Muntah pada Bayi dan Anak

Muntah pada Bayi dan Anak

muntah.jpgDokter, anak saya umur 4 bulan tiba-tiba muntah setelah minum susu 1 botol. Tidak demam, batuk, pilek maupun diare. Kencing biasa.

Dokter , anak saya muntah setiap minum maupun makan sejak tadi pagi. Anak demam dan diare.

Dokter, anak saya umur 4 bulan tiba-tiba muntah setelah minum susu 1 botol. Tidak demam, batuk, pilek maupun diare. Kencing biasa.

Dokter , anak saya muntah setiap minum maupun makan sejak tadi pagi. Anak demam dan diare.

Kejadian di atas adalah dua contoh keluhan orang tua yang sering disampaikan kepada dokter karena anaknya menderita muntah. Muntah sering terjadi pada anak dan bayi yang sering membuat orang tua risau. Sebenarnya apakah muntah itu ?

Defnisi muntah

Muntah didefinisikan sebagai pengeluaran isi lambung atau esophagus melalui mulut dengan paksa. Muntah harus dibedakan dengan beberapa kejadian :

  1. Posetting yaitu pengeluaran sedikit isi lambung sehabis makan, biasanya melelh keluar dari mulut. Hal ini tidak berbahaya. Akan menghilang dengan sendirinya
  2. Regurgitasi

Regurgitasi disebabkan oleh ketidakmampuan sphinter kardioesophageal atau memanjangnya waktu pengosongan lambung. Sebagian besar kejadian regurgitasi akan menghilang sendiri dengan bertambah umur bayi. Beberpa kejadian dapat mengganggu pertumbuhan dan menimbulkan infeksi saluran nafas berulang.

 

Apa penyebab muntah?

Muntah dapat merupakan bagian dari banyak penyakit yang diderita anak dan bayi. Penyebab utama muntah pada anak adalah infeksi saluran pencernaan (gastroenteritris). Muntah sering terjadi mendahului diare. Penyakit lain dapat juga menyebabkan seoramng anak atau bayi muntah misal infeksi telinga (otitis media), infeksi saluran kencing, infeksi saluran nafas, hepatitis, infeksi intracranial, peningkatan tekanan di dalam otak (mis tumor, perdarahan otak). Adanya penyempitan atau kelainan struktur saluran pencernaan (mis stenosis pylorus, megacolon konginetal) dapat memunculkan gejala muntah pada bayi beberapa hari setelah lahir. Disamping itu keracunan makanan atau alergi makanan atau susu dapat merangsang timbulnya gejala muntahsebelum muncul gejala yang lain. Pada saat anak muntah sering diawali dengan berkeringat dingin, pucat, keluar air ludah, bernafas dalam, nadi cepat. Muntah yang berwarna hijau harus lebih mendapat perhatian dari orangtua karena kemungkinan bayi atau anak menderita penyakit yang serius.

 

Bagaimana mengobati muntah?

Orangtua dapat melakukan pertolongan pertama pada saat anak muntah dengan cara anak diberi minum secara bertahap, mencegah agar anak tidak tersedak dengan cara memiringkan kepala bila anak muntah, menghindari makanan padat sampai muntah hilang, istirahat. Segera ke dokter untuk berkonsultasi jika muntah terus berlanjut. Jika muntah dan diare berlanjut, seorang anak atau bayi dapat menderita kekurangan cairan (dehidrasi) sehingga sebaiknya anak diberikan cairan rehidrasi seperti oralit. Minuman lain seperti Cola, Juice buah tidak dapat mengganti cairan dan elektrolit yang keluar saat muntah. ASI tetap diberikan bagi bayi yang masih mendapat ASI.

 

Bagaimana mencegah muntah?

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mencegah muntah pada bayi atau anak yaitu :

  1. hidup bersih dan sehat
  2. mengurangi minum soda
  3. tidak makan dan bermain pada waktu bersamaan
  4. posisi kepala bayi lebih tinggi pada saat minum
  5. Sendawakan bayi setelah minum

 

Referensi :

  1. Donald WL, MD, Rudolph. Fundamental of Pediatrics. 2nd. Eds, Appleton & Lange, 1998
  2. Nelson. Textbook of Pediatrics, 17th Eds, Saunders, 2004
  3. Vomiting. Digestive disorder. health cares.net