Posts Tagged ‘diare’
Kenali Keracunan Makanan
Posted by Hardiono Pusponegoro in wah, anakku sakit lagi Saturday, 12 September 2009 16:42 No Comments
Si kecil diare? Jangan-jangan ia keracunan makanan
Keracunan makanan perlu dicurigai bila anak sakit perut, diare, muntah, dapat disertai demam secara mendadak setelah 1-96 jam mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Apalagi bila gejala ini dialami beberapa anak atau bila si kecil sakit tanpa ada riwayat kontak dengan orang lain yang sakit sebelumnya.
Diare dan Intoleransi laktosa
Posted by admin in wah, anakku sakit lagi Tuesday, 31 July 2007 08:59 No Comments
Diare dan intoleransi laktosa merupakan dua keadaan yang
hampir selalu terjadi bersamaan pada anak. Pemahaman kedua hal tersebut penting
untuk mendapatkan tata laksana yang optimal.
Diare
Secara umum seorang anak (kecuali bayi di bawah usia 2
bulan) dikatakan menderita diare bila frekuensi BAB bertambah dari biasanya
(>3 kali/hari) dengan konsistensi tinja cair.
Mungkinkah ASI sebabkan mencret?
Posted by admin in anakku tambah gede, wah, anakku sakit lagi Tuesday, 20 March 2007 14:19 No Comments
Ada anggapan ASI dapat menyebabkan bayi mencret atau sembelit. Benarkah?
Khawatir, cemas, dan ragu. Itulah yang dirasakan Winda, ibu muda yang baru dikaruniai seorang bayi. Pasalnya, bayi yang ia susui, tiba-tiba mencret. Dalam satu hari, bisa sepuluh kali bayinya buang air besar. Sebaliknya, beberapa hari kemudian bayinya mengalami sembelit. Mungkinkah penyebab semua ini air susunya (ASI)? Winda pun mulai bimbang.
Diare? Pilih Antibiotik atau Probiotik?
Posted by admin in wah, anakku sakit lagi Thursday, 1 March 2007 13:07 No Comments
Diare adalah meningkatnya frekuensi buang air besar atau berubahnya
tinja menjadi lunak atau cair hingga dianggap tidak normal. Bila anak
sering buang air besar tetapi tinjanya normal, tidak disebut diare.
Diare sering terjadi pada anak terutama usia enam bulan hingga dua
tahun, juga pada bayi di bawah enam bulan yang tak mendapat ASI.
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Sinbiotik
Posted by admin in wah, anakku sakit lagi Thursday, 1 March 2007 10:08 No Comments

Bagi bayi, saluran cerna merupakan “pintu masuk” utama bagi kuman, oleh karenanya diperlukan perlindungan optimal. Daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit dan alergi tergantung ketahanan usus terhadap berbagai zat asing yang masuk.
Sinbiotik, ‘benteng’ terbaik
tubuh. Perangsangan flora usus dengan prebiotik merupakan cara efektif
untuk meningkatkan sistem imun daripada hanya menambahkan probiotik
untuk ekosistem mikroflora di usus. Artinya, prebiotik dan probiotik
harus ada.
Peran probiotik dan prebiotik dalam meningkatkan daya tahan tubuh
-
Meningkatkan sistem kekebalan saluran cerna hingga melindungi si
kecil dari infeksi dan alergi. Penelitian menunjukkan campuran
prebiotik GOS dan FOS dapat mengurangi resiko alergi pada bayi di bawah
6 bulan. - Menghambat pertumbuhan bakteri jahat dengan cara mencegah kuman “jahat” menempel pada dinding usus.
- Menciptakan lingkungan asam hingga kuman “jahat” tak bisa tumbuh.
Dalam penelitian, Bifidobakteri akan meragi FOS, suatu prebiotik, dan
menghasilkan bahan bersifat asam antara lain asam lemak rantai pendek
yang meningkatkan integritas dinding usus, dan akhirnya merangsang
pertumbuhan kuman “baik” - Memproduksi zat antibakteri.
- Merangsang sistem daya tahan tubuh baik selular maupun humoral.
- Melancarkan pencernaan dengan memproduksi berbagai enzim pencernaan dan vitamin.
- Penelitian menunjukkan bahwa pemberian sinbiotik mempengaruhi
daya tahan di jaringan selaput lendir termasuk selaput lendir saluran
reproduksi, saluran pernapasan, kulit, dan saluran hidung. Misalnya,
strain Bifidobakterium dan Laktobasilus yang telah banyak diteliti
sebagai terapi dan atau pencegahan eksim/dermatitis pada bayi dan anak.












