[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]T[/dropcap]epis segala hal yang keliru seputar ASI agar Anda sukses memberi yang terbaik buat sang buah hati Setelah bayiku lahir hingga 3-4 hari, sepertinya ASI-ku sedikit sekali.
Bayi memiliki kecukupan cairan saat dilahirkan. Jadi bayi baru lahir normal sebenarnya tak mudah mengalami dehidrasi. Pemberian kolostrum meski sangat sedikit (5-15 ml) sudah cukup untuk hari-hari pertama si kecil. Meski nampaknya sedikit, tetapi jumlah tersebut cukup untuk lambung bayi, mencegah hipoglikemia (kekurangan glukosa), dan memberi kesempatan bayi untuk belajar mengkordinasikan proses mengisap, menelan, dan bernapas.
ASI tak melindungi bayi dari penyakit setelah tiga bulan pertama.
Immunoglobulin merupakan komponen utama kolostrum dan menjadi perisai penting untuk mencegah infeksi pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Meskipun komposisi ASI berubah-ubah sesuai kebutuhan bayi, faktor-faktor anti infeksi dan daya tahan tubuh tetap ada selama ASI diproduks meski telah melewati tiga bulan pertama.
Bayi yang menyusui lebih dari 2 tahun tidaklah normal dan menyulitkan penyapihan. Usia penyapihan lebih ditentukan oleh faktor budaya dan bukan karena faktor fisiologis. Diperkirakan usia penyapihan secara biologis adalah 2,5-7 tahun yang didasarkan pada penelitian antropologis primata, tradisi, dan sejarah. Belum ada juga penelitian psikologi atau perkembangan yang dapat membuktikan adanya ketergantungan apabila ibu terlambat menyapih.
Pemberian ASI perlu dijadwal waktunya untuk mencegah terjadinya lecet puting.
ASI. Idealnya bayi menyusui on demand (sesuai permintaan) dan tak ada hubungannya dengan lecet puting. Lecet puting lebih berhubungan dengan sensitifnya kulit dan cara menyusui yang salah. Biasanya akibat posisi mulut bayi yang tidak tepat ketika mengisap ASI, ditambah lagi pemberian krim, lotion, atau pencucian puting yang tidak perlu. Yang bisa dilakukan adalah mengoleskan sedikit ASI di sekitar puting sebelum bayi menyusu.
Bayi kuning sebaiknya tidak diberi ASI.
Warna kuning pada bayi tidak selalu diidentikkan dengan penyakit. Kuning pada bayi di awal-awal kehidupannya, selain bisa disebabkan fungsi hati yang belum matang, juga karena asupan susu kurang. Justru, pada bayi ini perlu diberikan ASI yang lebih banyak.
Besar payudara menentukan banyak ASI.
Banyak tidaknya ASI lebih ditentukan oleh permintaan si bayi. Semakin sering dikosongkan secara komplet, semakin banyak ASI yang diproduksi, jadi tidak ditentukan oleh besar-kecilnya payudara. Ukuran lebih menunjukkan kapasitas penyimpanan ASI.
Referensi:

  1. Lawrence RA & Lawrence RM. Breastfeeding: A Guide for the Medical Profession. 5th Ed, Mosby, St. Louis, 1999; Chap 4-5
  2. Daly SE, Hartmann P. JHL 1995; 11(1): Part 1-pg 21-26; Part 2-pg 27-37
  3. AAP, 1997 Red Book: Report of Committee on Infectious Diseases
  4. Gartner LM, Herschel M. Jaundice and Breastfeeding. Ped Clin NA, April 2001; 48(2):389-399
  5. AAP. Practice Parameter: Management of hyperbilirubinemia in the healthy term newborn. Pediatrics 1994; 94:558-565.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version