Salah satu yang paling sering membuat ibu khawatir pascalebaran  adalah babysitter yang tak kembali lagi. Wah, ini berarti kerepotan baru, mencari ‘mbak’ baru buat si kecil.

Bila ibu baru pertama kali mencari pengasuh, bertanya pada saudara atau teman adalah langkah awal untuk mencari biro yang memiliki reputasi baik. Setelah ibu merasa yakin, ibu tinggal menyeleksi beberapa pengasuh yang ibu inginkan. Ada juga yang mendapatkan pengasuh langsung dari orang yang ibu kenal, ini akan memudahkan ibu untuk mengetahui latar belakangnya.

Salah satu yang paling sering membuat ibu khawatir pascalebaran  adalah babysitter yang tak kembali lagi. Wah, ini berarti kerepotan baru, mencari ‘mbak’ baru buat si kecil.

 

Lihat referensinya

Sama halnya dengan merekrut karyawan, referensi seorang pengasuh jangan diabaikan. Ini bisa mempersempit daftar pengasuh yang sudah ada di tangan ibu. Lebih baik lagi bila ibu mengecek ulang referensi yang dikatakan pengasuh.

Interview calon pengasuh

Pilihlah pengasuh yang bertanggung jawab, jujur, sabar, berpikir positif, punya kemampuan, dan penyayang. Beberapa pertanyaan bisa membantu ibu mendapat gambaran. Misalnya:

  • Sudah berapa lama ia bekerja
  • Mengapa ia memutuskan pindah bekerja
  • Usia berapa anak yang biasa ia asuh
  • Apa yang akan dilakukan bila anak sedang rewel atau tidak mau makan
  • Apa yang akan dilakukan bila anak tersedak atau sakit
  • Apakah memiliki pendidikan khusus atau pernah mengikuti pelatihan tertentu?
  • Jam kerja yang diinginkannya. Apakah ia menginginkan hari libur, dan harapannya selama bekerja dengan ibu

Pertimbangkan usia

Pada dasarnya, semakin kecil usia anak, pilihlah pengasuh yang usianya makin matang. Tentunya ibu tak bisa sepenuhnya menyerahkan bayi baru lahir untuk diasuh anak berumur 13-14 tahun bukan? Bukan berarti pengasuh remaja tak bisa diandalkan, tetapi ibu perlu mempertimbangkannya karena bila terjadi sesuatu pada anak, ibu lah yang bertanggung jawab.

Uji coba

Keputusan akhir sebaiknya didahului suatu uji coba. Ajaklah pengasuh bicara dalam keadaan santai sambil mengobservasi interaksinya dengan buah hati Anda. Pengasuh adalah partner dalam mengasuh anak, sekaligus orang yang bisa diajak bicara jujur, jadi carilah yang bisa berinteraksi dengan ibu.

Sebaiknya, pertimbangkan pengasuh yang ramah, perhatian, bersikap lembut, dan senang bermain dengan anak. Jika anak rewel, ia menggunakan cara positif untuk menenangkannya (tidak menakut-nakutinya), menjaga anak nyaman dan tetap bersih.

Sudah cocok?

Bila sudah merasa cocok dengan pengasuh baru, berilah penjelasan tentang peraturan di rumah, rutinitas si kecil, apa yang boleh dan tidak boleh. Beri tahu nomor telepon yang bisa dihubungi (termasuk nomor telpon saudara atau orang tua) dan nomor telpon gawat darurat bila terjadi sesuatu.

Beri tahu di mana ibu meletakkan pemadam api, cara menggunakan peralatan, kunci rumah dan jelaskan harapan ibu terhadap si pengasuh selama ibu bekerja atau bepergian.

Checklist penting buat babysitter

  1. Jangan memberikan obat tanpa petunjuk tertulis dari ibu
  2. Jangan tinggalkan anak sendirian di rumah atau di taman.
  3. Jangan tinggalkan anak sendirian di sekitar kolam atau saat sedang mandi.
  4. Jangan berikan makanan yang bisa menyebabkan tersedak seperti kacang, popcorn, potongan kecil wortel, permen.
  5. Jangan biarkan anak bermain dekat tangga, jendela, kompor, atau sumber listrik.

Referensi

  1. Canada Safety council. What makes you and your baby sitter need to know. 2006
  2. Homeier B. Choosing and isntructing your baby sitter. diunduh dari: www.kidshealth.com. November 2004
  3. Scholten A. Baby sitter tips. diunduh dari: www.somersetmedicalcenter.com

 

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version