Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) paling sering terjadi pada bayi berumur 2-3 bulan. Sejak bayi harus tidur tengkurap pada tahun 1992 melalui kampanye “Kembali tidur terlentang,” jumlah kasus SIDS sangat berkurang. Walaupun penyebab SIDS masih “gelap,” namun ada beberapa faktor yang dicurigai misalnya tidur tengkurap, tidur di kasur yang lunak, ibunya merokok selama hamil, bayi dibungkus tebal sampai kepanasan, ibu yang terlalu muda, bayi prematur, bayi dengan berat badan kurang, dan anak laki-laki.
 
 
Untuk lebih mengurangi jumlah kasus SIDS, American Academy of Pediatrics telah mengeluarkan guideline baru pada tahun 2005. Inilah petunjuknya.

  1. Kampanye kembali ke tidur terlentang harus dilanjutkan. Bayi harus tidur terlentang selama tidur. Tidur miring tidak dianjurkan.
  2. Gunakan matras yang “keras.” Jangan ada bantal, selimut tebal, dan lain-lain. Memakai baju tebal lebih baik dari selimut.
  3. Bila tempat tidur menggunakan “bumper,” harus tipis, tidak lunak seperti bantal, dan diikat benar dengan dinding tempat tidur.
  4. Ibu jangan merokok selama hamil. Setelah lahir, semua orang tidak boleh merokok di rumah.
  5. Sebaiknya tempat tidur bayi terpisah, tetapi satu kamar dengan ibu. Walaupun tidur satu tempat tidur dengan ibu lebih nyaman untuk memberikannya ASI, tapi penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut menambah risiko SIDS.
  6. Bayi jangan dibawa ke tempat tidur ibu bila ibu sedang capek sekali.
  7. Bayi jangan dibungkus terlalu tebal sampai kepanasan.
  8. Berbagai monitor untuk memantau bayi boleh digunakan, tetapi tidak menjamin bayi bebas SIDS.
  9. Cegah kepala gepeng karena terlentang terus:
    • Pada saat bayi bangun, tengkurapkan anak dan bermainlah bersamanya. Perkembangan motoriknya juga akan semakin cepat.
    • Jangan terlalu lama berada di car-seat, atau tempat tidur yang memberi tekanan terhadap kepala bayi. Digendong dengan posisi kepala tegak lebih baik.
    • Miringkan kepala (bukan badan) bergantian ke sisi yang berbeda.

Apa bayi boleh diberi “empeng?”  Sebenarnya empeng boleh diberikan dengan beberapa alasan:

  1. Bayi yang diberi empeng lebih jarang mengalami SIDS
  2. Empeng ternyata tidak mengganggu pemberian ASI atau merusak bentuk gigi
  3. Empeng boleh waktu anak mulai tidur. Bila sudah tidur harus dicabut dan jangan dipasang lagi.
  4. Bila bayi tidak mau empeng ya jangan diberikan.
  5. Empeng tidak boleh dilapisi cairan manis
  6. Empeng harus sering dicuci dan diganti
  7. Untuk bayi yang mendapat ASI, baru boleh diberi empeng umur 1 bulan lebih untuk memastikan bahwa pemberian ASI berjalan lancar

Referensi :
AAP Task Force on SIDS, publikasi online 10 Oktober, 2005

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version