[quote type=”center”]Anak dan TV ibarat dua sahabat dekat. Bukan hanya terbatas pada programnya  namun juga terkait efek paparan layar monitor terhadap kesehatan mata.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]A[/dropcap]pakah Anda prihatin melihat kenyataan  betapa banyak waktu yang dihabiskan anak di depan TV atau video game-nya? Memang betul, beberapa program baik bagi anak, namun ada efek lainnya yang lebih buruk. Apa saja?
Bila terlalu lama di depan TV
American Academy of Pediatrics merekomendasikan para orang tua agar membatasi waktu anak di depan layar TV—baik filem, video maupun komputer– tidak lebih dari satu atau dua jam sehari. Mengapa?

  1. Obesitas. Anak-anak yang menonton lebih dari dua jam TV sehari, lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan.
  2. Tidur jadi tidak teratur.  Keasyikan di depan  TV, membuat anak-anak semakin besar kemungkinan untuk terjaga  dan insomnia.
  3. Masalah perilaku. Siswa SD yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari menonton TV atau di depan komputer lebih cenderung memiliki gangguan emosional, sosial, dan konsentrasi.  Anak-anak yang menonton TV terlalu banyak lebih mungkin untuk memiliki temperamen keras dibandingkan anak yang tidak sering menonton TV.
  4. Bermasalah dalam pelajaran. Siswa SD yang kamarnya dilengkapi dengan TV cenderung memiliki prestasi sekolah yang buruk.
  5. Kekerasan. Terlalu banyak paparan kekerasan di televisi dan film, video musik dan video dan computer game,  mudah memengaruh anak-anak untuk melakukan tindak kekerasan. Akibatnya, anak menganggap  perilaku kekerasan sebagai bagian normal dari kehidupan dan cara untuk memecahkan masalah.
  6. Kurang waktu untuk bermain. Anak menjadi kurang beraktivitas, misalnya saja bermain permainan yang aktif dan kreatif.

 

Bagaimana cara membatasi?

  1. Membatasi waktu menonton TV (berlaku juga bagi semua anggota keluarga—termasuk Anda).
  2. Hindari meletakkan TV dan komputer di kamar tidur. Sulit bagi Anda memantau seberapa banyak anak menghabiskan waktu di depan TV atau komputernya. Belum lagi bahaya akan situs-situs dewasa yang berbau pornografi.
  3. Jangan biasakan anak makan di depan TV
  4. Memberi iming-iming  video game atau komputer sebagai hadiah untuk menyelesaikan pekerjaan dan tugas anak.
  5. Pastikan  semua orang rumah mematuhi jadwal menonton TV.
  6. Daripada menonton TV sebgai hiburan, bantu anak Anda menemukan aktivitas menarik lainnya. Misalnya membaca buku,  olahraga atau permainan keluarga seperti scrabble.
  7. Berilah contoh yang baik. Jadilah contoh yang baik dengan membatasi waktu Anda menonton TV.
  8. Coba terapkan “Hari tanpa TV” dalam seminggu.


Jadilah Orang tua aktif

  1. Anda harus aktif dalam menyeleksi program tontonan yang mendidik dan yang sesuai dengan anak. Sebaiknya dampingi anak selama menonton.
  2. Rencanakan apa yang ditonton anak Anda.  Misalnya dengan mencari video berkualitas atau gunakan panduan program untuk memilih acara yang sesuai. Catat jadwal yang cocok buat anak, dan tempelkan di dekat TV.
  3. Sempatkan waktu luang, nonton TV bersama anak, dan bahas apa yang Anda lihat bersama anak-anak.
  4. Merekam program yang tengah tayang dan menontonnya kemudian. Dengan cara ini Anda bisa menyeleksi iklan yang menjual minuman/makanan junk food dan produk lainnya.
  5. Pilih video game yang mendorong aktivitas fisik.

Pada akhirnya, keputusan di tangan Anda. Mungkin awalnya sebagai orang tua kita tidak ‘tega’ memisahkan anak dan TV-nya, namun percayalah disiplin yang tepat akan berbuah manis. Yang terpenting, mereka membutuhkan Anda untuk menemaninya tumbuh.
Referensi :

  1. Dennison BA, et al. Television viewing and television in bedroom associated with overweight risk among low-income preschool children. Pediatrics. 2002;109:1028.
  2. The benefits of limiting TV. American Academy of Pediatrics. http://www.healthychildren.org/English/family-life/Media/Pages/The-Benefits-of-Limiting-TV.aspx. Accessed  12 November 2011.
  3. Zimmerman FJ, et al. Early cognitive stimulation, emotional support, and television watching as predictors of subsequent bullying among grade-school children. Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine. 2005;159:384.
  4. Media education: What parents can do. American Academy of Pediatrics. http://www.healthychildren.org/English/family-life/Media/Pages/Media-Education-What-Parents-Can-Do.aspx. Accessed 10 November 2011.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version