Dok, anak lelaki saya usia 5 tahun, memiliki ekspresi yang tidak seperti anak seusianya. Dia tampak cool, dan tidak menunjukkan ekspresi sesuai suasana. Misalnya ketika mendapat hadiah atau sebaliknya tengah sedih. Dia kelihatan datar-datar saja. Apakah saya harus mencurigai adanya ‘kelainan’ atau ‘gangguan’ emosional, Dok? Mohon saran. Terima kasih.
Julian Noor. Jakarta Barat
=============================================================================
Dear Ibu Julian, perkembangan emosi anak sudah dimulai sejak masa bayi. Bayi yang berusia kurang dari satu tahun sudah mampu mengekspresikan emosinya melalui senyuman jika sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan mereka atau berubah menjadi tangisan jika kondisi berlangsung di luar kehendak mereka.
Dengan bertambah usia anak, perkembangan emosi mereka juga bertambah luas. Anak yang berusia 2-4 tahun, cenderung lebih ekstrim untuk mengekspresikan emosi mereka dalam menghadapi berbagai kondisi, oleh karena kemampuan mereka untuk mengkontrol diri masih terbatas. Misalnya, jika mereka senang atau berada dalam lingkungan yang menyenangkan, mereka bisa tertawa-tawa dan terbahak-bahak dengan histeris. Dilain pihak, jika mereka berhadapan dengan situasi yang menakutkan atau membuat mereka sedih, mereka juga bisa menangis, marah dan sulit ditenangkan oleh orang lain. Semua itu terjadi silih berganti dan kadangkala bisa berubah dengan cepat. Kondisi tersebut terjadi oleh karena mereka belum sanggup sepenuhnya untuk mengatur emosi yang ada dalam diri mereka.
Dengan berjalannya waktu, kemampuan untuk mengatur emosi juga bertambah baik. Anak yang berusia lima tahun, kemampuan untuk mengkontrol emosi sudah lebih berkembang dan disertai dengan kemampuan untuk mengekspresikan diri secara verbal (dengan kata-kata). Dengan kemampuan tersebut, anak yang berusia 5 tahun cenderung lebih ‘cool’ dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan. Mereka cenderung tidak tertawa dengan terbahak-bahak atau menangis dengan kemarahan dalam mengadapi lingkungan sekitar atau kondisi yang ada. Mereka lebih mampu menahan diri dan lebih banyak mengutarakan perasaan mereka dengan kata-kata.
Dengan demikian, selaras dengan kondisi anak Ibu yang berusia 5 tahun, saya berasumsi bahwa anak tersayang sudah lebih maju perkembangan emosinya sehingga ia mampu mengatur ekspresi emosi yang dirasakannya. Anak Ibu mungkin lebih banyak mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya tanpa perlu mengekspresikannya melalui berbagai varian emosi. Jika anak Ibu mengalami gangguan emosi ataupun gangguan perkembangan lainnya, tentunya tidak hanya ditandai oleh kesulitan dalam mengekspresikan emosinya, namun juga disertai dengan berbagai gejala lainnya dan penurunan dalam fungsi sehari-hari anak. Semoga jawaban ini dapat memberikan informasi bagi Ibu terkait dengan kondisi mental, jiwa dan perkembangan buah hati tercinta.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version