[quote type=”center”]Seringkali ASI tak langsung keluar membuat ibu takut akan kecukupan nutrisi buat si kecil lalu buru-buru memberi tambahan dengan susu formula.[/quote]
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]A[/dropcap]da beberapa kondisi dimana air susu ibu (ASI) tidak keluar. Apa saja ya ?
Sindrom ASI kurang (insufficient milk syndrome)
Ikatan yang baik antara ibu dan janin merupakan dasar untuk lancarnya pemberian ASI. Sindrom ASI kurang adalah sindrom akibat ASI yang tak mencukupi kebutuhan bayi. Bisa terjadi sejak awal (primer), karena kelainan payudara atau kelainan hormon yang mengatur pembentukan ASI. Sebaliknya, bisa terjadi akibat hal lain seperti ibu tidak memberi ASI secara teratur pada bayi hingga terdapat sisa ASI di payudara yang menghambat produksi.
ASI tak keluar sejak awal

  1. Gagal produksi ASI akibat kekurangan hormon oksitosin atau prolaktin. Hormon ini bisa berkurang pada ibu yang mengalami gangguan saat persalinan, misalnya plasenta tertinggal dalam rahim, atau memang ibu kekurangan hormon ini.
  2. Jumlah kelenjar susu payudara tidak cukup atau perkembangan kelenjar tidak optimal. Ibu pernah operasi payudara yang mengenai kelenjar susu.
  3. Penyakit ibu yang berat yang bisa mengganggu produksi ASI seperti kelelahan berat saat persalinan akibat perdarahan saat persalinan, ada infeksi, tekanan darah tinggi.
  4. Kelainan bentuk puting yang membuat ASI tak diisap dengan baik oleh bayi kemudian ASI menjadi tertahan dalam kelenjar susu dan menyebabkan produksinya turun hingga dianggap ASI kurang.

Hambatan sekunder
Ibu sebenarnya bisa menyusui dan produksi ASI baik tetapi ada hambatan yang menyebabkan ASI tak keluar. Prinsipnya, semakin banyak ASI dikeluarkan makin banyak produksinya. Bila tak ada rangsangan untuk mengeluarkan ASI, produksinya akan berkurang dengan sendirinya. Semua ini diatur oleh pengosongan ASI oleh bayi. Bayi yang tak bisa mengisap ASI membuat ASI tak keluar sempurna yang akhirnya malah menurunkan jumlahnya. Stimulasi dengan inisiasi dini (bayi menyusu segera setelah dilahirkan) akan banyak membantu proses produksi ASI.

  1. Bila payudara ibu tegang dan terbendung, segera redakan dengan mengeluarkan ASI sesegera mungkin (dipompa atau diisap bayi).
  2. Berikan ASI sesering mungkin dengan teknik yang benar sampai payudara benar-benar kosong.
  3. Lebih sabar menghadapi bayi prematur atau berat badan lahir rendah karena kekuatan mengisapnya belum kuat. Bantulah dengan memompa ASI dan berikan dengan cara disendokkan sampai bayi cukup usia dan mulai kuat menyusu.


Lancarkan ASI dengan SNS
Ada teknik meningkatkan asupan ASI tanpa perlu dot ataupun sendok, yaitu supplemental nursing system, suatu sistem yang terdiri dari perangkat selang, botol susu, dan susu formula (atau ASI tambahan) yang disuplementasikan bersamaan dengan bayi mengisap puting. Caranya selang kecil dipasang sedemikian rupa di payudara ibu, dengan botol susu diujungnya pada posisi lebih tinggi hingga susu dapat mengalir lewat selang ke mulut bayi saat bayi mengisap puting.
Teknik ini memiliki keunggulan yakni tidak mengurangi ikatan emosi ibu dan bayi, serta dapat merangsang produksi ASI. Teknik ini sangat baik bagi mereka yang berencana menyusui kembali tanpa khawatir bayi kekurangan nutrisi (misalnya ibu sakit sebelumnya hingga produksi ASI berkurang, atau ibu yang mengadopsi bayi kecil dan ingin meningkatkan ikatan emosi antara keduanya). Kelemahan alat ini sama seperti alat bantu lainnya yaitu memerlukan perhatian dalam hal kebersihan, terutama kebersihan selang yang dipakai.
Penggunaan SNS seringkali tak diperlukan dalam jangka panjang karena segera setelah bayi sukses mengisap puting, produksi ASI akan bertambah hingga tak diperlukan lagi tambahan nutrisi melalui alat bantu.
Kelebihan SNS

  1. Bayi belajar untuk menyusu secara natural karena tetap mengisap puting.
  2. Ibu belajar memberi ASI, tanpa takut bayi akan  mengalami kekurangan nutrisi.
  3. Bayi tetap mendapat ASI meskipun ditambah suplementasi.
  4. Banyak stimulasi didapat bayi saat proses menyusui, dengan begitu tak hanya keuntungan nutrisi saja yang ia dapat sesuai prinsip asah, asih, dan asuh.

Kapan SNS dibutuhkan?

  1. Saat bayi sudah lahir tapi produksi ASI belum ada atau masih kurang.
  2. Saat ibu menyusui kembali.
  3. Untuk ibu pengganti atau ibu yang mengadopsi anak.
  4. Untuk mencegah “bingung puting.”
  5. Untuk bayi yang belum pandai menyusu hingga kesulitan mengisap puting.
  6. Untuk bayi kurang gizi atau bayi memang memerlukan ekstra nutrisi.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version