Pompa ASI Diperlukan Saat Ibu Mulai Bekerja

0
[quote type=”center”]Ingin memberi ASI eksklusif tapi cuti hamil sudah habis ?[/quote]

 

Begitulah, ibu bekerja dihadapkan pada  dilema. Asal tahu cara menyiasatinya, semua itu bukan lagi hambatan, Anda bisa memompa ASI dan tetap memberikan yang terbaik untuk sang buah hati.

I. Biasakan anak terhadap puting Anda sebelum mencoba memompa ASI untuk menghindari bingung puting

Pemberian susu botol (meski berisi ASI) sebelum bayi terbiasa menyusu pada ibu akan membuatnya bingung puting. Apalagi jika si kecil memutuskan untuk lebih menyukai botol susu dibanding puting ibunya.

Sebagai panduan, sebaiknya ibu mulai lah memompa beberapa minggu sebelum cuti berakhir. Anda bisa menyimpan ASI di lemari es sebagai cadangan bila suatu saat ASI perahan tidak mencukupi. Anda juga bisa memberikan ASI dengan sendok atau botol susu untuk membiasakan bayi. Karena, bayi pun membutuhkan pembiasaan untuk mengganti puting dengan sendok atau botol susu dan Anda pun perlu terbiasa mengeluarkan ASI tanpa kehadiran si kecil di sisi Anda.

II.    Pilihlah tipe pompa yang tepat

Beberapa ibu lebih nyaman menggunakan pompa manual karena lebih praktis, lebih tidak berisik, dan lebih mudah. Dan tentunya lebih murah dibanding pompa elektrik. Ibu yang memilih pompa elektrik beralasan karena pompa ini lebih cepat dan lebih efisien. Tapi pilihan tergantung bagaimana Anda. Berikut beberapa panduannya:

  1. Seberapa sering Anda menggunakan pompa ASI? Jika Anda jarang meninggalkan si kecil, cukup gunakan pompa tangan yang sederhana. Ukurannya relatif kecil dan murah. Cukup tekan pegangannya untuk memompa ASI. Jika Anda bekerja penuh dan meninggalkan si kecil seharian, pilihlah pompa elektrik yang menstimulasi payudara lebih efektif dibanding pompa tangan (manual). Pompa jenis ini mengosongkan payudara lebih banyak.
  2. Apakah Anda hanya punya sedikit waktu untuk memompa? Normalnya, memompa membutuhkan waktu 10-15  menit untuk satu payudara. Jika Anda hanya memiliki waktu sedikit, pilihlah pompa elektrik.
  3. Berapa budget yang Anda sediakan untuk membeli pompa? Pompa ASI dapat dibeli di tempat-tempat yang menjual peralatan bayi, peralatan medis, atau apotek. Harga model elektrik bisa mencapai empat kali lipat harga yang manual. Jadi, sesuaikan dengan budget yang Anda miliki
  4. Apakah pompa mudah dibersihkan? Pilihlah pompa yang mudah dibersihkan dan dipasang. Jangan lupa untuk membongkar kembali bagian pompa yang terkena kulit atau susu dan mensterilkannya sesuai dengan manual dari alat tersebut.
  5. Apakah alat pengisap ASI bisa diatur? Alat yang nyaman untuk seorang ibu bisa jadi tak nyaman untuk yang lain. Pilihlah pompa yang dapat diatur derajat pengisapannya.
  6. Apakah alat pompa berisik atau berat? Untuk Anda yang menginginkan pompa dengan suara yang tidak berisik, pastikan untuk mencoba semua alat sebelum membelinya. Selain itu, bila ibu harus membawa pompa setiap hari, pilihlah model yang lebih ringan, beberapa memiliki tas yang praktis dilengkapi cooler untuk menyimpan ASI di perjalanan.
  7. Apakah Anda punya masalah dengan kelistrikan? Pompa elektrik memerlukan sumber listrik atau menggunakan baterai, berbeda dengan pompa manual.

ilustrasi foto : msnbc.msn.com

III. Peroleh ASI lewat memeras

Inilah teknik paling mudah karena tak membutuhkan peralatan, namun memerlukan waktu lebih lama dan latihan. Beberapa ibu memilih teknik ini karena dianggap lebih praktis dan efisien. Caranya mudah, cukup mencuci tangan sebelum memulainya. Letakkan ibu jari sekitar 4-5 cm dari puting dan jari lainnya di bagian bawah payudara membentuk huruf C seputar puting, lalu remas jari-jari secara serentak ke arah dada, membentuk gerakan melingkar. JIka jari terlalu dekat puting, proses meremas ini akan terasa nyeri dan tidak efektif. Tampunglah ASI dalam wadah yang steril, lebih enak bila wadah tersebut memiliki tepi yang lebar agar dapat menampung seluruh ASI.

Saat Anda berjauhan dengan si kecil, perahlah ASI setiap 3-4 jam kemudian simpan di lemari es dan beri label tanggal serta jam ASI di perah. ASI tersebut dapat bertahan 2×24 jam. ASI perah ini diberikan esok harinya saat ibu bekerja.

Referensi :

  1. Stoppard, M. Complete baby&Childcare. Dorling Kindersley, UK.2001.
  2. Expressing breastmilk. www. Babycenter.com
  3. HEgar B, Suradi, R. BEdah ASI, kajian dari berbagai sudut pandang ilmiah. IDAI Jakarta 2008
Share.

About Author