[quote type=”center”]Bayi yang mendapat ASI lebih jarang mengalami obesitas dibandingkan bayi yang mendapat susu formula. Hal ini disebabkan perbedaan perilaku makan dan perbedaan kandungan zat gizi.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]P[/dropcap]ada bayi yang diberikan susu formula, ibu cenderung memberikan susu sampai botolnya kosong. Kadar protein pada susu formula 70% lebih banyak dibandingkan ASI, membuat bayi terpajan protein kadar tinggi terlalu dini.
Odeleye dkk menyatakan bahwa adanya pajanan protein yang tinggi ini dapat menstimulasi pelepasan hormon insulin (hormon metabolisme karbohidrat dan pengatur gula darah) yang berujung pada peningkatan pembentukan jaringan lemak. Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang maka bayi tersebut berisiko mengalami hiperinsulinemia (kadar insulin dalam darah yang terlalu tinggi) dan penumpukan jaringan lemak atau obesitas.

Sebaliknya, bayi yang diberi ASI dapat mengatur sendiri konsumsi ASI yang dibutuhkannya. ASI mengandung hormon Leptin, suatu hormon yang bersifat anoreksigenik, berperan penting dalam mengatur keseimbangan energi, menurunkan nafsu makan, dan meningkatkan pengeluaran energi dari tubuh kita. Leptin diproduksi terutama oleh jaringan lemak dan sedikit di jaringan lain seperti ari-ari, lambung, dan payudara.
Payudara mengandung banyak jaringan lemak sehingga dapat menghasilkan Leptin yang tinggi di ASI. Pada penelitian, leptin yang terkandung dalam ASI dapat terserap oleh lambung dan kemudian diedarkan ke seluruh tubuh bayi melalui pembuluh darah. Leptin ASI merupakan sumber utama dari Leptin bayi pada setengah awal periode menyusui. Adanya Leptin dari ASI dapat mengatur kemampuan makan bayi dalam jangka pendek hingga sistim penghasil Leptin tubuhya yakni jaringan lemak dapat menghasilkan Leptin dengan jumlah yang cukup.
Walaupun secara teori dan klinis terbukti dapat mencegah obesitas, para ahli belum sepakat tentang lamanya konsumsi ASI yang benar-benar efektif untuk mencegah obesitas. Harder dkk, menyatakan bahwa setiap bulan pemberian ASI akan menurunkan risiko obesitas sebanyak 4%. Sedangkan Linda dkk, menyatakan bahwa pemberian ASI lebih dari 6 bulan dapat mencegah obesitas saat dewasa. Ahli lain menyatakan bahwa perlu pemberian ASI minimal 12 bulan untuk mencegah obesitas.
Referensi :

  1. Miralles, Olga, Juana Sa´ Nchez, Andreu Palou,and Catalina Pico´. A Physiological Role Of Breast Milk Leptin. In Body Weight Control In Developing Infants. Obesity. 2006;14:1371–1377.
  2. Singhal A., Lanigan J. Breastfeeding, early growth and later obesity. Obesity reviews. 2007; 8 (1): 51–54
  3. Shields L, O’Callaghan M, Williams GM, Najman JM, Bor W.Breastfeeding and obesity at 14 years: A cohort study. Journal of Paediatrics and Child Health 2006; 42 (5), 289-296.
  4. Kathryn G. Dewey.  Is Breastfeeding Protective Against Childhood Obesity?
Share.

No Comments

  1. iya sekarang serem ya anak anak kecil sudah obesitas …apaalgi dampak obesitas adalah sumber penyakit 🙁

  2. benar bunda..belum lagi terkadang anak jadi olokan teman2nya.. makanya kita sebagai orangtua harus bisa mengarahkan anak kita utk lebih memilih makanan sehat daripada penganan yang manis2..

  3. yuanita sheridan on

    Lah trus yg bener yg mana donk???ASI harusnya ampe kapan yg baik???Klo anakku sih ampe 20 bulan malah, puji syukur sih sehat2 aja, malah lebih sehat pas ASI, daya tahan tubuhnya lebih kuat dibandingkan sudah ga ASI lg. Jangan sampe deh kecil2 da kena obesitas….bener2 harus perhatikan gula yg masuk ke dalam tubuh ya.

  4. rennie stephen on

    Gmn donk caranya biar anak ga obesitas?? Kan klo da lepas asi anak2 pasti lanjut ke susu formula…

  5. irene.widasti on

    hati hati ya kl memberikan makanan atau cemilan ke anak kita kl berlebihan akan mebiasakan anak kita jd makan porsi yg banyak dan mengakibatkan obesitas

  6. wah asi bisa menghindari obesitas…
    memang asi itu minuman yang terbaik yah.
    Tapi kalau sudah obesitas repot juga yah….anak2 jadi minder karena suka di olok2 belum lagi penyakit2 yang membayangi anak gara2 obesitas
    serem banget ih….makanya asupan nutrisi juga mesti dijaga yah…

  7. iya betul bunda, obesitas menyebabkan anak menjadi lemas, tidak aktif bahkan cenderung pemalu akibat diolok2 oleh teman2nya
    Kalau diteruskan akan menyebabkan anak kita menjadi pribadi yang penakut…kasihan sekali kalau hal itu sampai terjadi

  8. penyait obesitas itu diabetes yah?
    waduh…penyakit yang susah disembuhkan tuh…repot sekali yah kalau diabetes, kasihan..
    Daripada mengobati memang lebih baik mencegah yah…
    Sebaiknya memang tidak terlalu banyak makan makanan manis atau kelebihan karbohodrat kali yah

  9. yoi beruntung banget gini2 gw anak ASI sampe setaun dan anak gw skrg jg masih ASI… Mudah2an gedenya nanti dia ga obesitas dan bisa jadi supermodel… ^_^

  10. iya bun dari obesitas itu dapat menimbulkan lagi cabang penyakit, contohnya diabetes dan jantung..itu semua disebabkan karena obesitas, ngeri khan bun apalagi kalau anak kita yang terkena obesitas..

  11. wah jangan sampe deh ya anak kita terkena obesitas apalagi kalau masih kecil, kasian sekali loh bun..bisa2 susah gerak karena terlalu gemuk otomatis jadi ga bisa main sama tmn2nya donk..blm lagi bisa menimbulkan penyakit2 yang lainnya karena terlalu gemuk.

  12. anak sepupuku ada yang terkena obesitas dan untuk bergerak saja tuh susah bgd..anak kecil khan hrs bnyk gerak kalau dia pasif saja, bisa2 ada efek ke kakinya juga bisa jadi kecil karena tdk suka digerakkan..

  13. cemilan memang biasanya mengandung banyak gula,jadi bisa dengan mudah membuat anak obesitas.. sebaiknya dibatasi konsumsinya..

Leave A Reply

Exit mobile version