[pullquote]Ditemui di rumah mereka yang asri di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, presenter Arie Untung dan sang istri yang cantik, Fenita Jayanti memaparkan tentang cara mereka selalu dekat dengan anak-anak. Seringkali, karena profesi yang sama, keduanya melakukan pekerjaan secara bersamaan. Kadang mereka juga melakukannya sambil berekreasi bersama keluarga. Menurut Arie, kemungkinan hal inilah yang membuat keluarga mereka tetap kompak.[/pullquote]
“Saat ada tawaran kerja di luar kota, istri dan anak-anakku juga ikut serta. Ibaratnya, sambil menyelam minum air. Apalagi sekarang anak-anak sudah besar, jadi lebih mudah membawa anak-anak untuk perjalanan ke luar kota. Kebetulan aku dan Fenita menjadi Brand Ambasador mobil Suzuki Ertiga, jadi kalau ada acara roadshow ke luar kota di saat weekend, anak-anak kami ajak. Seru deh!” tutur Arie yang juga mantan VJ MTV ini.
Memberi pesan melalui tokoh kartun favorit anak
Masalah pendidikan buat pasangan yang juga bintang iklan biskuit ini sangat penting. Mereka memiliki cara tersendiri dalam mendidik kedua buah hatinya, Mesbareta Fathir Gavindaffa (8 tahun), Mesbasreta Aeesyah Makayla (6 tahun). Ia menggunakan tokoh Spiderman dan Ultraman untuk mendidik perilaku anak-anaknya termasuk dalam pendidikan agama. “Kita selalu mengilustrasikan pakai jagoan atau mainan anak-anak yang sedang mereka suka,” cetus pemilik nama lengkap Arie Kuncoro yang makin dikenal dengan acara unjuk bakat yang bertajuk Gong Show ini.
Pasangan ini beranggapan bahwa pesan yang disampaikan akan lebih diterima jika menggunakan mainan yang digemari oleh anak-anak mereka. “Ketika anak-anak sedang kami ajarin, mereka harus memilih mau jadi Ultraman atau Spiderman yang baik atau jadi penjahatnya. Tentunya mereka memilih jadi jagoannya, dong. Nah dari situ kita terapkan kalau menjadi manusia harus baik, jujur, suka menolong, seperti tokoh jagoan mereka. Karena penjahat itu tidak ada yang suka dan tidak senang bermain,” jelas mantan presenter Kiss Vaganza ini lagi.
arie-untung
Begitupula dengan pendidikan agama. Mengingat pergaulan anak dan remaja yang dewasa ini kian memprihatinkan, Arie dan Fenita sangat menyadari pentingnya penanaman norma-norma agama pada anak sejak dini. Agar tak ada kesan memaksa, pasangan bintang iklan pasta gigi ini lebih memilih memberi contoh pada anak, misalnya dalam pelaksanaan shalat. ”Alhamdulillah, karena saya dan istri sering shalat berjamaah, sekarang anak-anak tidak terlalu sulit diajak sholat. Malahan sekarang Daffa sudah bisa jadi imam,” terang Arie yang memasukkan putranya ke sekolah Islam.
Pendidikan lingkungan berawal dari rumah
Siapa sih, yang tak senang melihat lingkungan yang indah dan terjaga? Menurut Arie, mengajarkan anak cinta lingkungan harus dimulai dari rumah. Pria yang pernah bermain di film Brownies ini sedini mungkin mengajarkan kedua buah hatinya mencintai lingkungan dari hal kecil seperti membuang sampah. “Aku selalu mengajarkan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Syukurlah, kalau mereka di jalan sedang makan permen pun, dan tidak melihat ada tempat sampah, bungkusnya pasti langsung dikantongin. Baru setelah ketemu tempat sampah dibuang,” tutur ayah yang lulusan Sarjana Teknik ISTN ini.
Selain itu, untuk mengajarkan anak cinta lingkungan, tak jarang ia dan Fenita mengajak putra-putrinya menikmati alam bebas. “Bagi kami, anak-anak lebih mudah jika melihat dan merasakan sendiri seperti apa lingkungan yang indah dan sehat itu. Sehingga mereka bisa merasakan keindahannya dan tak ingin membuat alam tersebut rusak.” Bahkan sewaktu banjir melanda ibukota, Arie menjelaskan dampak banjir terutama adalah aliran sungai atau got yang penuh oleh sampah. Ia mengajak anak-anaknya melihat langsung seperti apa sungai yang kotor dan dampak dari tercemarnya air sungai dan laut, termasuk bahaya yang timbul jika perairan digenangi banyak sampah.
Arie pun bersyukur di sekolah buah hatinya juga diajarkan untuk cinta lingkungan. “Pernah Daffa pulang dari sekolah langsung membuat tulisan di kertas, No Smoking dan dia tempel di semua ruangan. Ternyata Daffa baru diajarkan efek buruk merokok dan tidak boleh merokok di area publik. Beruntunglah sekarang pendidikan di sekolah semakin bagus.” terang Arie bangga.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version