[quote type=”center”]Meningitis adalah infeksi pada lapisan selaput otak (meninges).[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]M[/dropcap]eningitis menginfeksi  membran yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, sebagai organ penunjang sistem saraf pusat. Meningitis tergolong penyakit serius, karena menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.
Penyakit meningitis disebabkan oleh mikroorganisme, mulai dari bakteri, virus, dan jamur—tepatnya kontaminasi jamur Aspergillus fumigatus dan Exserohilum sp.
Beberapa gejala yang dialami penderita meningitis adalah

  1. Demam mendadak
  2. Muntah dan kejang
  3. Sakit tenggorokan
  4. Sakit kepala
  5. Kekakuan otot leher yang berlangsung sampai berjam-jam
  6. Sensitif terhadap cahaya

Pada bayi di bawah usia dua tahun, gejalanya sangat khas, yakni ditandai dengan gejala-gejala seperti badan gemetar, tampak lemah, tidak aktif, menolak menyusui, dan adanya tonjolan lembut di atas kepala bayi (fontanel). Disertai kaku tubuh dan leher, sehingga menyebabkan bayi menangis keras ketika hendak digendong.
Apa penyebabnya?
Banyak kasus meningitis disebabkan oleh infeksi virus, yang biasanya tidak terlalu berat, bahkan bila kondisi stamina tubuh baik, maka meningitis bisa sembuh dalam 2 minggu. Namun, jika disebabkan oleh bakteri, gejalanya lebih berat, dan harus segera mendapatkan pertolongan medis. Oleh karena itu identifikasi sumber infeksi merupakan kata kunci penanganan meningitis.

Bacterial meningitis
Biasanya terjadi ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah dan berpindah ke otak dan sumsum tulang belakang. Tetapi dapat juga terjadi ketika bakteri secara langsung menyerang membran otak—akibat dari infeksi telinga tengah, sinus, atau kerusakan tengkorak. Jenis bakteri yang dapat menyerang secara akut, antara lain :

  • Streptococcus pneumonia (pneumokokus). Inilah bakteri yang paling sering  menyebabkan meningitis pada bayi, anak-anak dan dewasa. Secara umum disebabkan oleh pneumonia, infeksi telinga atau sinus.
  • Neisseria meningitis (meningokokus). Ini merupakan bakteri lain penyebab meningitis. Umumnya terjadi ketika bakteri infeksi saluran pernapasan atas masuk ke dalam aliran darah. Infeksi ini sangat menular.
  • Haemophilus influenza (haemophilus). Sebelum tahun 1990-an, bakteri haemophilus infulenzae tipe b (Hib) menjadi penyebab utama meningitis akibat bakteri pada anak-anak. Tetapi vaksin Hib baru mengurangi secara drastic jumlah kasus meningitis jenis ini. Meningitis jenis ini terjadi cenderung berasal dari infeksi saluran pernapasan atas, infeksi telinga, dan sinusitis.
  • Listeria monocytogenes (listeria). Bakteri ini ditemukan hamper dimanapun, tanah, debu, makanan yang terkontaminasi, dan hewan liar.
  • Viral meningitis. Meskipun lebih ringan dari bakteri, namun virus meningitis banyak menyebabkan kesakitan. Namun biasanya lebih ringan dan sembuh dengan sendirinya.
  • Jenis lain adalah chronic meningitis dan fungal meningitis (jamur). Meningitis juga bisa disebabkan oleh non-infeksi, seperti alergi obat, beberapa jenis kanker, dan peradangan seperti lupus.

Siapa berisiko?

  1. Kasus meningitis banyak ditemukan pada anak-anak di bawah 5 tahun.
  2. Berada pada kondisi dimana kontak sosial banyak terjadi, misalnya mess, penitipan anak, dll.
  3. Kehamilan . Jika sedang hamil, maka akan mengalami risko listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria). Ini akan membahayakan janin dalam kandungan.
  4. Bekerja yang memungkinkan kontak dengan hewan, akan meningkatkan risiko meningitis.
  5. Mereka yang memiliki sistem imun rendah.

Mencegah meningitis

  1. Cuci tangan dengan teratur
  2. Menjaga sistem imun agar terjaga dengan baik tutup mulut ketika bersin dan batuk
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version