[quote type=”center”]Bila anak kurus dan susah makan apakah kita lantas harus memberinya obat cacingan? Ketahui dulu fakta tentang cacingan.[/quote]
 
Badan kurus karena cacingan
Fakta :
Cacingan menimbulkan berbagai gejala pencernaan yang sudah pasti mempengaruhi nafsu makan anak. Selain tidak nafsu makan, gejala lain yang memastikan cacingan adalah ditemukan cacing dalam kotoran. Kadangkala anak juga mengeluh demam.
Keluhan pada cacingan yang sudah berat, misalnya, muntah, napas sesak, sakit perut, perut kembung, dan sumbatan usus.  Anak menjadi mudah mengalami intoleransi laktosa dan gangguan penyerapan vitamin dan nutrisi lainnya hingga ia kurang gizi.

Cacing bisa menyebabkan batuk-batuk
Fakta :
telur cacing gelang yang tertelan berubah menjadi larva dan dapat “berjalan-jalan” dalam tubuh melalui liver, bersama aliran darah darah ke paru-paru. Larva yang berada di paru-paru dapat menimbulkan gejala batuk-batuk pada si kecil. Larva ini dapat “memanjat” ke tenggorokan dan tertelan lagi ke usus halus, tempat mereka tumbuh menjadi cacing dan bertelur.
 
Perut buncit disebabkan cacingan
Fakta :
Perut buncit memang menjadi salah satu gejala cacingan yang sudah cukup parah. Anak lebih sering mengalami gejala ini karena saluran cernanya yang relatif kecil. Cacing gelang (ascaris lumbricoides) yang jumlahnya sudah banyak tak hanya membuat perut “penuh” tetapi juga dapat menggumpal di usus menyebabkan sumbatan (obstruksi) yang berbahaya.
 
Cacingan menyebabkan anemia
Fakta :
Beberapa cacing “mengisap” darah, misalnya cacing cambuk. Cacing jenis lain seperti cacing gelang bisa secara tak langsung menyebabkan anemia karena anak menjadi tidak nafsu makan dan asupan nutrisi pun berkurang, termasuk zat besi dan asam folat yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Ini tentunya terjadi pada kasus yang sudah berat
 
Makan kelapa parut dapat menyebabkan anak terkena cacing kremi
Fakta :
Cacing kremi atau pinworm atau enterobiasis, paling sering menyerang anak usia sekolah dasar. Gejala cacing kremi yang paling mengganggu adalah gatal di daerah anus dan kemaluan. Anak-anak yang terkena cacing kremi bukan berarti jorok atau sering bermain tanah. Karena banyak juga anak-anak yang “bersih” terkena cacing kremi.
Penularan cacing kremi tidaklah lewat tanah atau makan kelapa parut. Penularan terutama lewat tangan. Karena gejala gatal, tangan kita menggaruk, telur cacing mudah sekali menempel di tangan. Tangan inilah yang memindahkan telur cacing ke benda-benda seperti seprai, handuk, pakaian (terutama pakaian tidur), toilet, benda-benda di kamar mandi, makanan, gelas mnum, alat tulis, mainan, meja, dan lain-lain. Telur cacing yang amat kecil ini bisa bertahan hingga 2-3 minggu di berbagai permukaan. Telur menempel di tangan orang lain dan masuk ke mulut, berkembang biak di saluran cerna, dan bila saatnya ibu cacing ingin bertelur, ia akan bermigrasi ke anus dan rektum dan bertelur di sana. Inilah yang menimbulkan gangguan gatal.

Pemberian obat cacing bisa diberikan secara rutin tanpa perlu diagnosis pasti
Fakta :
Penelitian menunjukkan pemberian obat cacing secara rutin pada anak sekolah di daerah yang endemis cacingan dapat menurunkan angka cacingan di daerah tersebut dan memperbaiki tumbuh kembang anak.
Referensi :

  1. Dowshen S, Eppes SC. Ascariasis. available at www. kidshealth. com. June 2005
  2. Meltzer E. Soil-transmitted helminth infection. Lancet. 2006
  3. Disease control priorities project. Helminth infections: soil-transmitted helminth infections and schistosomiasis. available at www.dcp2.org
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version