Pemberian Vitamin K pada Bayi Baru Lahir

11
[quote type=”center”]Setiap bayi baru lahir diberikan vitamin K, mengapa ? Seberapa penting pemberiannya pada bayi baru lahir ?[/quote]

 

Mengapa perlu vitamin K?

Vitamin K merupakan vitamin larut dalam lemak yang memiliki peranan penting dalam mengaktifkan zat-zat yang berperan dalam pembekuan darah, di antaranya zat yang dikenal sebagai protrombin dan faktor-faktor pembekuan. Ada tiga bentuk vitamin K yang diketahui yaitu:

  • Vitamin K1 (phytomenadione), terdapat pada sayuran hijau
  • Vitamin K2 (menaquinone), dihasilkan oleh bakteri normal usus (Bacteriodes fragilis)
  • Vitamin K3 (menadione), merupakan vitamin K sintetik

 

Dalam keadaan normal, bayi baru lahir relatif mengalami kekurangan vitamin K. Hal ini disebabkan karena cadangan vitamin K bayi yang didapat dari ibu sangat terbatas, selain itu sumber vitamin K yang didapat dari ASI hanya mengandung vitamin K dalam kadar  rendah.

 

Vitamin K dapat diproduksi oleh bakteri normal dalam saluran cerna, akan tetapi pada bayi baru lahir kondisi saluran cerna masih dalam keadaan steril (tidak ada bakteri normal usus) sehingga vitamin K tidak dapat diproduksi. Fungsi organ hati sebagai tempat metabolisme vitamin K juga belum dapat berfungsi secara matang terutama pada bayi kurang bulan.

 

Apa akibatnya?

Kurangnya kadar vitamin K inilah yang dapat menyebabkan bayi baru lahir memiliki resiko untuk mengalami gangguan perdarahan atau yang lebih dikenal dengan perdarahan akibat defisiensi vitamin K (PDVK).

 

Angka kejadian PDVK pada bayi baru lahir berkisar antara 1:200 sampai 1:400 kelahiran bayi yang tidak mendapat suntikan vitamin K. Gejala utamanya adalah perdarahan. Perdarahan dapat terjadi pada kulit, hidung, mata dan saluran cerna yang ditandai oleh muntah atau tinja yang kehitaman, bayi terlihat pucat, perdarahan yang terjadi terus menerus melalui bekas tusukan jarum suntik. Perdarahan juga dapat terjadi secara spontan tanpa sebab yang jelas.

 

Yang paling serius adalah perdarahan dalam otak yang dapat dikenali melalui gejala seperti sakit kepala, muntah tiba-tiba, menangis terus menerus, ubun-ubun besar membonjol, kejang sampai dengan penurunan kesadaran. Perdarahan otak inilah yang dapat berlanjut menjadi kecacatan otak bahkan kematian.

 

Bayi dengan kondisi tertentu memiliki faktor risiko lebih besar untuk terjadinya perdarahan, di antaranya bayi kurang bulan, bayi yang lahir dari ibu yang menggunakan obat yang menghambat metabolisme vitamin K di antaranya obat anti kejang dan obat anti tuberkulosis selama kehamilan, bayi yang mendapatkan antibiotik berkepanjangan (karena dapat membunuh bakteri normal usus yang hasilkan vitamin K), bayi yang mengalami diare terus-menerus dan gangguan penyerapan usus. Pada bayi yang mendapat ASI secara eksklusif juga memiliki risiko terjadinya perdarahan, akan tetapi manfaat pemberian ASI jauh lebih besar sehingga ASI tetap pilihan yang terbaik bagi bayi.

 

PDVK dapat dibagi berdasarkan waktu terjadinya:

PDVK Dini - terjadi pada < 24 jam pertama setelah kelahiran, Keadaan ini dapat dicegah dengan pemberian suntikan vitamin K pada bayi baru lahir

 

PDVK Klasik – terjadi pada minggu pertama kehidupan, bentuk yang paling umum, disebabkan oleh asupan vitamin K yang tidak adekuat dan tidak diberikannya suntikan vitamin K pada bayi baru lahir

 

PDVK Lambat – terjadi pada  bayi usia 2 minggu-6 bulan, sangat jarang terjadi akan tetapi sangat serius menyebabkan kerusakan otak permanen bahkan kematian

 

Untuk mengetahui adanya PDVK perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan faktor-faktor pembekuan, sementara untuk pemeriksaan kemungkinan perdarahan otak dapat dilakukan USG atau CT Scan.

 

Perlukah vitamin K untuk bayi baru lahir?

Ya! Karena gejala kekurangan vitamin K tidak selalu terlihat dengan jelas, sekitar 1/3 kasus terjadi tanpa adanya gejala maupun faktor risiko yang jelas. Oleh karena itu, pemberian suntikan vitamin K perlu dilakukan pada setiap bayi baru lahir sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan pada bayi baru lahir.

 

Bagaimana dan kapan pemberiannya?

Vitamin K yang diberikan adalah vitamin K1, diberikan pada saat bayi baru lahir sampai usia 2 minggu karena risiko terjadinya perdarahan bertambah terutama pada usia 1-2 minggu dan menurun menjelang usia 6 bulan setelah bayi mulai dapat memproduksi vitamin K sendiri. Cara pemberian dapat dilakukan baik secara suntikan di otot (intra muskular) ataupun di minum (oral)

  • Suntikan di otot, dengan dosis tunggal 1 mg pada setiap bayi baru lahir
  • Diminum, dengan dosis tunggal 2 mg diberikan tiga kali, yaitu pada saat bayi baru lahir, pada umur 3-7 hari, dan pada umur 4-8 minggu.

 

Bagaimana bila anak saya terlambat diberi vitamin K?

Pada bayi yang terlambat mendapat vitamin K dan mengalami perdarahan akibat kekurangan vitamin K, dokter akan memberikan pengobatan berupa suntikan vitamin K dan transfusi darah. Pemberian vitamin K tidak perlu dilakukan ulangan, karena semakin bertambah umur bayi, semakin baik kemampuan tubuhnya untuk menghasilkan vitamin K dan semakin bervariasi asupan makanan yang didapatkan.

Referensi :

  1. HTA Indonesia. Profilaksis Pemberian Vitamin K pada Bayi Baru Lahir. 2003.
  2. Comitee on Fetus and Newborn The American Academy of Pediatrics. Olicy Statement:Controversies Concerning Vitamin K and The Newborn. Pediatrics July 2003:112;191-2

 

Share.

About Author