Sariawan

0

Sariawan lagi, sariawan lagi….. Kenapa sih anak saya sering sariawan?

Pertanyaan seperti ini amatlah sering diajukan orangtua yang merasa sariawan sering muncul di mulut anaknya. Banyak yang menyimpulkan bahwa sariawan ini muncul karena panas dalam, kurang vitamin, dan sebagainya.

Sariawan adalah hal yang umum terjadi, dan dapat ditemukan pada berbagai usia mulai dari usia kanak-kanak, remaja, dan dewasa. Namun pada beberapa orang, sariawan lebih sering terjadi dibandingkan dengan orang lainnya. Coba kita cari tahu secara ilmiah, apa yang mungkin menjadi penyebab sariawan pada mulut anak Anda.

Apa itu sariawan?
Sariawan atau nama kerennya stomatitis, bisa terjadi di berbagai tempat di rongga mulut, seperti gusi, bibir, serta langit-langit. Penyebab sariawan ada bermacam-macam, yang paling umum pada anak-anak adalah karena trauma seperti tergigit atau karena tersodok benda keras (anak sering memasukkan mainan ke mulut atau menggunakan sikat gigi terburu-buru sehingga melukai mulutnya).

 

Sariawan seperti ini umumnya cepat sembuh, walaupun tanpa diberi pengobatan. Apabila anak sering sekali mengeluh tergigit bibirnya sehingga muncul sariawan, dokter gigi mungkin perlu melihat posisi gigi si anak. Posisi gigi yang tidak sesuai dapat melukai bibir saat proses mengunyah. Ujung gigi yang sangat tajam dapat diasah oleh dokter gigi. Pada anak yang sudah lebih besar atau usia remaja, perawatan ortodontik (kawat gigi) dapat membantu membetulkan posisi gigi yang tidak sesuai itu.

stomatitis.jpgSariawan yang bandel dan muncul terus….
Pada beberapa orang, sariawan amat sering terjadi, dan disebut stomatitis aftosa rekuren (SAR). Sariawan jenis ini bisa ringan (diameternya kurang dari 1cm) sampai yang berat, umumnya ada beberapa sariawan sekaligus, dan berulang beberapa kali dalam setahun. Sebanyak 20 persen orang diperkirakan menderita SAR. Penyebab SAR sampai sekarang tidak diketahui, namun ada beberapa penyebab yang mungkin, di antaranya:

  • Kurang zat gizi tertentu (umumnya vitamin B12 atau folat, serta zat besi dan anak mungkin mempunyai tanda-tanda anemia).
  • Keturunan, biasanya kedua orangtua juga mempunyai sejarah sariawan yang berulang.
  • Alergi pada jenis makanan tertentu. Sariawan jenis ini umumnya sembuh dalam waktu 10-14 hari. Penyembuhannya dapat dipercepat dengan pemakaian obat kumur (seperti obat kumur klorheksidin) dan juga terdapat beberapa jenis obat oles/salep untuk stomatitis yang tersedia di pasaran.

Apabila sariawan sangat besar dan sangat sering terjadi, dokter gigi mungkin akan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan darah atau alergi untuk mengetahui penyebab SAR ini.

Sariawan yang berhubungan dengan penyakit tertentu, apa sajakah?

Infeksi virus herpes simpleks primer merupakan salah satu penyakit yang dapat terjadi pada anak-anak, umumnya di bawah usia 3 tahun. Infeksi virus ini menyebabkan demam, lemah dan lesu selama 48 jam, dan ditandai dengan kemerahan pada gusi, gusi dan bibir berdarah, serta sariawan yang banyak dan berkelompok.

Infeksi virus ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 10-14 hari. Penanganan infeksi virus herpes primer ditujukan untuk menghilangkan gejala dan mengurangi rasa sakit pada anak, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Memberikan obat penurun panas dan penghilang sakit (misalnya parasetamol yang tersedia di pasaran sesuai berat badan anak, tiap 4 jam),
  • Anak yang lebih besar dapat menggunakan obat kumur klorheksidin sedangkan anak yang masih kecil dapat dibantu dengan mengoleskan obat kumur dengan cotton bud.
  • Yang paling penting adalah mempertahankan asupan cairan dan makanan anak. Anak umumnya sangat sulit untuk makan. Pastikan untuk sering memberi minum pada anak untuk mencegah dehidrasi, serta memberik makanan berbentuk cair atau sangat lembut.
  • Dokter gigi mungkin meresepkan topikal anestesi (obat oles yang menghasilkan rasa baal) untuk dioleskan pada bagian-bagian yang sangat sakit. Jangan berikan salep steroid untuk infeksi virus herpes.
  • Apabila anak menolak untuk makan/minum dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, bawalah segera ke dokter.
  • Istirahat cukup

Selain infeksi herpes primer, infeksi virus lain yang menyebabkan timbulnya sariawan di rongga mulut adalah hand, foot and mouth disease serta herpangina. Seperti halnya infeksi herpes primer, infeksi virus ini dimulai dengan demam dan rasa lemah serta lesu, kemudian muncullah sariawan di langit-langit dan tenggorokan. Umumnya gejala pada anak tidak separah infeksi herpes primer. Pada hand, foot and mouth disease, dapat ditemukan juga bulatan cembung berisi cairan di tangan dan kaki anak. Penanganannya sama dengan infeksi virus herpes primer, dan umumnya sembuh sendiri setelah 10 hari. Penyakit seperti ini biasanya musiman, anak mungkin mendapatkan infeksi dari teman bermain atau teman sekolah. Sebaiknya jauhkan si kakak atau adik supaya tidak tertular.

Referensi

  1. Cameron A, Widmer R. Pediatric Dentistry, 2nd ed. Mosby Books, 1997.
  2. Hall RK. Pediatric Oral Medicine and Pathology, Chapman & Hall, 1994.

 

Share.

About Author