Ingin kulit lebih putih, namun bingung memilih pemutih yang tepat…
Apakah benar pemutih yang kita pakai malah dapat merusak kulit?
Bagaimana memilih pemutih yang aman?

Warna kulit manusia ditentukan berbagai faktor terutama pigmen melanin kulit, ketebalan kulit, dan vaskularisasi di kulit. Warna kulit yang jarang terpajan sinar matahari akan terlihat lebih terang dibandingkan warna kulit yang sering terpajan sinar matahari.

Warna kulit orang Indonesia cenderung coklat (sawo matang), namun mereka lebih banyak menginginkan kulitnya lebih putih. Perlu diingat bahwa akibat pertambahan jumlah pigmen melanin di dalam kulit, kulit akan tampak lebih gelap sehingga berbagai cara dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.
Secara garis besar fungsi pemutih wajah adalah menghambat kerja enzim tirosinase pada pembentukan melanin sehingga tidak timbul secara berlebihan. Pemutih juga merangsang pembentukan yang warnanya lebih terang, sehingga diharapkan kulit akan tempak bersih dan cerah. Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki distribusi pigmen yang berbeda, warna kulit masing-masing orang dapat dilihat pada dada atau lengan atas bagian dalam. Jadi kerja pemutih tidak bisa memutihkan 100%.

Komposisi pemutih

1. Hidrokuinon
    Banyak digunakan dan terbukti berhasil mengobati melasma
    Biasanya bila dijual bebas konsentrasi maksimum 2%, bila lebih dari itu pemilihan/penggunaannya dikonsultasikan          kepada ahlinya.
    Penggunaannya biasanya pada malam hari
    Efek samping yang sering ditemukan berupa iritasi, seperti merah, gatal, panas, sehingga penggunaannya secara           bertahap yaitu mulai dengan 2 jam, bila oke bisa diperpanjang waktu penggunaannya..
2. Kojic Acid
    Biasanya pada konsentrasi 1-4%, 2 kali sehari, 1-2 bulan
    Biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi
    Kadang-kadang juga dapat timbul iritasi
3. Asam Glikolat (AHA)
Di samping memiliki efek pemutih juga dapat menyebabkan pengelupasan kulit pada konsentrasi tertentu, sehingga seringkali digunakan untuk peeling.

4. Vitamin C

    Di samping pemutih juga memiliki efek antioksidan dan sangat baik untuk proses regenerasi kulit.
    Vitamin C dapat diberikan secara oral, dioleskan, maupun suntik.
5. Tretinoin
Biasanya penggunaannya bertahap dari konsentrasi yang paling rendah. Bila tidak ada keluhan dinaikkan secara bertahap.
6. Lain-lain
    Licorice extract
    Blueberry and arbutin
    Paper mulberry
    Soy

Bagaimana memilih pemutih yang aman?

1.    Kenali jenis kulit kita, apakah normal, berminyak, kering, atau kombinasi?

  • Untuk kulit kering pilih pemutih dengan bahan dasar krim.
  • Untuk kulit berminyak pilih yang bahan dasarnya lotion atau gel.
  • Untuk kulit kusam, gunakan krim pemutih yang rutin digunakan setiap malam.
  • Bila kelainan kulit cukup berat dan luas (misalnya melasma, hiperpigmentasi akibat akne) sebaiknya pemilihan pemutih dikonsultasikan dengan dokter kulit.

Hati-hati pemutih tidak aman
Pemutih yang mengandung merkuri. Bila digunakan dalam jangkan waktu lama akan terjadi endapan-endapan partikel logam merkuri sehingga kulit malah menjadi hitam. Diduga dapat membahayakan ginjal.

Tips menggunakan pemutih

  • Sebelum menggunakan pemutih, lakukan perawatan dasar meliputi pembersihan kulit wajah, baik dengan susu pembersih, penyegar, sabun.
  • Bila kulit kering berikan pelembab pada wajah dan leher.
  • Jangan lupa gunakan tabir surya (sunscreen) setiap akan melakukan aktivitas.
  • Pilih kosmetik dekoratif yang sesuai.
  • Bila ada keluhan yang tidak diinginkan akibat pemakaian produk pemutih segera konsultasikan dengan ahlinya.
  • Penggunaan pemutih akan lebih terlihat hasilnya bila disertakan dengan gaya hidup sehat, asupan nutrisi baik, olahraga teratur, hindari stres, minum air putih 2 liter sehari, dan minum antioksidan bila perlu.

Referensi:
Leslie Baumann, MD: Cosmetic dermatology principles and practice. 2003
Diana Draelos. Cosmeceuticals. 2005

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version