[quote type=”center”]Biang keringat sangat mengganggu.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]S[/dropcap]epanjang malam Alif tidak nyenyak tidur. Bocah berusia 3 tahun ini kelihatan gelisah, membalikkan badannya kesana kemari dan sesekali terdengar mengeluh. Berulang kali sang mama mencoba mengelus punggungnya, dan menaburi punggungnya dengan bedak. Inilah ulah biang keringat.
 
Biang keringat atau keringet buntet adalah kelainan yang ditandai oleh bintil-bintil berwarna kemerahan di kulit (terlihat kulit yang beruntusan). Biasanya muncul di dahi, leher, dan bagian tubuh yang kaya kelenjar keringat.
 
Mengapa bisa terjadi biang keringat?
Kulit sebetulnya merupakan organ tubuh yang kompleks. Kecuali terdiri atas beberapa lapisan sel (yang selalu meremajakan diri dan kulit yang mati akan terbuang sebagai kulit ari) pada kulit juga terdapat kelenjar lemak dan kelenjar keringat.
 
Salah satu fungsi utama kelenjar keringat ialah membantu mengatur suhu tubuh. Pada saat udara di sekitar kita panas atau bila kita demam, maka akan terjadi peningkatan aktivitas kelenjar keringat (ditandai dengan keluarnya keringat) sehingga suhu tubuh akan tetap terjaga normal.
 
Biang keringat ini terjadi karena saluran kelenjar keringat ‘tersumbat’ oleh sel-sel kulit mati yang tidak terbuang sempurna. Keringat yang ‘terperangkap’ ini memicu munculnya bintil-bintil yang pada beberapa orang disertai rasa gatal. Akibatnya pasien sering menggaruk. Karena garukan ini, dapat terjadi infeksi oleh kuman.

Siapa saja yang bisa mengalami biang keringat?
Sebetulnya, siapapun bisa mengalaminya. Tetapi, pada bayi (apalagi bayi yang lahir prematur) dan anak berusia kurang dari 2 tahun, kelenjar keringatnya belum berfungsi sesempurna anak yang lebih tua. Oleh karena itu, pada suasana yang ‘gerah’, panas dan lembab, kelainan akan lebih mudah terjadi.
 
Apalagi bila ditambah dengan pakaian yang dikenakan ternyata bahannya tidak menyerap keringat.
 
Bagaimana cara pencegahannya?

  1. Rawatlah kulit anak dengan mandi secara teratur dan gunakan produk perawatan kulit yang sesuai.
  2. Pastikan kulitnya kering dan bersih.
  3. Beri bedak tabur (dengan cara yang benar) untuk menyerap sisa-sisa kelembaban dan mencegah gesekan.
  4. Pilih pakaian yang bersih, bahan yang menyerap keringat, model yang nyaman dipakai (karena anak-anak umumnya mempunyai banyak aktivitas fisik) dan ganti setiap kali bajunya terlihat basah.
  5. Usahakan setiap ruangan mempunyai ventilasi udara yang cukup.
  6. Ajari anak untuk beraktivitas/bermain di tempat yang teduh.

 
Bila sudah terjadi biang keringat, apa yang dapat diupayakan ?

  1. Pada tahap awal, dapat dicoba bedak biang keringat, baik berupa bedak tabur maupun bedak kocok, yang tersedia di pasaran.
  2. Namun bila tak kunjung sembuh, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Mungkin akibat garukan, terjadi luka dan akhirnya terinfeksi oleh kuman.
  3. Bila sudah terinfeksi bisa muncul penyakit baru yang memerlukan penanganan yang berbeda.

Referensi :

  1. Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, ed. Ke-4, cetakan kedua. Jakarta, Balai Penerbit FKUI, 2005.
  2. Paller AS, Mancini AJ. Hurwitz Clinical Pediatric Dermatology. A textbook of skin disorder of childhood and adolescence, 3rd ed. Elsevier Inc., Philadelphia, 2006.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version