Tanah air ku tidak ku lupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanahku yang ku cintai
Engkau ku banggakan….
 
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]S[/dropcap]epenggal syair lagu di atas menyiratkan rasa kebanggaan yang sangat besar kepada tanah air kita, Indonesia. Sehingga kemana pun kita berada, tentunya rasa kebanggaan sebagai rakyat Indonesia tidak akan pernah pudar. Kecintaan pada tanah air tidak dengan tiba-tiba muncul dalam sikap dan perilaku sehari-hari namun harus diajarkan sejak dini. Apa pentingnya mengajarkan kecintaan terhadap tanah air pada anak?
Ini lho manfaatnya :

  1. Dengan menanamkan rasa cinta dan nasionalisme sejak dini, kelak anak akan tumbuh menjadi pribadi yang ramah pada lingkungan, bersikap adil dan mau berbagi serta bersedia memberikan bantuan pada sesama sehingga keterampilan sosial dan solidaritasnya  akan berkembang baik.
  2. Mengasah anak untuk bersikap terbuka terhadap berbagai perbedaan yang ada di sekitarnya. Anak yang cinta tanah air cenderung akan menerima teman-temannya dengan baik, tanpa membedakan warna kulit, bahasa, agama, suku atau derajat sosial ekonomi.
  3. Mengajarkan anak cinta tanah air membuatnya belajar untuk bisa menerima berbagai kekurangan dan kelebihan orang lain yang ada di sekitarnya, sehingga tidak akan melakukan hal-hal negatif yang cenderung akan mengganggu ketentraman.
  4. Membuat anak mencintai kekayaan alam yang ada di negaranya, sehingga lebih bangga bila menggunakan produk dalam negeri. Ini juga sekaligus melatih anak untuk bersikap sederhana.

 

Tak kenal, maka tak sayang
Seperti pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Nah, tumbuhkan rasa nasionalisme sedini mungkin. Caranya ?

  1. Anak dikenalkan pada asal usulnya sebagai cara belajar mengenali identitas diri. Mulailah dari asal kedua orangtua, menunjukkan pulau di mana letaknya, kenalkan dengan bahasa daerah yang sederhana, rupa-rupa budaya daerah, sampai pada memberikan label pada dirinya sebagai warna negara Indonesia.
  2. Ketika anak sudah pandai berbicara, orangtua dapat mengenalkan anak dengan kegiatan bernyanyi lagu-lagu daerah yang gembira misalnya suwe ora jamu, cing cang keling, cublak-cublak suweng dan lagu lain sebagainya bisa disesuaikan dengan asal daerah masing-masing.
  3. Ajak anak ke museum budaya Indonesia dan kenalkan pada berbagai ragam budaya dan adat istiadat sehingga anak bisa mengenali dan memahami keberagaman budaya yang berbeda. Dengan demikian, dalam kegiatan sehari-hari orang tua dapat memberikan penjelasan pada anak mengenai perbedaan warna kulit, gaya bahasa, agama antara dirinya dengan teman-temannya.
  4. Sejak dini, kenalkan anak pada cerita-cerita rakyat yang bertema moralitas, seperti timun emas, sangkuriang, malin kundang dan lain sebagainya. Mendongeng secara eskspresif akan memudahkan anak memahami isi cerita.
  5. Mengajak dan mengingatkan anak untuk ikut merayakan hari besar nasional seperti hari Kemerdekaan Indonesia, Kebangkitan Nasional atau hari Pahlawan. Di usia pra sekolah, anak sudah bisa dikenalkan pada aktivitas nasionalisme dan dikenalkan pada simbol-simbol kenegaraan misalnya warna bendera kebangsaan dan makna yang terkandung di dalamnya.
  6. Jika memiliki dana lebih, ada baiknya bila anak diajak untuk pergi berlibur ke daerah lain sehingga ia bisa lebih mengenali budaya dan kebiasaan secara langsung. Wisata edukasi merupakan sarana pembelajaran yang efektif untuk mengasah rasa kebangsaannya.
  7. Mengenalkan anak pada tokoh-tokoh pahlawan Indonesia. Dengan demikian, anak belajar untuk memiliki tokoh yang dapat menjadi sosok model positif bagi anak.

 
Tips buat orangtua

  1. Mengajarkan kecintaan tanah air membutuhkan proses yang berkesinambungan dan konsistensi. Perlu waktu bagi anak bisa menumbuhkan rasa cintanya, sehingga orangtua haruslah menjadi model yang baik bagi anaknya. Singkat kata, bagaimana anak akan belajar mencintai diri dan negaranya jika orang-orang yang ada di sekitarnya sama sekali tidak kenal dan tidak mencintai tanah airnya.
  2. Orangtua perlu menjaga kata-kata dan sikap di hadapan anak ketika memberikan pendapat mengenai konflik yang terjadi masyarakat, karena prasangka yang diungkapkan akan membuat anak memiliki pola pemikiran yang mirip dengan orangtuanya. Anak mudah sekali menyerap informasi, sehingga dapat dipraktikkan dalam perilaku, ekspresi dan kata-kata.
  3. Ajari anak untuk menerima perbedaan pendapat, karena setiap suku, agama, daerah memiliki nilai-nilai sendiri. Jika anak ingin dihargai maka ia harus menghargai orang lain dengan latar belakang yang berbeda.

 
Refences :

  1. http://www.wikihow.com/how to love your country
  2. http://www.kellybear.com/20 ideas for teaching citizenship
Share.

No Comments

  1. Makasih bu Irma.. saya jadi punya tambahan pengetahuan cara mengajarkan anak ttg cinta tanah air. sukses selalu 🙂

Leave A Reply

Exit mobile version