usia istri, operasi terdahulu yang pernah dilakukan, atau masalah siklus haid.

Kedua belah pihak

Infertilitas adalah suatu penyakit sistem reproduksi yang menyerang pria atau wanita dengan frekuensi yang hampir seimbang. Artinya, penyebab infertilitas dapat berasal dari kedua belah pihak—suami dan istri, atau keduanya. Oleh karenanya, untuk memastikannya, dilakukan sejumlah pemeriksaan kepada suami dan istri.

Dengan semakin berkembang dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran—khususnya dalam bidang reproduksi, kini lebih dari 50% penyebab infertilitas telah dapat diatasi dengan pemberian obat atau pembedahan—termasuk bedah mikro. Sebagian lagi memerlukan teknik rekayasa reproduksi, yaitu inseminasi buatan, pembuahan buatan seperti tandur alih gamet intratuba, tandur alih zigot intratuba, tandur alih pronuklei intratuba, fertilisasi invitro, dan sebagainya.

Fakta tentang infertilitas

Sekitar 11-15% pasutri usia reproduksi mengalami kesulitan untuk memperoleh keturunan, baik karena kurang subur (subfertil) atau tidak subur (infertil). Bahkan pernah dilaporkan sekitar 25% pasangan tidak memperoleh keturunan setelah 12 bulan lamanya menikah.

Di Indonesia tercatat bahwa 10-20% pasangan adalah infertil. Pasangan usia subur di Indonesia sekitar 25 juta, artinya terdapat 2,5-5 juta pasangan infertil. Sekitar 10% pasangan usia subur yang telah menikah menderita infertilitas primer, dan 10% lainnya telah memiliki 1-2 anak, dan tak berhasil untuk hamil lagi.

Apa penyebabnya?

Sebagian besar penyebab infertilitas dapat dijelaskan, sebagian lagi belum dapat dijelaskan meski ditangani dengan teknik pengobatan yang modern.

Pada 25% pasangan infertil ditemukan lebih dari satu faktor yang berperan terhadap infertilitasnya. Sekitar 64% disebabkan faktor istri dan sisanya (36%) faktor suami. Pada istri disebabkan oleh oklusi tuba dan faktor peritoneum (35%), ovulasi tak teratur (abnormal) (21-25%), endometriosis, psikogenik dan sebesar 15-20% tak terjelaskan (idiopatik). Sedangkan pada suami sebagian besar adalah akibat oligozoospermia. Sebesar 16% merupakan penyebab yang multifaktorial (dari suami dan istri).

Bagaimana penanganannya?

Bagi pasangan yang menikah belum 12 bulan, biasanya akan diminta kembali lagi setelah 12 bulan menikah, karena 80% pasutri akan hamil dalam 12 bulan pertama pernikahannya, dengan sanggama normal dan teratur.

Suatu kehamilan akan tercapai bila persyaratannya terpenuhi: hubungan seksual yang normal, analisa sperma normal, ovulasi normal, uterus dan endometrium normal, tubaa falopi normal.

Selain pemeriksaan fisiologis, juga akan ditanyakan riwayat penyakit pada pasutri. Disarankan kunjungan ke dokter dilakukan bersama-sama, karena dokter dapat menilai interaksi mereka.

Penanganan pasangan infertil sebagai suatu satu kesatuan biologik perlu dilakukan secara menyeluruh dan sistematik. Pemeriksaan dan penanganan yang cermat harus dipikirkan dalam bentuk yang bercaya guna, hemat waktu, dan dalam hitungan akhir adalah hemat biaya.

Pemeriksaan yang mungkin dilakukan:

  • analisa sperma suami
  • penilaian ovulasi
  • penilaian tempat implantasi
  • keadaan getah serviks
  • petensi tuba
  • rongga berikut cairan peritonealnya

 

Share.

About Author