[quote type=”center”]Tanpa kita sadari, sehari-hari kita bersentuhan dengan bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan kita.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]S[/dropcap]aat makan siang, Sandra mampir membeli gorengan di depan kantor. Ia berpapasan dengan Ratih. “San, beli apa?” tanya Ratih. “Gorengan Bang Alif. Cirengnya enak lho,” katanya sambil menyodorkan tas plastik kresek hitam pembungkus gorengan tersebut.
“Aduh San, bahaya lho kalau makanan dibungkus pakai tas kresek hitam. Soalnya kan itu hasil daur ulang,” kata Ratih. Wah!
Tanpa kita sadari, sehari-hari kita bersentuhan dengan bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan kita. Sebut saja stirofoam, melamin ‘palsu’, pengawet makanan, dan yang sehari-hari nyaris dekat dengan kita—tas plastik atau lebih akrab disebut tas kresek.
Plastik daur ulang
Tas kresek berwarna hitam lebih berbahaya dibanding yang lainnya. Mengapa? Kantong palstik kresek hitam terbuat dari plastik bekas yang dikumpulkan oleh pemulung, yang kemudian didaur ulang. Dalam proses ini biasanya ditambahkan berbagai zat kimia sebagai bahan tambahan, dan selanjutnya dilelehkan pada suhu tertentu.
Bayangkan, selain zat kimia tambahan, plastik-plastik tersebut memiliki riwayat penggunaan yang beragam, misalnya bekas bungkus pestisida, kotoran hewan, pupuk, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, dan sebagainya. Tidak mengherankan bila plastik kresek hitam ini memiliki aroma yang tajam.
Yang memrihatinkan adalah bahwa plastik daur ulang ini juga digunakan untuk membuat alat-alat yang lain, seperti sedotan, piring plastik, sendok, dan lain sebagainya.
Mengingat proses pembuatannya, jelas bahwa plastik kresek hitam tidak layak digunakan sebagai bungkus makanan siap santap.
Plastik kresek hitam sebaiknya hanya digunakan untuk membungkus barang lain misalnya mainan, pupuk, barang rumah tangga lain, atau bahan makanan mentah yang masih memiliki kulit. Intinya, makanan yang tidak langsung bersentuhan dengan plastik tersebut.
Bayi muntah
Apa bahayanya?

  1. Kontaminasi dengan zat kimia berbahaya.
  2. Zat pewarna hitam yang digunakan untuk pewarna kantung plastik kresek itu jika terkena panas dapat terdegrasi dan mengeluarkan zat yang menjadi salah satu pemicu kanker.
  3. Jangan membakarnya, jika proses pembakarannya tidak sempurna maka plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini berbahaya jika terhirup.
  4. Dioksin dapat memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, serta gangguan sistem saraf.

Tidak dianjurkan menaruh makanan panas langsung dalam kantung plastik kresek, tetapi alasi dulu dengan daun atau kertas yang aman untuk makanan, bukan kertas koran.
Selain kantung plastik kresek, pembungkus makanan lain juga patut diperhatikan karena bisa saja mengandung zat berbahaya bagi kesehatan. Selama ini masyarakat menerima dengan lumrah makanan yang dibungkus oleh kertas biasa, kertas koran atau kertas bekas majalah.
Kertas pembungkus tersebut di atas tidak didesain khusus untuk wadah makanan, sehingga mengandung zat berbahaya seperti timbal, karbon, dan lainnya. Timbal dapat mudah berpindah ke makanan jika terkena minyak dan panas yang mampu menyebabkan kelumpuhan.
Jika Anda membeli gorengan, sayur-sayuran, kue, roti, dan lain-lain perhatikan pembungkusnya. Hindari kertas bekas atau kertas bukan untuk makanan (kertas koran, kertas majalah). Gunakanlah piring atau wadah lainnya yang didesain khusus untuk makanan.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version