Pilih-pilih kontrasepsi saat menyusui

1

asi2.jpgBanyak orang bilang KB dapat mempengaruhi ASI hingga
banyak ibu yang menundanya. Ada pula yang beranggapan, ber-KB haruslah menunggu
haid pertama setelah bersalin. Ber-KB sesegera mungkin sebenarnya lebih baik
selama tak ada masalah dengan pulihnya rahim.

Sebenarnya, memberi ASI eksklusif menjadi salah satu cara KB alami karena
dapat menekan kesuburan. Makin sering menyusui, Anda makin terlindungi dari
kehamilan. Namun Sekitar 10 persen ibu yang memberi ASI eksklusif bisa juga
hamil, hingga cara ini tak 100 persen aman, dan dianjurkan untuk dikombinasi
dengan kontrasepsi lain.

Sebaiknya, sebelum melahirkan, ibu sudah mempersiapkan kapan dan metode
kontrasepsi apa yang diinginkan karena pastinya ibu sudah direpotkan dengan
berbagai hal setelah melahirkan. Para ahli menganjurkan akhir masa nifas ibu
sudah mantap dengan metode KB yang dipilihnya.

Keuntungan Kontrasepsi Menyusui

Anda bisa mendapat keuntungan kontrasepsi dari menyusui bila:

  • Memberikan ASI eksklusif
  • Menyusui sesering dan selama mungkin siang dan malam
    sesuai keinginan bayi
  • Mendahulukan memberi ASI sebelum waktu makan si kecil
  • Tetap menyusui meski ibu atau si kecil sedang sakit
  • Menghindari pemakaian botol atau empeng atau nipple shield
  • Tidak mengalami haid sama
    sekali setelah delapan minggu setelah melahirkan
  • Bayi masih di bawah usia enam
    bulan

Memilih kontrasepsi saat menyusui

Pil kontrasepsi

Pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron tidaklah
dianjurkan untuk ibu menyusui karena mengurangi produksi ASI. Bila Anda tak
cocok dengan cara KB yang lain sedangkan Anda menyusui, lebih baik memilih pil
KB yang hanya mengandung turunan hormon progesteron (mini pil). Sebuah studi
menunjukkan mini pil ini tidak mempengaruhi ASI dibandingkan pil kombinasi.
Efek kontrasepsi mini pil yang lebih lemah bisa dibantu dengan memberi ASI
eksklusif. Dan bila ibu sudah berhenti menyusui, barulah menggantinya dengan
pil kombinasi.

KB suntik atau
implant

Karena hanya mengandung hormon turunan progesteron, KB suntik pada
prinsipnya sama dengan mini pil. KB suntik memiliki efek lebih panjang dan
disuntikkan pada periode tertentu saja (satu bulan atau 2-3 bulan). Konon, saat
penyuntikan dengan dosis tinggi, hormon yang masuk ke ASI akan meningkat, namun
menurut studi hal ini tidak merugikan si bayi.

KB implant merupakan jenis KB hormonal yang bersifat jangka panjang. KB
dilakukan dengan memasukkan sejenis selongsong berisi hormon ke bawah kulit,
dan akan diambil bila ibu menginginkannya atau setelah lima tahun.

Efeknya sama dengan KB suntik.

WHO menyarankan ibu yang menyusui eksklusif mulai memakai kontrasepsi
berisi hormon turunan progesteron ini enam minggu setelah melahirkan.

AKDR (alat
kontrasepsi dalam rahim)

Sampai saat ini, AKDR menjadi pilihan pertama untuk ibu yang masih menyusui
namun belum ingin kontrasepsi mantap.Selain keluhan yang minimal, AKDR tidaklah
berpengaruh pada ASI karena bekerja secara lokal di dalam rahim. Pemasangan
AKDR tidaklah perlu menunda waktu, bisa dilakukan pada akhir nifas, biasanya
saat satu bulan tujuh hari setelah ibu bersalin. Sebab, bila diberikan lebih
awal, risiko AKDR untuk terlepas (ekspulsi) lebih besar.

Metode kontrasepsi
lain

Beberapa ibu memilih untuk mengkombinasi ASI eksklusif dengan metode KB
sederhana seperti kondom, diafragma, atau senggama terputus. Kedua metode ini
akan saling melengkapi selama proses menyusui dilakukan dengan benar. Ingatlah
untuk mengganti metode KB bila ibu tak lagi menyusui secara eksklusif karena
metode-metode ini memiliki efektifitas yang rendah.

Pada ibu yang tak ingin punya anak lagi, kontrasepsi mantap yaitu dengan
mengikat saluran rahim bisa dilakukan dalam 24 jam pertama setelah melahirkan.
Kontrasepsi mantap juga bisa dilakukan pada pasangan dengan mengikat saluran
sperma.

Pilihan terbaik KB saat menyusui

  1. Bila sudah tak
    ingin punya anak lagi, lakukan kontrasepsi mantap
  2. AKDR
  3. Suntik KB
    depoprovera
  4. KB implant
  5. Mini pil atau cara
    sederhana lain
  6. Pil kombinasi
    adalah pilihan terakhir, digunakan bila ibu tak lagi menyusui atau anak sudah
    diberi makanan padat. Pilihlah yang kandungan estrogennya rendah.

Referensi:

  1. Karkata MK. Keluarga Berencana saat laktasi. Dalam: Soetjiningsih, ed. ASI
    petunjuk untuk tenaga kesehatan. EGC, Jakarta. 1997
  2. American Academy of Family physicians. Blenning EC,
    Paladine H. An approach to the post partum office visit. Am Fam Physician
    2005;72:2491-6, 2497-8.
  3. Combined hormonal versus nonhormonal versus progestin-only
    contraception in lactation. Cochrane Database syst rev.2003

Share.

About Author

  • mama norbert

    Dear All,

    Bayi saya Joachim sekarang berusia 1tahun 7bulan dan masih menyusui walaupun hanya pagi dan sepanjang malam, karena saya bekerja dan jika siang hari Joachim minum susu Formula. Sejak melahirkan hingga saat ini saya belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun, karena saya dan suami berkeinginan untuk cepat punya adek untuk Joachim, namun hingga hari ini keinginan itu belum terwujud.

    Jadi apakah benar Ibu yang menyusui tidak bisa hamil sampai anaknya lepas menyusui, karena banyak teman2 saya mereka tetap bisa hamil walaupun saat itu mereka sedang menyusui.

    Mohon nasihatnya. terima kasih.

    Mama Norbert.