Bayi tak mau menyusu. Apakah karena ASI kurang ataukah yang lainnya?

Si kecil rewel. Tiap kali ibu mendekatkan puting ia selalu menarik mulutnya kembali. Ibu jangan berkecil hati dan buru-buru menyimpulkan bahwa ASI ibu tak bisa keluar dengan banyak. Bisa jadi proses pelekatan payudara pada mulut bayi kurang tepat atau bayi mengalami kendala dalam menghisap. Apabila masalah memang terletak pada kurangnya produktivitas ASI pasti ada tanda yang menyertainya.
Tanda kekurangan ASI
Pada bulan pertama berat badan bayi hanya mengalami peningkatan kurang dari 300 gram (dalam 1 minggu pertama kelahiran berat badan bayi bisa jadi turun hingga 10% dan dalam kurun waktu 2 minggu sudah kembali ke berat semula). Pada bulan ke dua sampai ke-enam, berat badan bayi kurang dari 500 gram per-bulan, atau bayi belum mencapai berat lahirnya pada usia 2 minggu. Tanda yang lain adalah bayi mengeluarkan urin yang pekat, baunya tajam/menyengat, dengan kekerapan kurang dari 6 kali per hari.
Penyebab ASI menurun
Beberapa faktor yang erat kaitannya dengan masalah produktivitas ASI diantaranya:

  1. Faktor menyusui. Penyebabnya antara lain ibu tidak melakukan inisiasi menyusui dini (IMD), menjadwal pemberian ASI, bayi diberi minuman lain sebelum ASI, kesalahan dalam perlekatan bayi dan ibu, tidak mengosongkan salah satu payudara saat menyusui.
  1. Psikologis ibu. Persiapan ibu secara psikologis sebelum menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan menyusui. Stres, rasa kuatir yang berlebihan, ketidak bahagiaan ibu sangat berperan dalam mensukseskan pemberian ASI eksklusif. Di sinilah peran dukungan keluarga dalam meningkatkan rasa percaya diri ibu.
  1. Fisik ibu. Kelelahan ibu, menggunakan pil kontrasepsi, kehamilan saat ibu menyusui merupakan beberapa penyebab kurangnya ASI. Belum lagi bila ibu minum alkohol, perokok, atau ibu dengan kelainan anatomi payudara. Semua itu dapat menyebabkan kurangnya produksi ASI.
  1. Faktor bayi. Beberapa kendala yang bersumber pada bayi, misalnya bayi sakit, prematur, atau bayi mengalami kelainan bawaan.

Meningkatkan produksi ASI

  • Untuk mempercepat produksi ASI, susui bayi dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian. Agar akumulasi menyusui di kedua sisi payudara sama dan dapat mempercepat proses produksi ASI.
  • Lakukan pemompaan secara teratur apabila bayi tidak menyusu secara efisien karena pemompaan akan membantu pengosongan ASI sehingga proses produksi bisa dilakukan secepatnya.
  • Untuk ibu perlu beristirahat secara cukup, santai, minum dan makan dengan diet yang seimbang agar produksi ASI tidak mengalami kendala.

Kurangnya keyakinan ibu dalam menyusui bayi seringkali menghambat proses menyusui. Kebanyakan ibu berpikir bahwa ASI-nya tak cukup memenuhi kebutuhan bayi. Alih-alih berupaya menyusui, malah ibu terkadang memilih memberikan non-ASI. Semoga hal tersebut dapat dihindarkan karena bagaimanapun apabila ibu mau terus berupaya menyusui bayi secara efektif maka bukan tak mungkin produksi ASI tak akan berkurang.
Referensi:

    • Bedah ASI. Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DKI Jakarta. Editor: Dr. Badriul Hegar, SpA(K); Prof Dr. Rulina Suradi, SpA(K); Dr. dr. Aryono Hendarto, SpA(K), dr. I Gusti Ayu Partiwi, SpA, MARS
    • https://kellymom.com/hot-topics/low-supply/
Share.

Comments are closed.

Exit mobile version