Suplemen Penambah Nafsu Makan, Perlukah?

Suplemen Penambah Nafsu Makan, Perlukah?

Terkadang sulit membedakan antara berkurangnya kebutuhan makanan dengan hilangnya nafsu makan. Anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 6 tahun seringkali susah makan. Kebanyakan dari mereka tidak tampak mengalami kelainan atau gangguan tumbuh kembang. Bahkan ada yang menolak makan demi memperoleh perhatian dari orangtuanya. Namun, secara alamiah di antara dua puncak pertumbuhan (growth spurt) kebutuhan kalori anak berkurang.

 

Apa penyebab hilangnya nafsu makan?

  1. Berkurangnya kebutuhan. Kebutuhan kalori anak berkurang di luar masa puncak pertumbuhan.
  2. Perhatiannya teralihkan. Ketika anak mulai dapat berjalan (sekitar usia 12-14 bulan), mereka lebih tertarik untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Kegiatan di sekeliling anak juga dapat mengalihkan perhatiannya dari makanan.
  3. Masalah gigi atau mulut juga bisa membuat anak menolak makan.
  4. Anak yang sedang sakit—baik ringan maupun berat–sering menolak makan, terutama makanan yang beraroma kuat.

Bagaimana mengatasinya?

alergi-makanan2.gifAnak berusia di bawah 1 tahun pola makannya masih pasif yaitu tergantung dari pemberian orang lain. Sedangkan anak di atas 1 tahun mulai bisa menolak, mereka punya kesenangan tersendiri, misalnya makan di tempat yang ramai atau makan bersama anak lain.

Anak belajar pola makan pada usia 1-3 tahun. Pada usia tersebut, mereka aktif bergerak sehingga makan tidak harus di suatu tempat tertentu, misalnya sambil bermain. Dalam hal jumlah, makanan lebih baik diberikan sedikit-sedikit dengan frekuensi lebih sering. Tidak harus nasi, tetapi dapat diselang-seling dengan roti, mie, kentang, atau jagung yang disajikan menarik.

Hindari mengancam anak untuk menghabiskan makanannya. Ini justru dapat membuat dia semakin menolak makan. Buatlah suasana yang menyenangkan, biarkan ia mencoba makan sendiri walaupun lambat dan berantakan, karena itu merupakan bagian dari proses belajar. Beberapa orangtua merasa makanan yang masuk tidak mencukupi sehingga mereka mencoba mengganti dengan makanan kecil atau minuman di antara waktu makan. Hal ini kurang tepat karena anak akan merasa kenyang dan semakin tidak nafsu makan.

Obat penambah nafsu makan

Terkadang orangtua meminta dokter meresepkan obat penambah nafsu makan. Terdapat berbagai suplemen, yang pada umumnya mengandung berbagai vitamin dan protein, antara lain:

  1. Vitamin B1, penting dalam menghasilkan energi untuk sel-sel tubuh. Selain berperan dalam mengubah gula darah menjadi energi untuk sel, vitamin B1 juga berperan dalam konversi asam lemak dan asam amino menjadi hormon, protein, dan enzim.
  2. Vitamin B2, penting untuk pertumbuhan, metabolisme sel tubuh, protein, karbohidrat, dan lemak. Selain itu, vitamin B12 juga penting untuk replikasi DNA dan pertumbuhan sel.
  3. Lisin merupakan asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh dan hanya bisa didapat dari luar tubuh (makanan). Lisin penting bagi tumbuh kembang dan produksi energi, serta kesehatan tulang dan gigi (karena meningkatkan penyerapan kalsium). Anak-anak membutuhkan lisin 3-4 kali lebih banyak daripada dewasa. Apabila tubuh kekurangan lisin, dapat timbul berbagai gejala seperti mual, lesu, dan berkurangnya nafsu makan. Makanan yang kaya lisin yaitu daging, ayam, keju, ikan sardin, telur, kacang hijau.

Suplemen saja tidak cukup

Suplemen penambah nafsu makan pada dasarnya sah-sah saja diberikan, namun belum tentu menjamin meningkatkan nafsu makan. Memberi makan anak merupakan seni tersendiri dan memerlukan kreativitas serta kesabaran orangtua. Jadi, sebaiknya orangtua tidak hanya mengandalkan suplemen tersebut tanpa berusaha mengadakan pendekatan kepada anak.

Namun anda tak bisa mengabaikan hilangnya nafsu makan bila anak sering sakit, berat badannya berkurang terus, mudah lelah dan kurang aktif. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui adakah kemungkinan penyakit yang diderita anak.

Tips: Mengajak anak makan sehat

  1. Saat memperkenalkan makanan baru berikan dalam porsi kecil, bersama makanan yang sudah mereka kenal.
  2. Buatlah menu makan yang bervariasi.
  3. Sajikan makanan dalam bentuk yang menarik dan disukai anak.
  4. Jika anak sangat tidak menyukai makanan tertentu, berikan alternatif makanan dengan kandungan gizi yang sama.
  5. Libatkan anak dalam menyiapkan dan menyajikan makanan.
  6. Anak belajar dari lingkungan sekitarnya sehingga orangtua dan keluarga juga perlu membiasakan pola makan sehat.

Referensi

  1. Children and appetite. www.webhealthcentre.com
  2. Appetite loss. www.familyfun.com
  • astri

    anakku memang susah makan,apalagi cara makannya yg emang malas mengunyah,makan bisa sampai sejam lebih…diberi kuah atau kering tetap aja sama,,,,

    • http://www.anakku.net/ Anakku Magz

      Dear Bunda Astri, ada baiknya memberi makan dibatasi waktunya hingga maksimal 30 menit, setelah itu makanan disimpan. Lalu jadwal makan dipastikan secara teratur, 3 kali sehari, dengan snack 2x sehari. Suatu saat anak akan merasa lapar, sehingga pada jadwal makan berikutnya anak akan makan dengan lahap, lalu lama kelamaan anak akan terbiasa makan dengan jadwal yg teratur. Ingat, belajar merasakan lapar itu baik, dan jadwal makan yg teratur tidak akan membuat anak menjadi kurus. Semoga tipsnya berguna :)

  • Anis Caprez

    anakku umur 2thn,dia juga susah makan,anakku hiper aktif sehingga lupa akan makannya.gimana ya biar anak mau makan banyak?….berat badannya pun gak naek2 tetap segitu aja….