[pullquote]Fantasi seksual bukanlah hal yang tabu. Bahkan dalam beberapa kondisi, dapat membantu Anda untuk lebih menikmati kehidupan seksual bersama pasangan.[/pullquote]
[dropcap]K[/dropcap]apan terakhir kali Anda merasa nyaman melakukan hubungan intim dengan suami tanpa memikirkan perut yang menggendut atau tangan yang menggelambir? Bagi Anda yang menjawab, “Baru saja!”, syukurlah. Itu berarti Anda tidak butuh berfantasi, atau sudah ahli dalam melakukannya. Namun jika ‘diam-diam’ jawaban Anda, “Sudah lama,” yah… mungkin inilah saatnya untuk coba menggali sisi lain dari seksualitas Anda.
Menurut seorang psikoterapis, Brett Kahr, fantasi seksual dapat didefinisikan sebagai gambaran atau bayangan akan sebuah jalinan cerita yang muncul dalam otak kita dan dapat merangsang secara seksual. Dalam sebuah studi yang dilakukan Kahr di Inggris pada 19.000 orang, kebanyakan mereka yang melakukan fantasi seksual menutupi hal ini dari pasangannya, bahkan dari terapis mereka sendiri.
Menstimulasi organ seksual terbesar
Jika belum ada yang memberi tahu Anda, organ seksual terbesar sesungguhnya adalah otak kita. Sedikit saja stimulasi di otak, maka seseorang akan dengan mudah merasa terangsang (turn on). Sebaliknya pun demikian. Jika ada yang mengganggu pikiran, stimulasi seksual apapun yang dilakukan oleh pasangan kita tidak akan memuaskan, bahkan terasa mengesalkan (turn off).
“Keuntungan terbesar yang didapat dari fantasi seksual adalah sebagai alat bantu stimulasi seksual. Tidak membutuhkan alat tertentu dan dapat dilakukan kapanpun,” ujar Lonnie Barbach, PhD. seorang ahli seks sekaligus penulis. Ya, yang dikatakan oleh Lonnie tentu saja bisa kita akui karena fantasi seksual hanya membutuhkan kreativitas dalam membayangkan rangsangan apa yang sesuai.
Terbuka dengan diri sendiri
Melakukan fantasi seksual dengan sendirinya membutuhkan keterbukaan dari diri kita sendiri. Bagi sebagian orang yang terbiasa menahan diri, terutama mereka yang mengalami trauma seksual, melakukan fantasi seksual tidak bisa dibilang mudah. Bahkan ada juga beberapa orang yang ekstrim dan menganggap bahwa fantasi seksual adalah sebuah perbuatan sia-sia yang dapat berujung pada tindak kekerasan.
Wah, jika Anda termasuk yang berpikiran demikian, konsultasi dengan psikolog dapat meluruskan pemikiran Anda. Sesungguhnya, fantasi seksual jika dilakukan saat berhubungan dengan pasangan, justru dapat membantu Anda lebih menikmati seks, dan tentu saja pada akhirnya, lebih menikmati hidup.
Berfantasi adalah hak semua orang
Kehebatan lainnya yang dimiliki oleh fantasi seksual adalah, fantasi tersebut hanya milik Anda sampai ada keinginan berbagi dengan orang lain, pasangan misalnya. Wanita adalah makhluk yang paling mudah merasa tidak nyaman dengan bentuk tubuhnya. Terlalu gemuk, payudara kecil, lengan terlalu besar, hidung tidak mancung, dan masih banyak lagi keluhan lainnya.
Dengan bantuan fantasi seksual, wanita dapat dengan bebas membayangkan dirinya sebagai wanita yang menarik luar dalam dan siap melakukan hubungan intim yang bergelora dengan pasangan. Tidak ada yang dapat, dan boleh, melarang Anda untuk memiliki fantasi seksual saat berhubungan intim. Anda pun bebas berfantasi sejauh itu tidak membuat Anda merasa terasing dengan pasangan.
Download artikel lengkapnya di Majalah Anakku Digital :



Perbedaan fantasi pria dan wanita
Sudah sejak lama terjadi perbedaan tentang cara pria dan wanita berfantasi. Bahkan pada awalnya, pria dianggap berfantasi lebih sering dibandingkan wanita. Alasannya karena wanita sering merasa bersalah memikirkan seks dibandingkan pria. Sekarang, tidak lagi demikian. Perbedaannya terletak hanya pada apa yang biasa dibayangkan oleh keduanya.
Pria umumnya senang membayangkan hubungan seksual yang lebih ‘hard core’ dibandingkan wanita. Mereka biasanya membayangkan wanita-wanita cantik bertubuh seksi yang siap melayani hasrat mereka. Sedangkan wanita lebih menyukai fantasi romantis, misalnya berkenalan dengan pria asing yang tampan dan menarik, yang berlanjut pada hubungan intim yang penuh perasaan.
Mengurangi trauma seksual
Beberapa wanita yang pernah mengalami trauma akibat pelecehan seksual, perkosaan, atau sikap abusive dari pasangan, dapat menggunakan fantasi seksual untuk mampu berhubungan intim kembali. Dengan catatan, sumber permasalahannya sudah tidak ada lagi, misalnya pemerkosanya telah masuk penjara atau sudah bercerai dengan pasangan yang kasar padanya.
Bagi wanita-wanita ini, melakukan hubungan seksual seakan dapat membuka luka lama. Bayangan-bayangan tak menyenangkan biasanya bermunculan dan dapat menyebabkan frigiditas atau sikap tidak responsif. Fantasi seksual dapat membantu untuk mengusir memori buruk itu jauh-jauh dan menikmati apa yang dilakukan dengan pasangan saat ini.
Try it! It’s good for you…
Berhubungan intim dengan orang asing yang baru Anda kenal, atau melakukan hubungan di tempat terbuka di mana setiap saat ada orang yang dapat memergoki Anda adalah beberapa fantasi yang paling sering dibayangkan wanita. Anda pun dapat membentuk fantasi seksual khusus hanya untuk diri Anda sendiri. Berfantasi memberi Anda ruang untuk menikmati seks seperti yang Anda inginkan.
Fantasi seksual juga membuat Anda mengetahui sisi-sisi diri Anda yang paling dalam dan ingin dipuaskan. Sampaikan hal ini pada pasangan sehingga Anda berdua dapat sama-sama mencapai puncak. Jangan lagi merasa bersalah saat berfantasi karena hal ini justru akan menambah beban Anda saat berhubungan dengan pasangan. Lepaskan diri Anda dan nikmati manfaatnya.
Berbagai Manfaat Fantasi Seksual
Masih ragu untuk berfantasi? Coba tengok beberapa manfaatnya menurut Wendy Maltz dan Suzie Boss, penulis Private Thoughts: Exploring The Power of Women’s Sexual Fantasies:

  • Menumbuhkan rasa percaya diri bahwa diri Anda menarik.
  • Mendorong ketertarikan pada seks.
  • Membantu pencapaian orgasme.
  • Menikmati kehidupan yang dijalankan saat ini.
  • Memuaskan rasa penasaran.
  • Membayangkan segala kemungkinan di masa yang akan datang.
  • Mengurangi stres dan ketegangan.
  • Mempertahankan kenangan indah.
  • Mengusir pengalaman tak menyenangkan di masa lalu.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version