Mengajarkan anak berkebutuhan khusus seperti autistik untuk makan secara mandiri tentu membutuhkan kesabaran tersendiri. Berikut beberapa langkah praktis yang dapat Anda lakukan.
1. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

  • Memberikan anak kesempatan untuk melakukan eksplorasi terhadap makanan yang akan dimakannya. Biarkan mereka menyentuh, meremas, dan memasukkan makanan yang dipegangnya ke dalam mulut sehingga mereka merasakan tekstur dan sensasi yang masuk ke dalam tubuh.
  • Memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi terhadap alat makan yang akan digunakan.
  • Biarkan anak memilih makanan, sendok dan piring yang akan digunakannya. Memberikan pilihan seperti “Mau roti atau kue?” akan lebih bermakna dan fokus daripada memberikan pertanyaan umum seperti “Mau makan apa?”

2. Membuat jadwal makan sesuai kebutuhan anak

  • Pastikan anak makan pada saat ia merasakan lapar. Pembuatan jadwal biasanya berdasarkan jam makan, padahal anak belum menunjukkan tanda-tanda lapar. Anak diharuskan makan padahal ia belum lapar, sehingga aktivitas makan menjadi tidak menyenangkan.

3. Kenali profil sensori motor anak

  • Berikan variasi makanan berdasarkan jenis makanannya (cair atau padat), rasa (manis, asam, asin) dan tekstur (kasar, halus, kenyal, lembut) secara bertahap.
  • Pastikan anak mampu menggunakan peralatan makannya secara mandiri, seperti tangan kanan memegang sendok dan tangan kiri memegang piring.

4. Sesuaikan porsi makan anak

  • Mulai dari porsi yang tidak terlalu banyak dan mudah dihabiskan, hal ini membantu anak merasa berhasil untuk menghabiskan makanan.

5. Terapkan disiplin waktu

  • Pasang alarm untuk 30-45 menit, tergantung dengan kemampuan makan anak. Katakan kepada anak “jika alarm berbunyi, maka waktu makan selesai”. Jika alarm selesai berbunyi, maka semua makanan yang tidak termakan akan dibereskan. Bunyi alarm memungkinkan anak memahami kapan waktu makan selesai.

Yang terpenting Anda perlu konsisten menjalankan lima tip di atas, karena seringkali kegagalan disebabkan oleh pengaruh orang sekitar. Yakinlah si kecil pasti bisa melakukannya.
Referensi:

  • Morris, S.E. PhD and Klein, M. D.: Pre-Feeding Skills. A Comprehensive resource for feeding development.

 

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version