[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]S[/dropcap]ebetulnya, apa yang terpikir oleh kita saat mendengar kata antioksidan dan radikal bebas dalam percakapan sehari-hari? Ada yang mengaitkan dengan penyakit, polusi lingkungan, vitamin meski bagi kebanyakan wanita, pikiran biasanya langsung menuju ke masalah kecantikan dan awet muda.
Antioksidan dan radikal bebas
Antioksidan dapat diartikan sebagai suatu zat yang dapat menghambat/memperlambat proses oksidasi. Sedangkan proses oksidasi adalah reaksi kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, dan pelepasan hidrogen atau elektron. Bila elektron yang dilepas pada proses ini tidak mempunyai pasangan maka disebut radikal bebas. Radikal bebas secara kimia tidak stabil. Guna mendapatkan kembali kondisi stabilnya, radikal bebas berusaha merampas elektron milik molekul lain.
Oksidasi dan penuaan
Teori yang mengaitkan terjadinya penuaan dengan radikal bebas pertama kali diungkapkan oleh Denham Harman dari University of Nebraska Medical Center di Omaha, AS pada tahun 1956. Dikatakan bahwa tubuh mengalami penuaan karena serangan oksidasi berbagai zat perusak.
Bagaimana agar bisa mendapatkan antioksidan?
Antioksidan pada dasarnya bisa dikelompokkan dalam 2 golongan yakni enzimatik dan non-enzimatik.

  1. Antioksidan enzimatik misalnya enzim superoksida dismutase, katalase dan glutation peroksidase.
  2. Antioksidan non-enzimatik terdiri atas vitamin, mineral serta bahan lain misalnya bioflavonoid. Memang antioksidan vitamin relatif lebih populer sebagai antioksidan dibandingkan antioksidan lainnya. Vitamin antioksidan ini terutama mencakup vitamin A (beta karoten), asam askorbat (vitamin C), dan alfa tokoferol (vitamin E).

Antioksidan sebenarnya bisa dengan mudah kita dapatkan dari makanan sehari-hari.

  • Karotenoid ialah sekumpulan pigmen yang larut lemak yang terdapat pada sayuran dan buah. Termasuk diantaranya beta-karoten (pada buah dan sayur berwarna kuning-oranye seperti mangga, papaya, wortel), leutin, liopene (pada tomat), dll.
  • Vitamin C merupakan antioksidan yang larut air dan mudah didapat dari pepaya, jeruk, lemon, kesemek, anggur, stroberi, raspberri, jambu biji, kiwi, nanas, tomat dan brokoli, taoge, bunga kol, bayam.
  • Vitamin E merupakan antioksidan yang larut lemak dan banyak terdapat pada asparagus, alpukat, buah zaitun, bayam, kacang kacangan, biji bijian, minyak sayur, serta sereal.
  • Bioflavonoid juga dikenal dengan flavonoid merupakan pigmen yang larut air yang juga terdapat pada berbagai tumbuhan, misalnya kedelai, brokoli, apel, lemon, anggur, teh hijau, dsb.
  • Mineral yang berperan penting sebagai antioksidan terutama selenium, zinc, dan mangan. Selenium banyak terdapat pada ikan tuna, tiram, salmon, hati kambing, hati ayam, telur bebek, beras merah, brokoli, tomat dan jeruk.

Kepustakaan

  1. Looking for antioxidant food. Diunduh dari http://www.scienceinschool.org/2009/issue13/antioxidants. 09 December 2009.
  2. Free radical theory. Diunduh dari http://en.wikipedia.org/wiki/Free-radical_theory. 24 November 2009.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version