[pullquote]Lokasi wisata di Batam yang satu ini seru untuk dikunjungi bersama anak-anak berusia sekolah. Selain bisa melihat berbagai replika rumah tradisional, juga bermain bersama.[/pullquote]
[dropcap]K[/dropcap]alau di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta kita bisa menemukan anjungan-anjungan daerah yang menampilkan rumah adat, pakaian adat, dan beraneka kebudayaan dari setiap provinsi di Indonesia, di Batam juga tersedia Batam Miniature House. Lokasi wisata di kawasan Golden City, Bengkong Laut. Ini berisi puluhan miniatur rumah adat dari setiap provinsi di Indonesia.
Miniatur rumah adat
Rumah-Dalam-Loka-Samawa,-NTB
Rumah-rumah adat yang ada di sini dibuat persis seperti rumah adat sesungguhnya namun dalam ukuran mini, setinggi kurang lebih 1,5 meter. Dibangun di atas hamparan rumput luas, dan setiap rumah adat dikelilingi pagar tanaman. Sehingga masing-masing rumah terlihat seolah memiliki taman dan halamannya sendiri. Sungguh asri dan menyegarkan mata.
Di bagian depan setiap miniatur rumah adat terdapat informasi tentang nama rumah adat tersebut dan dari provinsi mana asalnya. Hal ini sangat menarik, karena tentunya bisa menambah wawasan dan pengetahuan umum anak-anak. Mereka jadi bisa melihat dan mempelajari langsung rumah-rumah adat yang selama ini hanya mereka lihat gambarnya di buku pelajaran sekolah. Jadi, anak-anak bisa bermain sambil belajar.
Setiap sore, apalagi pada akhir pekan, kawasan ini selalu dipadati pengunjung. Baik yang hanya duduk-duduk sambil piknik di atas rumput, atau sekadar jalan-jalan dan sesekali berfoto di depan miniatur rumah adat. Tak jarang tempat ini juga dijadikan tujuan study tour bagi siswa-siswa Sekolah Dasar maupun Taman Kanak-Kanak.
Kelebihan lainnya, untuk menikmati taman hiburan ini tidak dipungut biaya. Di gerbang masuk kawasan miniatur rumah adat hanya ada sebuah kotak infaq yang bisa diisi dengan sukarela. Itu pun tidak ada paksaan, meski kita tak memasukkan uang ke dalam kotak, kita tetap bisa menikmati kawasan ini. Hal inilah yang membuat tempat ini tak pernah sepi dari pengunjung.
Replika Kapal Cheng Ho

Tak hanya miniatur rumah adat, di Golden City ini masih banyak atraksi hiburan yang menarik bagi anak-anak dan keluarga. Salah satu yang menarik adalah replika kapal Cheng Ho, yang diberi nama Kapal Golden Cheng Ho II. Kapal ini berdimensi panjang 30 meter dan lebar 8 meter dan didominasi warna merah dan keemasan dengan ornamen-ornamen khas Tiongkok.
Kapal ini terlihat mencolok di salah satu sudut Golden City. Relief besar berbentuk naga berwarna emas di bagian depan memberi kesan mewah pada kapal yang dibuat pada tahun 1991 di Tiongkok ini.
Pada tanggal 22 Februari 2015 yang lalu, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya baru saja meresmikan Jalur Samudera Cheng Ho di Kota Batam. Ada 9 titik di wilayah Indonesia yang dilalui oleh Laksamana Cheng Ho. Kesembilan titik ini adalah Banda Aceh, Batam, Belitung, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.
Di setiap titik tersebut, pengunjung bisa menapaktilas jejak Laksamana Cheng Ho melalui bangunan-banguan bersejarah yang sengaja dibangun untuk menghormati beliau. Contohnya Klenteng Sam Po Kong di Semarang, yang dipercaya sebagai tempat persinggahan pertama Sang Laksamana. Dan Kapal Golden Cheng Ho II ini merupakan salah satu cara untuk mempelajari  sejarah perjalanan Sang Laksamana di Batam.
Memacu adrenalin
Bagi penggemar kegiatan olahraga pemacu adrenalin, jangan khawatir, di Golden City ada Monkey Beach Hut yang menyediakan bermacam olahraga air yang cukup memacu adrenalin. Sebut saja parasailing, jet ski, wake board, banana boat, juga speed boat berkapasitas 8 dan 10 orang.
Kalau hanya ingin bersantai sambil menikmati pemandangan sekitar, bisa memilih mengitari danau dengan kano atau sepeda air. Karena banyak pengunjung yang juga berasal dari Singapura, tiket untuk berbagai olahraga air ini berkisar antara SGD10 – SGD60 per orang untuk setiap permainan. Terkesan mahal memang, karena biasanya yang bermain di sini adalah wisatawan asing yang mengikuti paket tur dari hotel tempatnya menginap.
Masih di kawasan Golden City juga, pengunjung bisa mencoba bermain Go Kart di arena yang sudah disediakan. Tarif untuk bermain Go Kart adalah Rp140 ribu untuk single seater, dan Rp235 ribu untuk double seater. Dengan harga itu, pengunjung bisa bermain Go Kart selama 10 menit.
Penyuka tontonan bisa mengunjungi wahana lainnya yang tidak kalah seru, 5D Cinema. Bioskop mini ini tidak hanya memberi tambahan efek pada visualisasi, tapi juga efek nyata seperti getaran yang berasal dari kursi yang kita duduki.
Wahana 5D Cinema yang ada di Golden City ini memang mini, karena hanya memanfaatkan bagian belakang sebuah mobil boks yang disulap sedemikian rupa hingga menyerupai sebuah bioskop mini. Harga tiketnya Rp20 ribu per orang untuk film berdurasi 10-15 menit tergantung jenis film yang dipilih.
Fasilitas lengkap
Setelah lelah bermain di berbagai wahana yang ada, pengunjung yang lapar bisa langsung menuju food court atau dua rumah makan lain yang ada di dalam kawasan Golden City ini. Salah satunya adalah Golden Prawn, rumah makan seafood yang cukup terkenal di Batam dan seringkali menjadi destinasi wajib para penggemar hidangan laut dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Bagi Anda pecinta hidangan Nusantara, di kawasan Golden City juga ada rumah makan Sunda, yaitu Saung Sunda Sawargi. Rumah makan yang didesain layaknya nuansa pedesaan di bumi Parahyangan ini dilengkapi dengan danau yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk memancing ikan.
Pengunjung juga bisa membeli aneka kerajinan tangan dan souvenir sebagai oleh-oleh di Pasar Seni yang dikelola oleh Komunitas Pasar Seni Bengkong Laut. Tak hanya souvenir khas Batam saja yang bisa didapatkan di sini, tapi juga aneka kerajinan khas dari berbagai penjuru Nusantara, seperti dari Bali dan Lombok.
Menurut Pak Anang, salah seorang pedagang asal Lombok yang memiliki salah satu stand di Pasar Seni ini, aneka kerajinan tangan yang dijual olehnya didatangkan langsung dari Lombok.
Tertarik untuk berkunjung ke Golden City? Yuk! Ajak seluruh keluarga anda berwisata di tempat ini.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version