[quote type=”center”]“Dok, saya kan berpostur pendek. Saya dengar dan baca dari internet, katanya tidak bisa melahirkan normal dan harus dioperasi.”[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]K[/dropcap]alimat diatas mungkin sudah sering Anda dengar dari cerita teman-teman Anda saat konsultasi ke dokter, atau bahkan mungkin ini pertanyaan yang Anda ajukan saat konsultasi ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan.
anakku.Januari 2013
Pada umumnya, ibu hamil yang berpostur pendek memiliki proporsi dan ukuran tulang yang berbeda, misalnya pada proporsi, ukuran, dan bentuk tulang panggul. Pada perempuan dengan postur pendek, biasanya ditemukan pula struktur tulang pinggul yang lebih sempit dan ukuran yang lebih kecil. Hal ini kemungkinan memang akan mempersulit proses kelahiran bayi nanti.
 

Gambar 1. Perbandingan bentuk tulang pinggul pada ibu hamil normal dengan yang berpostur pendek

Sebuah penelitian di Denmark mengemukakan bahwa kemungkinan operasi Caesar pada ibu hamil berpostur pendek lebih tinggi tiga kali lipat bila dibandingkan dengan ibu dengan postur normal. Selain itu, ditemukan pula bahwa kemungkinan terjadinya kelainan janin dan diabetes melitus gestasional pada ibu hamil berpostur pendek lebih besar dibandingkan ibu yang tidak berpostur pendek.
Namun demikian, bagi ibu hamil yang berpostur pendek sebaiknya tidak perlu khawatir. Hal-hal yang terutama perlu dilakukan adalah :

  1. Mencukupi nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.
  2. Lakukan kunjungan ke bidan atau dokter spesialis kandungan dan kebidanan secara teratur. Tanyakan tentang cara persalinan yang tepat nantinya.
  3. Jika kehamilan sudah mendekati usia untuk persalinan, waspadai tanda-tanda persalinan. Segera bawa ke rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas untuk persalinan yang memadai.

Referensi :

  1. Oxford Journals. Practical Mother and Child Health in Developing Countries
  2. Sichieri R, Silva CV, Moura AS. Combined effect of short stature and socioeconomic status on body mass index and weight gain during reproductive age in Brazilian women. Braz J Med Biol Res 2003;10:36
  3. Kappel B, Eriksen G, Hansen KB, Hyidman L, et al. Short stature in Scandinavian women. An obstetrical risk factor. Acta Obstet Gynecol Scand. 1987;66(2):153-8.
Share.

No Comments

  1. Pingback: Ambar Nurhayati » Blog Archive » Usia Kehamilan 29 Minggu

Leave A Reply

Exit mobile version