Sembelit pada Anak

0

Sembelit adalah keadaan susah buang air besar, dan dapat diartikan sebagai berikut:

  1. Anak buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu
  2. Kotorannya keras, kering, dan biasanya diameternya besar
  3. Anak mengalami kesulitan untuk mengeluarkan kotorannya

Jika ketiga hal ini terjadi terus-menerus selama 2 minggu atau lebih, maka anak dikatakan menderita sembelit.

Pada bayi yang masih menyusui, ASI dan atau susu formula, dan belum diberikan makanan pendamping, buang air besarnya dapat jarang, sekitar 2-3 hari sekali. Namun konsistensi atau bentuk kotorannya adalah normal, tidak keras. Keadaan ini bukanlah sembelit.

Mengapa anak bisa sembelit?

Diet

Air dan serat dalam diet sehari-hari adalah komponen yang akan mempermudah anak untuk buang air besar secara teratur. Oleh karena itu penting untuk membiasakan anak mengkonsumsi buah dan sayuran yang merupakan sumber air dan serat, disamping susu dan makanan padat lainnya.

Fungsional

Sembelit yang penyebabnya tidak bersifat organik. Biasanya sembelit fungsional terjadi akibat anak menahan buang air besar untuk menghindari rasa sakit. Sumber rasa sakit ini biasanya adalah luka atau lecet di daerah anus.

Anak-anak seringkali mengacuhkan adanya rangsang ingin buang air besar, terutama jika mereka sedang asyik bermain. Hal ini menyebabkan kotoran tertumpuk pada usus besar, dan menyebabkan penyerapan air dari kotoran oleh usus sehingga kotoran menjadi lebih padat dan keras. Kotoran yang keras dan berukuran besar ini dapat mengiritasi selaput lendir dan kulit sekitar anus saat anak buang air besar, sehingga timbul luka.

Organik

Sembelit yang disebabkan oleh kelainan organik biasanya dimulai sejak bayi. Kelainan-kelainan organik bisa berupa:

  1. Kelainan anatomi, misalnya tidak terbentuknya anus, tidak terbentuknya lubang anus
  2. Kelainan struktur otot
  3. Kelainan pada struktur persarafan usus
  4. Kelainan pada struktur saraf tulang belakang
  5. Pengaruh beberapa obat-obatan
  6. Kelainan metabolik seperti rendahnya kadar kalium dalam darah yang menyebabkan fungsi gerak usus menurun
  7. Penyakit usus

 

Bagaimana mengatasi sembelit pada anak?

  1. Biasakan anak mengkonsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur dan buah. Sereal gandum yang tinggi serat mempunyai berbagai pilihan rasa yang disukai oleh anak, dan dapat diberikan bersama susu.
  2. Meningkatkan konsumsi air setiap harinya dengan memberikan air putih atau jus murni.
  3. Melatih anak untuk buang air secara teratur (bowel habit training), untuk menghindari kebiasaan anak mengacuhkan rangsangan buang besar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membimbing anak untuk duduk di toilet kurang lebih selama 10 menit, biasanya setelah makan. Selama acara menunggu ini, pastikan anak duduk dengan nyaman di toilet. Gunakan kursi kecil atau media penyangga lainnya agar kaki anak tidak menggantung. Pastikan juga anak tidak bosan selama menunggu. Agar latihan ini dapat berlangsung kontinyu, orang tua dapat memberi reward. Reward yang diberikan sebaik tidak berupa makanan, tetapi dapat berupa tambahan waktu untuk bermain mainan kesukaannya, atau memberikan stiker untuk menambah koleksi buku stikernya yang akhir-akhir ini cukup diminati oleh anak-anak. Jika anak ‘berhasil’ membuang air besar, beri pujian dan reward yang lebih besar.
  4. Beberapa zat dapat digunakan untuk mempermudah anak buang air besar, berfungsi untuk melunakkan kotoran yang keras, sehingga tidak mengiritasi selaput lendir dan kulit di sekitar anus. Zat-zat yang biasanya cukup aman digunakan misalnya pemberian minyak mineral, dan lactulose.

Jika sembelit ini terjadi pada bayi, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penyebab sehingga dapat ditangani lebih awal.

Referensi:

  1. American Academy of Family Physician: Constipation in Children. 2006
  2. Wiley R: Major Symptoms and Signs of Digestive Tract Disorders. Nelson Textbook of Pediatrics 17th ed., Saunders, 2004
  3. Wiley R: Motily Disorders and Hirschprung Disease. Nelson Textbook of Pediatrics 17th ed., Saunders, 2004
Share.

About Author