Normalkah Perkembangan Motorik si Kecil?

0
motornormal6.gif“Kog sudah mau umur 2 tahun, Jojo belum bisa jalan sendiri yah..? Padahal teman-teman seusianya sudah berlari sana sini…”
Melihat si kecil bertumbuh dan semakin lincah merupakan suatu kebanggaan ‘berjuta-juta’ bagi setiap orang tua. Betapa tidak, waktu masih bayi selalu digendong, sekarang ia sudah bisa diajak bermain. Dulu tangannya amat mungil, sekarang apapun yang dilihat pasti ingin dipegang olehnya. Orang tua tentunya selalu ingin menjadi pemantau yang paling baik dan subyek yang paling banyak tahu tentang pertumbuhan dan perkembangan anaknya.

 

Perkembangan motorik pada anak paling mudah ‘terlihat’ dan dapat langsung dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia. Oleh karena itu, umumnya orang tua sangat memperhatikan kemampuan motorik anak-anaknya. Komponen perkembangan motorik pada anak adalah motorik kasar dan motorik halus.

Jika anak terlambat menguasai tugas perkembangan sesuai usianya, seperti yang dialami oleh Jojo, orang tua sebaiknya tidak ‘menunggu.’ Konsultasi dan intervensi dini akan sangat mempengaruhi proses perkembangan anak selanjutnya.

Berikut adalah beberapa ciri yang harus diwaspadai orang tua dalam memantau perkembangan motorik si kecil.

Hal yang harus diwaspadai dalam memantau perkembangan motorik kasar:

usia 4 ½ bulan

bayi tidak mengangkat badannya ke posisi duduk, saat kedua lengannya ditarik

usia 5 bulan

belum bisa berguling (dari posisi terlentang ke posisi tengkurap)

usia 7-8 bulan

belum bisa duduk sendiri tanpa bantuan

usia 9-10 bulan

belum dapat berdiri sendiri (walaupun tangannya sudah bertumpu pada sesuatu)

usia 15 bulan

belum bisa berjalan

usia 2 tahun

belum bisa menaiki atau menuruni anak tangga

usia 2 ½ tahun

belum bisa melompat dengan kedua kaki

usia 3 tahun

belum bisa berdiri sesaat menggunakan 1 kaki

usia 4 tahun

belum bisa melompat berpindah tempat

usia 5 tahun

belum bisa berjalan pada garis lurus ke depan atau ke belakang, atau belum bisa berdiri menggunakan 1 kaki selama 5-10 detik

Hal yang harus diwaspadai dalam memantau perkembangan motorik halus:

usia 3 ½ bulan

kedua tangan tetap dalam posisi mengepal

usia 5 bulan

belum bisa memegang rattle (mainan bayi)

usia 7 bulan

belum bisa memegang suatu obyek menggunakan masing-masing tangan

usia 10-11 bulan

belum ada pincer grasp (memegang sesuatu menggunakan ibu jari dan telunjuk, biasanya untuk benda-benda kecil)

usia 15 bulan

belum bisa memasukkan atau mengeluarkan sesuatu (seperti memasukkan sesuatu ke dalam gelas dan mengeluarkannya lagi)

usia 20 bulan

belum bisa melepaskan kaos kakinya sendiri

usia 2 tahun

belum bisa menyusun 5 balok ke atas, atau mencoret-coret

usia 2 ½ tahun

belum bisa membalikkan 1 halaman buku

usia 3 tahun

belum bisa menyusun 8 balok ke atas, atau menggambar 1 garis lurus

usia 4 tahun

belum bisa menyusun 10 balok ke atas, atau meniru gambar lingkaran

usia 4 ½ tahun

belum bisa meniru gambar segi empat

usia 5 tahun

belum bisa meniru gambar garis silang (seperti tanda salib)

Referensi:

  1. Preventive Pediatric Health Care Handbook, 3rd Edition, 2006. Philippines Pediatric Society.
  2. Blondis TA. Motor Disorders and Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder. Pediatr Clin North Am. 1999 Oct;46(5):899-913, vi-vii. Review.
  3. First LR, Palfrey JS. The Infant or Young Child with Developmental Delay. The New England Journal of Medicine 330:478-483. 1994.
Share.

About Author