Waspadai perdarahan pada kehamilan

1
[quote type=”center”]Timbulnya flek saat kehamilan memang mengkhawatirkan ibu.Bagaimana bila flek atau perdarahan itu muncul pada kehamilan trimester kedua atau ketiga ?[/quote]

 

Perdarahan sebelum persalinan atau perdarahan antepartum adalah perdarahan lewat jalan lahir yang terjadi pada usia kehamilan lebih dari 22 minggu (trimester dua dan tiga) dan saat persalinan sebelum bayi lahir. Kondisi ini lebih berbahaya hingga membutuhkan penanganan khusus. Umumnya perdarahan berasal dari kelainan plasenta (ari-ari).

Perdarahan ini lebih sering terjadi pada ibu yang pernah melahirkan (multipara) daripada yang baru pertama kali melahirkan dan tiga kali lebih sering pada ibu usia di atas 35 tahun dibandingkan usia 20-25 tahun.

Penyebab tersering antara lain plasenta previa dan solusio plasenta. Beberapa keadaan seperti tidak normalnya tempat perlekatan pembuluh darah janin pada plasenta (vasa previa), robekan rahim, atau radang, polip, luka, atau tumor di mulut rahim juga dapat menyebabkan perdarahan antepartum ini.

 

Bila perdarahan terjadi!

  1. Segera cari pertolongan
  2. Carilah rumah sakit yang memiliki fasilitas monitor janin, operasi, dan transfusi
  3. Jangan menunggu hingga perdarahannya banyak
  4. Jangan dilakukan pemeriksaan dalam (pemeriksaan harus melalui USG)

 

image : simplehomemade.net

Bedakan dua penyebab terbanyak perdarahan antepartum

  Plasenta previa Solusio plasenta
Apa itu Plasenta yang menempel dekat atau menutupi mulut rahim Lepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari tempat melekatnya (terjadi perdarahan di belakang plasenta)
Kapan Anda curiga Bila:

Ada perdarahan vagina dengan warna merah segar

disertai nyeri

Rahim tidak tegang terus menerus

Kelainan letak janin (posisi sungsang atau lintang)

Bagian terbawah janin belum masuk panggul meski sudah saatnya persalinan

Sebagian besar setelah usia kehamilan 8 bulan atau 36 minggu.

Bila:

Ibu merasa sakit perut,

Rahim tegang terus menerus

Ada perdarahan lewat vagina yang berwarna kehitaman,

Ibu bisa syok (dengan gejala pucat, ujung tangan dan kaki dingin, bibir kebiruan, denyut nadi lemah dan cepat)

dan janin bisa jatuh dalam kondisi berbahaya

 

Ada berapa jenis Plasenta previa totalis: plasenta benar-benar menutupi jalan lahir

Plasenta previa parsialis: Sebagian plasenta menutupi jalan lahir

Plasenta previa marginalis:

Bagian tepi plasenta menempel di batas jalan lahir

Plasenta letak rendah: plasenta menempel dekat jalan lahir

Solusio plasenta ringan: Bila perdarahan hitam, sedikit sekali, dan janin hidup.

Sedang: Bila plasenta terlepas seperempatnya, perdarahan sedikit, ibu terancam syok, dan janin terancam.

Berat: Bila rahim tegang, sangat nyeri, ibu syok, atau janin meninggal.

Siapa yang berisiko tinggi Ibu yang telah banyak melahirkan, riwayat operasi sesar, kehamilan kembar (karena plasentanya luas), riwayat kuret berulang, dan kehamilan usia >35 tahun. Ibu dengan hipertensi, Ibu yang telah banyak melahirkan, kecelakaan saat hamil, anemia, cairan ketuban banyak, usia ibu yang meningkat, dan riwayat solusio sebelumnya.

 

Bagaimana prosesnya Seiring dengan besarnya kehamilan, bagian bawah rahim makin  memanjang dan plasenta dengan posisi dekat atau menempel di jalan lahir terlepas hingga terjadi perdarahan.

 

Perdarahan terjadi pelan-pelan, “rembes” dari selaput ketuban yang terlepas hingga bayi terancam kekurangn nutrisi.
Apa yang akan dilakukan Kehamilan dapat dilanjutkan bila:

Kondisi ibu dan janin baik. Perdarahan pertama sekali dan sedikit, tidak ada kontraksi, umur kehamilan masih kurang dari 36 minggu

 

Upaya melahirkan bayi harus dilakukan:

Keadaan umum ibu dan anak tidak baik. Perdarahan banyak, kontraksi tidak hilang, umur kehamilan > 37 minggu.

Persalinan masih mungkin cara normal bila plasenta letak rendah/marginal dan posisi bayi normal

Operasi sesar dilakukan pada plasenta previa total atau terjadi perdarahan sangat banyak

 

Bila solusio bersifart ringan:

Kehamilan dipertahankan bila kehamilan kurang dari 36 minggu, perdarahan berhenti, dan ketegangan hilang. Bila perdarahan berlangsung terus dan rahim kencang, akhiri kehamilan.

 

Bila solusio bersifat sedang atau berat:

Infus cairan, transfusi bila perlu, dan bila ketuban telah pecah, lahirkan segera, atau lakukan infus rangsang persalinan.

 

Operasi dilakukan bila kondisi ibu memburuk dan persalinan diperkirakan masih lebih dari enam jam. Diusahakan lahir normal untuk mengurangi risiko perdarahan pada ibu saat operasi.

 

Share.

About Author

Dr. Oni Khonsa, SpOG - RS Tambak Jakarta

  • dinar

    Sy didiagnosa plasenta previa totalis. Saat ini usia kandungan 20minggu. Apa yg harus sy lakukan utk meminimalisir pendarahan yg mungkin terjadi ? Apakah plasenta masih bisa berputar letaknya, pada kondisi sy (plasenta previa totalis)? Kondisi bayi kmrn saat usg sehat dan aktif. Mohon infonya dok.. trims..