Perawatan Pasca Persalinan

Perawatan Pasca Persalinan

Selamat! Anda sudah menjadi ibu. Proses persalinan  usai sudah. Seluruh tubuh  telah bekerja keras untuk melahirkan bayi yang anda dambakan. Untuk mengembalikan kondisi tubuh anda  inilah perawatan yang perlu anda jalani.

 

Anda bagai habis bertanding dengan juara tinju dunia.  Rasa pegal, nyeri, dan kantuk meliputi anda saat ini. Bagaimanapun tubuh anda sudah bekerja amat keras sehingga anda memerlukan perawatan pasca persalinan. Ini berlaku bagi ibu yang melahirkan normal maupun caesar.

Perawatan pasca melahirkan penting untuk mengembalikan kondisi fisik ibu dan untuk menghindari adanya gangguan pasca persalinan seperti perdarahan, infeksi, kelehanan berat, dan stress (postpartum syndrome).

 

Berikut ini adalah tahapan-tahapan perawatan pasca persalinan yang akan anda jalani:

Obat Penghilang Rasa Sakit

Setelah melahirkan, kadang-kadang masih timbul rasa sakit di bagian perut. Terjadinya kontraksi dan pengerutan rahim serta penyembuhan jaringan sekitar vagina kadang-kadang menimbulkan rasa sakit selama beberapa hari. Untuk itu, mungkin anda membutuhkan obat-obatan penghilang rasa sakit selama 4-5 hari. Dokter akan melihat kemungkinan hal ini.

 

Belajar Bergerak

Begitu kembali ke kamar perawatan, ibu yang menjalani persalinan normal bisanya sudah diperbolehkan duduk atau berdiri jika tidak merasa pusing. Sementara bagi yang menjalani operasi caesar, biasanya sudah baru diperbolehkan duduk satu hari dan boleh berjalan 48 jam setelah operasi. Berdiri dan berjalan ini akan membantu mencegah terjadinya pembekuan darah di vena (pembuluh darah balik), dan membantu menormalkan buang air besar.

 

Membersihkan Tubuh

Seorang ibu yang baru melahirkan boleh saja mandi pada hari yang sama setelah persalinan. Pembalut wanita yang cukup tebal biasanya diperlukan selama minggu-minggu pertama masa nifas. Untuk menjaga kebersihan bekas luka di vagina akibat episiotomi (pengguntingan pada waktu proses persalinan), pembalut ini perlu sering diganti. Sebaiknya hindari pemakaian tampon (pembalut wanita berbentuk bulat dan panjang yang disumbatkan ke vagina) selama masa nifas. Sebab tampon akan menghambat keluarnya cairan locia  dan hal ini berbahaya bagi ibu  yang bermasalah dalam masa nifas.

 

Pengunaan Kateter

Ibu yang baru melahirkan mungkin mengalami kesulitan buang air kecil. Ini bukan masalah sepele. Sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter. Pemasangan kembali kateter biasanya diperlukan untuk mengosongkan kandung kemih. Namun, hal ini biasanya jarang terjadi.

 

Yang lebih sering adalah sulit buang air besar. Sulit buang air besar pada pada ibu yang baru melahirkan adalah normal. Sebab sebelum proses persalinan, mungkin ibu hamil telah diberi obat pencahar. Dengan begitu, kotoran di dalam perut sudah keluar semua sebelum proses persalinan.  Selain itu selera makan anda pun belum pulih sehingga asupan makanan pun belum banyak. Namun jika sampai hari ke tiga ibu masih belum bisa buang air besar dokter akan memberikan obat pencahar.

 

image : simplehomemade.net

Pemeriksaan Tubuh Ibu Secara keseluruhan

Perawat akan memeriksa ibu secara teratur untuk mengetahui apakah kondisi anda baik atau tidak. Pemeriksaan ini meliputi: suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan pernafasan, pengeluaran air kemih dan cairan vagina, bekas luka sayatan, kekerasan dan letak rahim, juga infus dan kateter.

 

Pulang ke Rumah

Seorang ibu yang baru melahirkan, sebenarnya dapat meninggalkan rumah sakit 24 jam setelah proses persalinan. Sekalipun begitu, untuk ibu yang baru pertama melahirkan, biasanya diminta untuk tinggal  di rumah sakit 2-3 hari. Setelah persalinan. Tujuannya agar si ibu dapat beristirahat dan belajar mengurus bayinya lebih dulu.

 

Istirahat dan Makan cukup dan Bergizi seimbang

Tubuh anda sudah bekerja ekstra keras. Jadi anda perlu istirahat. Untuk sementara waktu biarkan orang lain membantu anda merawat bayi. Tidurlah yang lelap kecuali saat bayi ingin menyusu. Selain itu, makanlah makanan yang begizi dan seimbang. Jika selera makan anda hilang, bayangkan makanan yang sedang anda inginkan dan pesan saat itu juga!

 

Pemeriksaan Pasca Persalinan

Dua minggu setelah persalinan dokter akan melakukan pemeriksaan berat badan dan kadar haemoglobin. Pemeriksaan lain biasanya dilakukan untuk melihat apakah rahim telah mengerut dengan baik, bekas guntingan episiotomi telah sembuh, dan proses menyusui berjalan dengan baik atau tidak.

 

Enam minggu setelah melahirkan,  ibu sebaiknya datang ke dokter untuk pemeriksaan dalam. Pemeriksaan ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa rahim telah pulih dan kembali ke bentuk yang normal. Selain itu juga dokter akan memeriksa apakah secara keseluruhan tubuh ibu sudah fit.

 

Jika memungkinkan pada saat ini dokter akan menyarankan ibu untuk menggunakan alat kontrasepsi. Ini penting untuk menjaga jarak kehamilan sehingga tidak terjadi kehamilan yang terlalu dekat. Kontrasepsi perlu segera digunakan karena biasanya ovulasi (keluarnya telur dari indung telur) biasanya akan terjadi 4 minggu setelah persalinan.

Kondisi khusus yang dialami ibu melahirkan dengan cara caesar :

  1. Merasa pusing karena pembiusan: setelah proses persalinan dengan operasi, mungkin saja anda mengalami sedikit pusing. Namun, selama ini tidak pernah dapat disimpulkan penyebab sebenarnya.  Memang ada sekitar 1% pasien yang mengalami pusing setelah menjalani bius epidural. Ini karena ketika dilakukan pembiusan, maka jarum membuat lubang di selaput tipis saraf tulang belakang, sehingga menyebabkan kebocoran cairan saraf tersebut.
  2. Bekas irisan : akibat irisan tentu saja meninggalkan bekas. Tapi tidak perlu kuatir, bekas ini tidak terlalu kentara. Meskipun ada beberapa ibu yang mengalami keloid. Sebaliknya pada beberapa orang bekas irisan hanya tampak seperti garis lurus berwarna kecoklatan.  Jika anda merasakan gumpalan ini terjadi karena adanya perdarahan di bawah kulit pada waktu operasi.
  • putra

    makasih bu dokter