[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]S[/dropcap]aat memberikan makanan padat pertamanya, waspadai kemungkinan terjadinya alergi makanan pada si kecil. Alergi bersifat diturunkan, artinya seorang anak berisiko alergi bila orangtua, saudara kandung atau nenek-kakeknya mempunyai riwayat alergi. Manifestasi alergi tersering mengenai kulit yang akan memberikan gejala eksim atau biduran. Pada saluran napas atas dengan gejala bersin, hidung tersumbat, pilek dan pada saluran napas bawah dengan gejala batuk berulang sampai sesak napas (asma).
 
Tips bila anak alergi

  • Berikan ASI eksklusif selama 4-6 bulan
  • Diet pada ibu hamil untuk mencegah alergi pada si kecil tidak dianjurkan kecuali diet kacang tanah. Dianjurkan untuk menghindari asap rokok
  • Diet pada ibu menyusui dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan. Tetapi, semua ahli sepakat untuk diet kacang tanah pada ibu menyusui yang memiliki anak alergi atau berisiko alergi.
  • Bila anak sudah didiagnosis alergi susu sapi dan tak mendapatkan ASI, bisa diberikan susu formula yang dihidrolisis sempurna (extensive protein hydrolysates). Bila tidak memungkinkan, pilihan kedua adalah susu sapi yang dihidrolisis sebagian, bersifat hipoalergenik, yang diformulasikan untuk mencegah alergi. Idealnya diberikan pada bayi yang belum punya gejala alergi tetapi berisiko untuk alergi susu sapi.
  • Pemberian susu kedelai ternyata tidak mencegah berkembangnya alergi, tetapi dapat menjadi susu alternatif pada anak yang benar-benar alergi susu sapi. Sekitar 15-50% anak alergi susu sapi juga alergi terhadap susu kedelai. Anak yang mendapat formula susu kedelai akan memiliki tumbuh kembang sama dengan yang diberi formula susu sapi.
  • Tunda pemberian makanan padat sampai usia 6 bulan dan perkenalkan makanan secara bertahap:
    1. Makanan yang tidak/jarang menyebabkan alergi diperkenalkan usia 6 bulan: beras, wortel, pir, apel, alpukat, dan prune.
    2. Makanan yang bisa ditoleransi tapi dapat menimbulkan alergi diperkenalkan usia 6 bulan: gandum, havermut, daging, ayam, brokoli, kol, kentang, bayam, jagung (minyak jagung), pisang dan lobak cina
    3. Makanan yang kemungkinan dapat menimbulkan alergi diperkenalkan usia 9 bulan: kuning telur (masak hingga matang), kacang kedele, kacang hijau, ikan air tawar
    4. Makanan yang sangat mungkin menimbulkan alergi diperkenalkan setelah usia 12 bulan: makanan laut (udang, kepiting), putih telur, dan kacang tanah

Referensi:

  1. Crump VSA. Food allergy in children. Diunduh dari: http:// HYPERLINK “http://www.qmseminars.co.nz/GPCME2006CDROM/presentations/”www.qmseminars.co.nz/GPCME2006CDROM/. Diakses 28 September 2006.
  2. Zeiger RS. Food allergen avoidance in prevention of food allergy in infants and children. Pediatrics 2003;111:1662-71.
  3. Prescott SL, Tang LK. The Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy position statement. Summary of allergy prevention in children. Med J Austr 2005;182:464-7.
  4. UKK alergi imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Penting diketahui setiap orang tua: alergi makanan. IDAI 2006
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version